BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Cabang olahraga pencak silat diproyeksikan menjadi salah satu penyumbang medali emas terbesar bagi Kontingen Banjarnegara pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 yang akan digelar di Semarang Raya pada Oktober mendatang.
Optimisme tersebut muncul setelah para atlet menjalani program pemusatan latihan secara intensif dan terus dipantau oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banjarnegara.
Menjelang pelaksanaan Porprov Jateng 2026, KONI Banjarnegara meningkatkan pengawasan terhadap seluruh cabang olahraga yang akan mewakili daerah.
Monitoring dilakukan untuk memastikan setiap atlet menjalankan program latihan sesuai target sekaligus mengevaluasi perkembangan kemampuan, kondisi fisik, hingga kesiapan mental sebelum turun bertanding.
Ketua KONI Banjarnegara, Nurohman Ahong, menjelaskan bahwa pemantauan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan kontingen agar mampu bersaing dengan daerah lain di Jawa Tengah.
Menurutnya, evaluasi dilakukan secara menyeluruh sehingga setiap cabang olahraga dapat mengetahui kekurangan yang masih harus diperbaiki sebelum pertandingan dimulai.
“Monitoring ini bertujuan melihat secara langsung kesiapan atlet, perkembangan selama menjalani pemusatan latihan, sekaligus mengevaluasi program yang telah dijalankan masing-masing cabang olahraga sebelum mereka bertanding di Porprov Oktober nanti,” ujar Ahong, Kamis (6/8/2026).
Selain memantau perkembangan latihan, KONI juga melakukan pemetaan potensi medali dari masing-masing cabang olahraga.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menyusun strategi pembinaan yang lebih efektif sekaligus mengoptimalkan peluang Banjarnegara meraih prestasi pada Porprov XVII Jawa Tengah.
Menurut Ahong, setiap cabang olahraga memiliki karakteristik dan tingkat persaingan yang berbeda. Karena itu, pendekatan pembinaan tidak dapat disamakan.
Analisis terhadap kemampuan atlet dilakukan agar program latihan benar-benar sesuai kebutuhan dan mampu menghasilkan performa terbaik saat kompetisi berlangsung.
“Setiap cabang olahraga memiliki karakteristik dan peluang yang berbeda. Karena itu, kami melakukan analisis terhadap potensi atlet agar persiapan yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan mampu menghasilkan prestasi terbaik,” katanya.
KONI Banjarnegara sendiri menargetkan mampu menembus posisi tujuh besar klasemen akhir Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
Target tersebut dinilai cukup menantang mengingat persaingan antar kabupaten dan kota di Jawa Tengah semakin ketat setiap penyelenggaraan Porprov.
Ahong menegaskan bahwa pencapaian target tersebut membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga hingga KONI sebagai organisasi yang menaungi pembinaan olahraga prestasi di Banjarnegara.
“Target tujuh besar bukan pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan kerja keras seluruh atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, dan KONI agar setiap peluang medali bisa dimaksimalkan,” tegasnya.
Di antara seluruh cabang olahraga yang dipersiapkan, pencak silat menjadi salah satu yang paling diandalkan untuk menyumbangkan medali emas.
Prestasi yang selama ini ditunjukkan para pesilat Banjarnegara menjadi modal penting menghadapi persaingan di tingkat provinsi.
Saat ini para atlet pencak silat yang telah memastikan tiket ke Porprov terus menjalani pemusatan latihan di Padepokan Pencak Silat Banjarnegara.
Intensitas latihan ditingkatkan agar kemampuan teknik, daya tahan fisik, strategi bertanding, hingga mental atlet semakin matang menjelang pertandingan.
Pelatih Kepala Pencak Silat Banjarnegara, Lutfan Budi Santoso, mengatakan seluruh atlet menjalani program latihan yang dirancang secara bertahap.
Evaluasi dilakukan secara berkala untuk mengetahui perkembangan setiap atlet sehingga pelatih dapat memberikan materi latihan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
“Kami sudah menjalankan berbagai program latihan bagi atlet yang lolos Porprov. Seluruh perkembangan atlet terus kami pantau sebagai bahan evaluasi sehingga mereka benar-benar siap ketika bertanding,” ujar Lutfan.
Ia optimistis para pesilat Banjarnegara mampu memberikan hasil terbaik sekaligus mempersembahkan medali emas bagi daerah.
Namun demikian, ia mengingatkan seluruh atlet agar tetap menjaga disiplin, fokus, serta konsisten menjalankan program latihan karena lawan-lawan yang akan dihadapi berasal dari daerah dengan kualitas pembinaan yang juga sangat baik.
Menurutnya, keberhasilan meraih medali tidak hanya ditentukan kemampuan teknik, tetapi juga kesiapan mental, kedisiplinan, serta kemampuan menjaga kondisi fisik hingga hari pertandingan.
Oleh karena itu, seluruh atlet diminta tetap menjaga pola latihan, istirahat, dan nutrisi agar tampil dalam kondisi terbaik saat Porprov XVII Jawa Tengah 2026 dimulai.
Melalui persiapan yang semakin matang, KONI Banjarnegara berharap pencak silat benar-benar mampu menjadi lumbung medali emas sekaligus membantu kontingen Banjarnegara mewujudkan target finis di jajaran tujuh besar pada ajang Porprov Jateng 2026. (far/stch/dda)














