BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Seekor penyu lekang (Lepidochelys olivacea) berukuran dewasa ditemukan dalam kondisi mati di kawasan Pantai Wagir Indah, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Minggu (12/7).
Temuan satwa laut yang termasuk spesies dilindungi tersebut kembali menjadi perhatian para pegiat konservasi karena menunjukkan masih tingginya ancaman terhadap kelestarian penyu di pesisir selatan Jawa.
Ketua Konservasi Penyu Nagaraja Sodong Adipala, Jumawan, membenarkan adanya penemuan bangkai penyu di kawasan pantai tersebut.
Penyu pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang berada di sekitar lokasi pada pagi hari.
“Benar, pagi tadi ditemukan seekor penyu lekang dewasa dalam kondisi mati di kawasan Pantai Wagir Indah,” ujar Jumawan.
Berdasarkan hasil pengamatan awal di lapangan, penyebab kematian penyu diduga berkaitan dengan aktivitas penangkapan ikan di laut.
Dugaan sementara menyebutkan penyu tersebut secara tidak sengaja terjerat jaring nelayan sehingga tidak mampu bertahan hidup.
Meski demikian, pihak konservasi menegaskan bahwa penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan.
Pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan agar dapat diketahui secara ilmiah faktor yang menyebabkan satwa dilindungi tersebut mati.
“Untuk sementara dugaan penyebab kematian karena terkena jaring. Namun untuk memastikannya diperlukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Jumawan.
Setelah proses pendataan selesai dilakukan, bangkai penyu kemudian dievakuasi oleh tim konservasi untuk penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.
Dokumentasi juga dilakukan sebagai bagian dari pendataan satwa laut yang ditemukan mati di wilayah pesisir Cilacap.
Penyu lekang merupakan salah satu spesies penyu yang statusnya dilindungi di Indonesia.
Satwa ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut, mulai dari membantu menjaga populasi biota laut hingga mendukung kesehatan padang lamun dan habitat pesisir.
Temuan penyu mati di Pantai Wagir Indah menjadi catatan penting bagi para pegiat konservasi.
Dalam beberapa waktu terakhir, kejadian serupa telah beberapa kali ditemukan di wilayah pesisir Kabupaten Cilacap.
Menurut Jumawan, kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan upaya perlindungan habitat penyu sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut.
“Ini kesekian kali ditemukan penyu dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini menjadi catatan bagi kami agar lebih aktif menggalakkan sosialisasi pentingnya menjaga lingkungan,” ungkapnya.
Selain edukasi kepada masyarakat pesisir, upaya konservasi juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, nelayan, komunitas konservasi, serta masyarakat umum.
Penggunaan alat tangkap yang lebih ramah lingkungan dinilai dapat mengurangi risiko satwa laut dilindungi terjerat jaring saat mencari makan maupun bermigrasi.
Pantai-pantai di wilayah selatan Cilacap selama ini dikenal sebagai salah satu habitat sekaligus jalur migrasi beberapa jenis penyu, termasuk penyu lekang.
Oleh karena itu, perlindungan kawasan pesisir menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan populasi satwa langka tersebut.
Melalui berbagai program konservasi dan sosialisasi yang terus dilakukan, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian penyu semakin meningkat sehingga kasus kematian satwa dilindungi akibat aktivitas manusia dapat diminimalkan di masa mendatang. (jul/stch/dda)
















