BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Desa Gunungwetan, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Kamis (6/8) malam.
Api membakar lahan milik warga yang ditumbuhi tanaman Acacia auriculiformis dengan luas sekitar satu hektare.
Kebakaran lahan tersebut diduga dipicu aktivitas pembakaran lahan.
Kobaran api diketahui mulai terlihat sejak sore hari sebelum laporan resmi mengenai kejadian tersebut diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas.
Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Banyumas Abdul Ladjis mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran melalui Call Center BPBD sekitar pukul 19.00 WIB.
Namun, berdasarkan informasi masyarakat, api sudah terlihat beberapa jam sebelumnya.
“Hasil koordinasi dengan masyarakat menyebutkan lokasi tersebut sudah tiga kali mengalami kebakaran dalam kurun waktu satu bulan. Penyebabnya diduga akibat pembakaran lahan,” ujar Abdul.
Api kemudian membakar tanaman Acacia auriculiformis yang berada di lahan penduduk.
Luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai kurang lebih satu hektare.
Begitu mendapatkan laporan, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi kebakaran.
Petugas melakukan pemadaman untuk mengendalikan kobaran api sekaligus mencegah api menjalar ke lahan lain yang berada di sekitar lokasi.
Proses pemadaman melibatkan personel BPBD Banyumas bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Gunungwetan.
Warga setempat juga turut membantu petugas dalam mengatasi kebakaran lahan tersebut.
Kondisi medan dan tanaman yang terbakar membuat proses pemadaman membutuhkan waktu.
Petugas harus berjibaku selama beberapa jam untuk memastikan kobaran api benar-benar dapat dikendalikan.
“Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.32 WIB,” kata Abdul.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas memastikan tidak terdapat kobaran yang berpotensi kembali menyala dan menjalar ke area lainnya.
Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah kebakaran susulan, terutama karena kondisi lahan yang mudah terbakar saat musim kemarau.
Kebakaran di Desa Gunungwetan ini menjadi perhatian karena bukan kali pertama terjadi.
Berdasarkan koordinasi BPBD dengan masyarakat, lokasi tersebut telah mengalami kebakaran sebanyak tiga kali dalam kurun waktu sekitar satu bulan.
Berulangnya kejadian kebakaran di lokasi yang sama membuat dugaan pembakaran lahan menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian.
Aktivitas pembukaan atau pembersihan lahan menggunakan api dinilai berisiko menyebabkan kebakaran meluas apabila tidak dikendalikan dengan baik.
Terlebih, pada musim kemarau kondisi tanaman dan permukaan tanah cenderung lebih kering.
Api yang awalnya digunakan untuk membakar bagian tertentu dari lahan dapat dengan cepat merambat apabila terkena tanaman atau material yang mudah terbakar.
BPBD Banyumas pun kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan metode pembakaran untuk membuka maupun membersihkan lahan.
Masyarakat diminta memilih cara yang lebih aman untuk menghindari potensi kebakaran.
Imbauan tersebut juga penting karena kebakaran lahan tidak hanya dapat merusak tanaman dan lingkungan, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan masyarakat apabila api menjalar ke permukiman atau wilayah lainnya.
Selain itu, asap yang muncul akibat kebakaran lahan dapat mengganggu aktivitas warga dan menurunkan kualitas udara di sekitar lokasi.
Karena itu, pencegahan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko karhutla selama musim kemarau.
BPBD juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Penanganan sejak dini diharapkan dapat mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Keterlibatan warga dalam proses pemadaman di Gunungwetan menunjukkan pentingnya kerja sama antara masyarakat dan petugas ketika terjadi bencana kebakaran.
Respons cepat dari berbagai pihak dapat membantu mengurangi luas area yang terbakar.
Meski kebakaran di lahan tanaman Acacia auriculiformis tersebut telah berhasil dipadamkan, kejadian berulang di lokasi yang sama menjadi pengingat bahwa pencegahan karhutla perlu dilakukan secara serius.
BPBD Banyumas mengimbau warga lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang menggunakan api, terutama di lahan terbuka.
Masyarakat juga diminta tidak membakar lahan secara sembarangan karena api dapat sulit dikendalikan ketika kondisi lingkungan kering.
Kebakaran lahan di Desa Gunungwetan, Kecamatan Jatilawang, menjadi salah satu kejadian karhutla yang perlu diwaspadai selama musim kemarau.
Dengan meningkatnya kewaspadaan masyarakat dan penanganan cepat petugas, potensi kebakaran serupa diharapkan dapat diminimalkan. (zet/stch/dda)














