Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Gelombang Panas Korea Selatan Pecahkan Rekor 122 Tahun, 16 Orang Meninggal Dunia
Kisah Indra Namara: Kolektor Barang Antik Kebumen yang Layani Pembeli dari Seluruh Indonesia

Kisah Indra Namara: Kolektor Barang Antik Kebumen yang Layani Pembeli dari Seluruh Indonesia

Cinta Benda Antik, Jadi Peluang RejekiCinta Benda Antik, Jadi Peluang Rejeki
KOLEKSI: Indra, salah satu kolektor barang antik di Kebumen saat memperlihatkan koleksinya

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Kecintaan terhadap benda-benda bersejarah membawa berkah bagi Indra Namara, warga Dukuh Bojong, Desa Sumberadi, Kecamatan Kebumen.

Berawal dari hobi mengoleksi barang antik, kini ia berhasil mengembangkan usaha yang melayani pembeli dari berbagai daerah di Indonesia.

Sejak dirintis pada 2021, bisnis barang antik miliknya terus berkembang dengan menawarkan beragam koleksi bernilai sejarah dan seni tinggi.

Melalui pemasaran secara langsung maupun secara daring, koleksi barang antik milik Indra telah dikenal oleh para kolektor dari berbagai kota, seperti Yogyakarta, Solo, hingga sejumlah wilayah lainnya di Indonesia.

Tidak hanya kalangan kolektor, beberapa pejabat juga tercatat pernah menjadi pelanggan yang membeli koleksi dari galeri miliknya.

Berbagai jenis barang antik tersedia di galeri yang dikelola Indra. Mulai dari jam kuno, vas antik, lukisan klasik, lampu lawas, hingga bangunan joglo yang memiliki nilai historis.

Namun, di antara seluruh koleksi tersebut, keris dan joglo menjadi dua jenis barang yang paling banyak diminati para pembeli.

Harga barang antik yang ditawarkan pun sangat beragam, bergantung pada jenis, kondisi, usia, dan nilai sejarahnya. Sebagian besar koleksi dibanderol mulai jutaan hingga puluhan juta rupiah.

Sementara itu, untuk koleksi keris tertentu, harganya bahkan dapat mencapai ratusan juta rupiah karena memiliki nilai sejarah dan keaslian yang tinggi.

Menurut Indra, tingginya harga sebuah keris tidak hanya ditentukan oleh tampilannya, tetapi juga dipengaruhi sejumlah faktor penting.

Salah satunya adalah tangguh, yakni perkiraan usia dan sejarah penggunaan keris tersebut.

Selain itu, kondisi fisik yang masih utuh, tingkat sepuh yang menunjukkan keaslian usia, hingga pamor atau motif khas pada bilah keris juga menjadi penentu nilai jualnya.

“Keris peninggalan era Majapahit menjadi salah satu koleksi yang paling banyak diburu para kolektor karena memiliki nilai sejarah dan seni yang tinggi,” tutur Indra, Rabu (5/8).

Menurutnya, keris dari masa Kerajaan Majapahit memiliki daya tarik tersendiri karena mencerminkan kualitas tempa, filosofi, serta nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Tidak heran apabila benda pusaka tersebut menjadi incaran para kolektor dari berbagai daerah.

Untuk memenuhi permintaan pasar, Indra memperoleh barang antik melalui berbagai cara.

Selain membeli langsung dari masyarakat, ia juga mendapatkan koleksi dari pemberian maupun para pencari barang antik yang berkeliling dari kampung ke kampung untuk menemukan benda-benda bersejarah yang masih tersimpan di rumah warga.

Meski tidak selalu mengetahui secara pasti tahun pembuatan setiap koleksi, Indra mengaku dapat mengenali keaslian sebuah barang melalui kualitas material, teknik pengerjaan, bentuk, hingga karakteristik yang dimiliki masing-masing benda.

Pengalaman selama bertahun-tahun membuatnya semakin memahami ciri khas barang antik asli dibandingkan replika.

Perkembangan teknologi juga turut membantu usahanya. Selain melayani pembeli yang datang langsung ke galeri, Indra memanfaatkan platform digital untuk memasarkan koleksinya.

Cara tersebut membuat jangkauan pasar menjadi lebih luas dan memudahkan kolektor dari berbagai kota untuk melihat serta membeli barang antik yang ditawarkan.

Meningkatnya minat masyarakat terhadap benda-benda bersejarah memberikan peluang besar bagi usaha barang antik.

Di sisi lain, aktivitas tersebut juga berkontribusi dalam menjaga keberadaan warisan budaya Nusantara agar tetap dikenal dan dihargai oleh generasi muda.

“Dengan semakin tingginya minat masyarakat terhadap benda-benda bersejarah, usaha barang antik ini tidak hanya menjadi peluang ekonomi, tetapi juga turut berperan menjaga dan melestarikan warisan budaya Nusantara agar tetap dikenal oleh generasi mendatang,” ucapnya.

Keberhasilan Indra Namara membangun usaha barang antik menunjukkan bahwa kecintaan terhadap sejarah dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Melalui koleksi-koleksi bernilai tinggi yang dimilikinya, ia tidak hanya melayani kebutuhan para kolektor, tetapi juga ikut menjaga kelestarian benda-benda bersejarah sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. (mam/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Rekor Panas Korsel 42,5 Derajat Celsius

Gelombang Panas Korea Selatan Pecahkan Rekor 122 Tahun, 16 Orang Meninggal Dunia