BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Pada hari Senin, 20 April, ribuan benih lobster (BBL) yang sebelumnya berhasil diamankan dari dugaan penyelundupan dilepas kembali ke laut lepas di perairan Pulau Nusakambangan, Cilacap.
Aksi ini melibatkan kerja sama antara Lanal Cilacap dan Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Cilacap, dan tidak hanya dilakukan sebagai penegakan hukum, tetapi juga sebagai upaya untuk menjaga keberlangsungan ekosistem laut dari praktik eksploitasi ilegal yang marak terjadi.
Pelepasliaran ini dipimpin oleh Komandan Lanal Cilacap Kolonel Laut (PM) Damianus Denny Nixon Ogi, bersama dengan Kepala Stasiun PSDKP Cilacap Dwi Santoso Wibowo.
Dalam penjelasannya, Dwi Santoso Wibowo menegaskan bahwa benih lobster yang dilepaskan merupakan hasil pengamanan yang dilakukan oleh tim gabungan terkait dugaan penyelundupan yang tidak memiliki dokumen resmi.
“Pelepasliaran ini merupakan bentuk sinergi antara PSDKP dan Lanal Cilacap dalam menjaga kelestarian sumber daya kelautan. Kami berharap kolaborasi ini semakin solid dan responsif ke depan,” ujarnya pada Selasa, 21 April.
Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen kedua institusi dalam merawat lingkungan laut serta mencegah kerusakan yang diakibatkan oleh aktivitas ilegal.
Di sisi lain, Komandan Lanal Cilacap Kolonel Laut (PM) Damianus Denny Nixon Ogi juga menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus penyelundupan ini tidak terlepas dari peran aktif masyarakat yang memberikan informasi awal.
Dalam menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Second Fleet Quick Response (SFQR) Lanal Cilacap bergerak cepat dan berkoordinasi dengan PSDKP untuk penanganan sesuai prosedur yang berlaku.
“Sinergi antarinstansi dan dukungan masyarakat menjadi kunci dalam menekan aktivitas ilegal di perairan. Kami akan terus memperkuat patroli bersama demi menjaga keamanan sekaligus kelestarian laut,” tegasnya dalam sebuah kesempatan.
Penegasan ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara lembaga pemerintah dan masyarakat dalam mengawasi serta melindungi kekayaan laut Indonesia.
Kegiatan pelepasliaran benih lobster ini menjadi bagian integral dari komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga ekosistem laut serta melindungi sumber daya kelautan agar tetap berkelanjutan.
Dalam konteks yang lebih luas, langkah tersebut sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, yang menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menjaga kedaulatan serta kelestarian laut nasional.
Masyarakat setempat pun menyambut baik inisiatif ini. Banyak warga yang hadir menyaksikan langsung proses pelepasliaran benih lobster ke habitat aslinya.
Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan laut demi generasi mendatang.
Dengan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan dan perlindungan sumber daya alam, diharapkan tingkat penyelundupan dan eksploitasi terhadap sumber daya kelautan bisa ditekan. (jul/stch/dda)
















