Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Ratu Felisha Tegaskan Bukan Influencer yang Terseret Kasus Arisan Bodong 71 Miliar

Dituding Promosikan Arisan BodongDituding Promosikan Arisan Bodong
Ratu Felisha

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Selebritas senior Ratu Felisha angkat bicara setelah namanya terseret dalam pemberitaan mengenai dugaan kasus arisan bodong yang nilainya mencapai Rp71 miliar.

Ratu Felisha dengan tegas membantah pernah terlibat dalam promosi maupun pengelolaan arisan online tersebut.

Ia mengaku geram sekaligus kecewa karena merasa telah menjadi korban kesalahan identitas.

Menurut Ratu Felisha, sosok bernama Ratu Felicia yang disebut dalam perkara tersebut bukanlah dirinya.

Ratu Felisha bahkan mengaku tidak pernah mengikuti kegiatan arisan sepanjang hidupnya.

Ia juga menyebut tidak memahami mekanisme arisan karena memang tidak pernah menjalankannya.

“Seumur hidup aku enggak pernah ikut arisan, bahkan mengetahui saja cara main arisan enggak tahu kayak gimana. Terus tiba-tiba dituduh seperti ini, difitnah seperti ini dan diberitakan seperti ini dan ternyata sudah ramai banget,” tegas Ratu Felisha.

Karena pemberitaan mengenai dugaan keterlibatannya semakin ramai, Ratu Felisha kemudian berinisiatif memastikan informasi tersebut.

Ia meminta bantuan seorang sahabatnya yang bekerja di Polda Jawa Timur untuk mengecek identitas sosok yang sebenarnya terseret dalam kasus arisan bodong tersebut.

Sahabat Ratu Felisha bernama Lingga, yang telah dikenalnya sejak SMA. Ia meminta bantuan Lingga untuk memastikan apakah nama yang muncul dalam perkara tersebut benar-benar merujuk kepada dirinya atau orang lain.

“Karena sudah ramai akhirnya minta tolong sama sahabat aku dari SMA yang bekerja di Polda Jawa Timur, namanya Lingga terkait apakah benar atau tidak. Aku minta tolong ke dia untuk bantu cek,” ujarnya.

Untuk keperluan pengecekan, Ratu Felisha kemudian mengirimkan foto KTP kepada sahabatnya tersebut.

Dari hasil pengecekan, diketahui bahwa identitas Ratu Felicia yang berkaitan dengan kasus tersebut berbeda dengan identitas Ratu Felisha.

Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari sahabatnya, penyidik yang menangani perkara tersebut juga memastikan bahwa alamat dan identitasnya tidak sama.

“Ya sudah akhirnya aku diminta foto KTP, kemudian saya kirim. Lalu, dia mengatakan setelah dicek ke penyidik yang memproses kasus ini, ternyata alamatnya adalah alamat yang berbeda. Ternyata Ratu Felicianya juga berbeda,” jelasnya.

Menurut Ratu Felisha, orang yang dimaksud dalam pemberitaan adalah seorang influencer bernama Ratu Felicia yang memang telah dipanggil dalam perkara tersebut.

Ratu Felisha juga membantah pernah menerima tawaran endorsement untuk mempromosikan arisan online.

Ia menegaskan selama ini pekerjaan endorsement yang diterimanya berasal dari sejumlah produk lain dan tidak berkaitan dengan arisan.

“Aku tidak kenal sama dia, aku tidak pernah di-endorse sama arisan. Aku di-endorse sama produk skin care, parfum, beer, dan tidak ada yang menawarkan si arisan ini aku,” tuturnya.

Ia juga menyatakan tidak mengenal sejumlah nama yang disebut berkaitan dengan perkara dugaan arisan bodong tersebut, termasuk selebgram asal Bali Joyce Nia Kalisa alias JNK dan Dilan Janiyar.

Ratu Felisha mengatakan dirinya memang saat ini tinggal di Bali. Namun, ia baru menetap di Pulau Dewata sekitar satu tahun terakhir sehingga membantah anggapan bahwa dirinya memiliki hubungan dengan pihak-pihak yang terseret dalam kasus tersebut.

“Aku tidak mengerti kenapa namanya sama, dan aku sendiri tidak kenal yang namanya selebgram asal Bali Joyce Nia Kalisa alias JNK. Aku memang sudah pindah di Bali tetapi tidak kenal sama orang tersebut. Aku juga tidak kenal dengan Dilan Janiyar,” katanya.

Kesalahan penyebutan identitas tersebut membuat Ratu Felisha merasa sangat dirugikan.

Ia khawatir pemberitaan yang tidak tepat dapat memengaruhi citra dirinya, termasuk peluang kerja di industri hiburan dan endorsement.

Menurutnya, pihak production house maupun calon klien dapat memiliki persepsi berbeda apabila melihat pemberitaan yang mengaitkan namanya dengan kasus dugaan arisan bodong.

“Jujur aku kaget banget, aku difitnah dan aku tidak menerima hasil uangnya. Katanya aku terlibat ikut mempromosikan arisan ini which is endorse, aku tidak di-endorse, aku tidak melakukan, tidak menerima uang, dan aku tidak kenal,” tegasnya.

Ratu Felisha kemudian meminta media maupun pihak yang menyebarkan informasi keliru untuk segera melakukan klarifikasi dan menghapus pemberitaan yang mencantumkan dirinya sebagai pihak yang terlibat.

Ia menilai kesalahan identitas tersebut bukan persoalan sepele karena dapat berdampak langsung terhadap nama baik dan pekerjaan seseorang.

“Kalau kalian berpikir Ratu Felicia cuma ada satu di Indonesia dan itu aku, tetapi kalian sebagai media bisa tanya ke aku dahulu yang ternyata adalah influencer bukan aku, dan ini aku yang dirugikan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Siber Polda Jawa Timur mengungkap kasus dugaan arisan bodong yang melibatkan sejumlah artis dan selebgram. Nilai perkara tersebut disebut mencapai Rp71 miliar.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menangkap seorang perempuan berusia 27 tahun yang disebut sebagai selebgram Joyce Nia Kalisa alias JNK dan berdomisili di Bali.

Pihak kepolisian menyebut perkara tersebut berkaitan dengan promosi serta pengelolaan arisan online yang menawarkan iming-iming keuntungan kepada peserta. Polisi menduga arisan tersebut bersifat fiktif.

“Kasus promosi dan pengelolaan arisan online dengan iming-iming keuntungan atau arisan fiktif,” kata Dirresiber Polda Jatim Kombes Pol Bimo Ariyanto di Mapolda Jatim.

Kasus tersebut kemudian menjadi perhatian publik karena menyeret nama sejumlah figur publik.

Namun, Ratu Felisha menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keterlibatan dalam perkara tersebut.

Ia berharap klarifikasi mengenai perbedaan identitas antara dirinya dan Ratu Felicia yang dimaksud dalam perkara dapat segera diketahui masyarakat.

Ratu Felisha juga meminta agar media lebih berhati-hati dalam mencantumkan identitas seseorang dalam pemberitaan, terutama ketika terdapat kesamaan nama.

Baginya, kesalahan identitas dapat menimbulkan konsekuensi serius terhadap reputasi seseorang.

Terlebih bagi figur publik, pemberitaan mengenai kasus hukum dapat berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat maupun peluang kerja di masa mendatang.

“Apabila ada pihak production house ada yang mau kerja sama aku di kemudian hari kalian sudah memberikan berita palsu dan aku tidak tahu apa-apa, tentu mereka akan berpikir dua kali dan kerjaan endorsement membuat pihak aku yang dirugikan. Jujur aku kecewa banget,” tutup Ratu Felisha. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Siswi SMP Muhammadiyah 2 Cilacap Melaju ke GADA Bercahaya

Dhia Syarafana Terpilih Jadi Wakil Cilacap Utara di GADA Bercahaya Angkatan XXXIII 2026

Berita Selanjutnya
Karnaval HUT RI Bawa Berkah Pedagang Kecil

Karnaval HUT ke-81 RI di Banjarnegara Meriah, Pedagang Kecil Ketiban Berkah