Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Permen Jadi Mood Booster, Ini Cara Zee Asadel Tetap Happy di Tengah Jadwal Padat
Wisata Perahu Dadakan Panen Cuan saat Sungai Serayu Banyumas Alami Surut

Wisata Perahu Dadakan Panen Cuan saat Sungai Serayu Banyumas Alami Surut

Surutnya Sungai SerayuSurutnya Sungai Serayu
Surutnya Sungai Serayu Banyumas menghadirkan wisata perahu dadakan di Wadas Cinta Carik dengan tarif murah dan pemandangan sunset.

BANYUMASEKSPRES.ID, Surutnya aliran Sungai Serayu akibat kemarau panjang membawa berkah bagi warga Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor, Banyumas melalui wisata perahu dadakan baru.

Kawasan Wadas Cinta Carik kini ramai dikunjungi masyarakat yang ingin menikmati suasana sunset di dasar sungai dengan pemandangan alam menarik.

Wisata dadakan tersebut hadir setelah debit Sungai Serayu menurun dan dimanfaatkan warga sebagai lokasi rekreasi sederhana selama musim kemarau panjang.

Pantauan detikJateng hari ini kawasan wisata dadakan tersebut tampak dipadati pengunjung dengan beberapa tenda disewakan sebagai latar belakang swafoto pengunjung.

Pedagang keliling juga terlihat masuk ke area dasar sungai untuk menawarkan berbagai dagangan kepada wisatawan yang datang menikmati suasana sore.

Wisata perahu baru beroperasi sekitar sepekan dengan memanfaatkan tiga perahu yang sebelumnya digunakan mengangkut sepeda motor saat jembatan ditutup sementara.

Kini perahu tersebut berubah fungsi menjadi wahana wisata menyusuri Sungai Serayu bagi pengunjung yang mencari pengalaman berbeda selama musim kemarau.

Operator perahu, Pitoyo, menjelaskan ide wisata muncul setelah melihat Wadas Cinta Carik ramai didatangi pengunjung karena viral melalui media sosial.

“Awalnya kita lihat potensinya besar karena ramai sekali. Akhirnya kita berinisiatif membuat wisata perahu. Perahu ini dulu dipakai mengangkut sepeda motor saat Jembatan Serayu ditutup,” kata Pitoyo, Selasa (22/7/2026).

Wisata perahu beroperasi setiap hari mulai pukul 15.00 WIB hingga 17.30 WIB dengan perjalanan menyusuri sungai yang menawarkan pemandangan menarik.

Dua perahu digandeng menjadi satu dan mampu membawa sekitar 30 penumpang dalam satu perjalanan menyusuri jalur sungai sepanjang kurang lebih satu.

Rute wisata tersebut membawa pengunjung menuju arah hilir Sungai Serayu sejauh sekitar satu kilometer sebelum kembali ke titik keberangkatan awal.

Perjalanan wisata perahu tersebut membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit untuk menyelesaikan rute perjalanan pulang pergi yang tersedia.

Pitoyo menyebutkan surutnya Sungai Serayu tahun ini terjadi akibat kemarau panjang meski kondisi serupa pernah terjadi tahun sebelumnya.

“Kalau tahun lalu sebenarnya surut seperti ini juga, tapi tidak seramai sekarang. Karena viral di media sosial akhirnya banyak yang datang ke sini untuk wisata. Baru tahun ini dibuat wisata perahunya,” ujarnya.

Pengunjung hanya membayar tarif Rp 5 ribu per orang untuk menikmati perjalanan wisata perahu menyusuri Sungai Serayu selama sore hari.

Dalam sehari, pengelola memperoleh pemasukan sekitar Rp 300 ribu yang kemudian dibagikan kepada pemuda pengelola wisata dadakan tersebut.

“Tarifnya Rp 5 ribu per orang. Kapasitasnya maksimal 30 orang sekali jalan,” ungkapnya.

Di luar jam operasional, perahu tetap digunakan mengangkut pasir dari Sungai Serayu sebagai aktivitas utama masyarakat setiap hari.

“Kalau hari biasa dipakai angkut pasir. Sore harinya baru dua perahu digandeng untuk wisata. Kalau buat angkut pasir sambungannya dilepas,” jelasnya.

Saat aktivitas wisata berlangsung, sambungan lima dua perahu dipasang sedangkan ketika mengangkut pasir sambungan tersebut akan dilepas kembali seperti biasa.

Dalam waktu tiga jam operasional, perahu biasanya mampu melayani tiga kali perjalanan pulang pergi bagi pengunjung yang datang.

“Hari Minggu kemarin kita mulai dari pagi. Bisa sampai 10 kali bolak-balik karena pengunjungnya banyak,” ungkap Pitoyo.

Asti mengetahui wisata tersebut melalui video TikTok dan datang bersama keluarga mencoba sensasi menyusuri Sungai Serayu menggunakan perahu wisata.

“Ini baru pertama kali mencoba wisata perahu di sini. Sangat worth it dengan tarif Rp 5 ribu. Pemandangannya bagus sekali dan cocok untuk wisata low budget,” kata Asti, warga Desa Sokaraja Wetan, Kecamatan Sokaraja.

Menurut Asti, tarif murah tersebut sebanding dengan pengalaman karena pemandangan sekitar sungai terlihat indah dan cocok untuk wisata hemat.

“Jaraknya juga tidak dekat, lumayan jauh. Pertama tahu tempat ini dari TikTok. Pengen langsung nyobain naik perahunya. Dulu waktu Jembatan Serayu ditutup belum sempat naik perahu, sekarang mumpung masih ada jadi sekalian mencoba bersama teman, anak dan suami,” tuturnya.

Wisata perahu Wadas Cinta Carik menjadi pilihan baru masyarakat Banyumas menikmati Sungai Serayu dengan biaya terjangkau selama kemarau berlangsung. (vip)

Berita Sebelumnya
Permen Jadi Mood Booster

Permen Jadi Mood Booster, Ini Cara Zee Asadel Tetap Happy di Tengah Jadwal Padat