Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Cek Namamu! Bansos PKH Tahap 3 Cair Agustus 2025, Ini Penjelasan Kemensos
Wangon dan Rawalo Sering Gangguan Listrik, PLN Sebut Layang-Layang bisa Sebabkan Gangguan Jaringan Listrik
TMMD 2025 di Gintungreja Cilacap Fokus Pemerataan dan Ketahanan Desa

Wangon dan Rawalo Sering Gangguan Listrik, PLN Sebut Layang-Layang bisa Sebabkan Gangguan Jaringan Listrik

Layang layang picu gangguan listrikLayang layang picu gangguan listrik
Layang-layang bekas menghiasi kabel jaringan listrik di Jalan Pesarean Kabutuh Kecamatan Sokaraja, Rabu (23/7). PLN tegaskan bermain layang-layang di dekat jaringan listrik bisa membahayakan dan mengganggu suplai listrik masyarakat.

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Aktivitas bermain layang-layang, yang sering kali dianggap sebagai kegiatan rekreasi yang tidak berbahaya, ternyata dapat menimbulkan dampak serius bagi jaringan listrik.

Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Purwokerto Kota, Pongki Raharjo, menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar menghindari menerbangkan layang-layang di dekat jaringan listrik untuk mencegah potensi gangguan.

“Kita sedang muter ke desa-desa terkait keselamatan kelistrikan, agar tidak bermain layang-layang di bawah jaringan,” ujarnya ketika berbicara dengan awak media.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya PLN untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya yang mungkin timbul dari aktivitas tersebut.

Pongki menjelaskan bahwa kawasan perkotaan Purwokerto relatif aman dari gangguan layang-layang. Ia mengamati bahwa sebagian besar penduduk kota tidak menggunakan benang berbahaya seperti tembaga atau gelasan dalam permainan mereka.

“Kalau digesek kabel kita kalah,” katanya merujuk pada risiko jika benang tersebut bersentuhan dengan kabel listrik yang dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan.

Namun demikian, Pongki tetap memberikan peringatan agar bermain layang-layang dilakukan jauh dari jalur kabel listrik.

Ia menekankan bahwa layang-layang yang tersangkut dan kemudian ditarik paksa bisa memicu korsleting hingga ledakan pada jaringan listrik.

“Bisa menyebabkan gangguan jaringan, jika nyangkut dan ditarik-tarik bisa korslet dan meledak,” tegasnya dengan serius.

Dalam catatan ULP Purwokerto, insiden gangguan akibat layang-layang paling sering terjadi di wilayah Wangon dan Rawalo hingga Cilacap.

Wilayah-wilayah ini dinilai rawan karena banyak layang-layang diterbangkan dengan tambahan lampu, yang meningkatkan risiko gangguan pada jaringan listrik.

“Karena layangan pake lampu, kalau kota masih relatif aman. Layangan pakai lampu sering bikin korslet,” pungkasnya.

Dalam upayanya untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, PLN terus melakukan sosialisasi ke berbagai desa agar masyarakat lebih peduli terhadap keselamatan jaringan listrik.

Edukasi dini mengenai potensi bahaya sangat penting untuk mengurangi risiko gangguan pada suplai listrik yang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari banyak orang.

Salah satu contoh nyata dari masalah ini terlihat di Jalan Pesarean Kabutuh Kecamatan Sokaraja, di mana banyak layang-layang bekas menghiasi kabel jaringan listrik.

Pemandangan ini menjadi pengingat betapa pentingnya menjaga jarak antara permainan anak-anak dan infrastruktur vital seperti jaringan listrik.

PLN berharap dengan adanya kampanye edukasi ini masyarakat akan lebih memahami bahaya dari aktivitas bermain layang-layang dekat dengan instalasi kelistrikan.

Kesadaran kolektif diperlukan untuk melindungi fasilitas umum serta memastikan pasokan listrik tetap stabil dan aman bagi semua penduduk di wilayah tersebut.

Melalui pendekatan proaktif seperti sosialisasi langsung kepada warga desa, PLN berusaha menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua pihak.

Selain itu kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas setempat juga diperlukan untuk mendorong perilaku positif dalam menjaga keselamatan publik dari potensi ancaman yang ditimbulkan oleh aktivitas sehari-hari seperti bermain layang-layang.

Keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat termasuk dalam hal kelistrikan. Mengedepankan keselamatan berarti melindungi diri sendiri keluarga dan komunitas dari risiko yang mungkin terjadi akibat ketidakwaspadaan atau kelalaian sederhana sekalipun.

Dengan pemahaman dan kepedulian bersama diharapkan insiden-insiden seperti gangguan jaringan akibat layang-layang dapat diminimalkan sehingga masyarakat dapat menikmati kenyamanan tanpa khawatir akan terganggunya pasokan energi penting ini. (res/stch)

Berita Sebelumnya
Bansos pkh tahap 3 2025

Cek Namamu! Bansos PKH Tahap 3 Cair Agustus 2025, Ini Penjelasan Kemensos

Berita Selanjutnya
Tmmd 2025 fokus pemerataan dan ketahanan desa

TMMD 2025 di Gintungreja Cilacap Fokus Pemerataan dan Ketahanan Desa