BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 2 Karangsari, Kecamatan Kebumen, berlangsung berbeda dan penuh semangat pada Jumat (17/7/2026).
Seluruh siswa bersama peserta didik baru memeriahkan kegiatan dengan mengikuti arak-arakan mengenakan berbagai busana adat dari sejumlah daerah di Indonesia.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah menanamkan rasa cinta terhadap budaya Nusantara sejak usia dini.
Parade budaya tersebut menyusuri jalan-jalan di sekitar desa dan berhasil menarik perhatian masyarakat.
Para siswa tampil mengenakan beragam pakaian tradisional, mulai dari kebaya khas Jawa, busana adat Bali, hingga pakaian tradisional dari berbagai wilayah lainnya.
Kehadiran para wali murid yang turut mendampingi semakin menambah semarak suasana kegiatan.
Kepala SDN 2 Karangsari, Suwaliyah, menjelaskan bahwa kegiatan MPLS tahun ajaran 2026/2027 tidak hanya difokuskan pada pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter melalui pengenalan budaya Indonesia.
Menurutnya, tema budaya dipilih agar para siswa mengenal keberagaman budaya bangsa sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas nasional sejak dini.
“Kegiatan MPLS tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, tetapi juga memperkenalkan budaya Indonesia agar anak-anak semakin mencintai warisan bangsa dan bangga menjadi bagian dari Indonesia,” ujarnya.
Selain mengikuti parade budaya, para siswa juga menampilkan berbagai pertunjukan seni yang menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan tersebut.
Berbagai penampilan seperti seni bela diri pencak silat, tarian tradisional, hingga menyanyikan lagu-lagu daerah berhasil menghibur seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir.
Setiap penampilan mendapat sambutan meriah berupa tepuk tangan dari guru, orang tua, maupun masyarakat yang menyaksikan jalannya kegiatan.
Antusiasme peserta didik menunjukkan bahwa pembelajaran dapat dikemas secara menyenangkan tanpa meninggalkan nilai-nilai pendidikan karakter.
Ketua Panitia MPLS SDN 2 Karangsari, Feby Kurniawan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk membangun mental, melatih kekompakan, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri siswa sejak awal memasuki lingkungan sekolah.
Ia berharap pengalaman selama MPLS dapat menjadi bekal bagi peserta didik untuk lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru serta berani menampilkan kemampuan dan bakat yang dimiliki.
“Melalui kegiatan seperti ini kami ingin anak-anak memiliki keberanian, mampu bersosialisasi dengan teman-temannya, serta percaya diri untuk menunjukkan potensi yang dimiliki, baik di bidang seni maupun kegiatan lainnya,” jelasnya.
Menurut Feby, MPLS merupakan momentum penting untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga siswa merasa nyaman berada di sekolah.
Dengan pendekatan yang kreatif dan edukatif, peserta didik diharapkan lebih siap mengikuti proses pembelajaran selama satu tahun ajaran ke depan.
Kegiatan yang mengusung tema budaya juga dinilai efektif memperkenalkan keberagaman Indonesia kepada anak-anak melalui pengalaman langsung.
Dengan mengenakan pakaian adat dan menampilkan kesenian tradisional, siswa tidak hanya belajar mengenali budaya daerah, tetapi juga memahami pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Salah seorang wali murid, Arumsari, mengaku senang dengan konsep MPLS yang diselenggarakan sekolah.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus menjadi momen berharga bagi anak-anak untuk tampil di depan umum.
Ia mengaku bangga melihat putranya mengenakan pakaian adat dan berpartisipasi dalam berbagai penampilan seni bersama teman-temannya.
“Ya saya sangat senang sekolah mengadakan kegiatan seperti ini. Saya bangga melihat anak saya tampil percaya diri bersama teman-temannya,” katanya.
Melalui kegiatan MPLS bertema budaya ini, SDN 2 Karangsari berharap peserta didik tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang mencintai budaya Indonesia, memiliki rasa percaya diri, mampu bekerja sama, serta siap mengembangkan potensi yang dimiliki sejak dini.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran karakter yang dikemas secara menarik agar nilai-nilai kebangsaan dapat tertanam kuat dalam diri para siswa. (cah/stch/dda)
















