BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Sebuah peristiwa tragis terjadi pada Selasa, 21 April, saat Maulana Nahad Zidan, seorang bocah berusia 11 tahun yang merupakan warga Desa Penggalang Kidul, Kecamatan Adipala, tenggelam setelah terseret arus laut ketika berusaha mandi di Pantai Bleberan.
Kejadian memilukan ini langsung dilaporkan kepada Polsek Adipala dan diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Cilacap pada sekitar pukul 17.10 WIB.
Menurut informasi yang diperoleh dari Kordinator Tim SAR Gabungan Bima Kalih Kahar pada Rabu, 22 April, insiden tersebut bermula ketika Maulana dan sejumlah temannya bermain serta mandi di area pantai.
Diduga kuat bahwa korban, yang saat itu tengah asyik bermain, terseret arus gelombang laut yang cukup kuat hingga akhirnya tenggelam.
“Korban diketahui bernama Maulana Nahad Zidan, warga Desa Penggalang Kidul,” jelas Bima.
Mendapat laporan mengenai insiden tersebut, pihak Polsek Adipala segera berkoordinasi dengan Kansar Cilacap untuk melakukan upaya pencarian.
Dalam waktu singkat, satu tim rescue diberangkatkan menuju lokasi kejadian pada pukul 17.15 WIB dengan perkiraan waktu tiba sekitar pukul 17.47 WIB.
Namun sangat disayangkan, korban sudah ditemukan oleh warga dalam kondisi tidak bernyawa sebelum tim SAR sampai di lokasi.
Setelah penemuan korban oleh masyarakat setempat, jenazah Maulana segera dievakuasi ke Puskesmas Adipala I untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Dengan telah ditemukannya korban, operasi SAR diusulkan ditutup pada pukul 17.50 WIB,” tambah Bima.
Semua unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan tersebut termasuk tim SAR, kepolisian, relawan serta masyarakat setempat kemudian kembali ke kesatuan masing-masing.
Peristiwa ini tentunya menjadi sebuah pengingat bagi kita semua tentang pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai.
Bima mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati saat berada di tepi laut, terutama bagi anak-anak yang ingin mandi atau bermain air.
Ia menekankan pentingnya pengawasan dari orang dewasa agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Kejadian tragis seperti ini bukanlah hal yang baru terjadi di kawasan pantai Indonesia. Setiap tahun selalu ada laporan mengenai kecelakaan yang melibatkan wisatawan maupun penduduk lokal yang tidak menyadari bahaya arus laut.
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi keselamatan saat berada di pantai seperti kondisi cuaca dan kekuatan gelombang yang sering kali berubah-ubah.
Penting bagi orang tua atau pendamping untuk selalu menjaga anak-anak mereka saat bermain air.
Arus laut meskipun terlihat tenang dapat dengan cepat berubah menjadi berbahaya tanpa peringatan sebelumnya.
Selain itu, pengunjung juga disarankan untuk memperhatikan tanda-tanda peringatan yang dipasang oleh pihak pengelola pantai atau instansi terkait lainnya.
Di samping itu, edukasi tentang keselamatan saat berada di pantai perlu ditingkatkan baik melalui kampanye publik maupun program-program sekolah yang dapat menyebarluaskan informasi mengenai bahaya berenang di laut tanpa pengawasan orang dewasa atau tanpa pengetahuan tentang kondisi laut.
Selain itu juga sangat penting untuk menyiapkan alat keselamatan seperti pelampung bagi anak-anak yang bermain air dan memberikan pemahaman kepada mereka tentang tanda-tanda bahaya ketika berada di dekat air.
Langkah-langkah preventif semacam ini dapat membantu mencegah tragedi serupa terjadi lagi. (jul/stch/dda)
















