BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Dampak musim kemarau 2026 mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Cilacap.
Hingga 16 Juli 2026, sedikitnya 14.267 warga di 15 desa mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat berkurangnya ketersediaan sumber air.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap terus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah terdampak kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah mendistribusikan 390 ribu liter air bersih menggunakan 74 truk tangki.
Menurutnya, distribusi bantuan tidak hanya bersumber dari anggaran Pemerintah Kabupaten Cilacap, tetapi juga mendapat dukungan dari berbagai pihak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan lembaga kemanusiaan.
“Dari total 74 tangki air yang sudah disalurkan, 50 tangki berasal dari APBD Kabupaten Cilacap, 21 tangki dari PMI Cilacap, dan tiga tangki dari Siaga Bencana Cilacap,” ujar Taryo, Minggu (19/7/2026).
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah yang terdampak kekeringan.
Sebagai contoh, pada Kamis (16/7), BPBD bersama para mitra kembali mengirimkan lima truk tangki air bersih ke wilayah Kecamatan Gandrungmangu.
Dua tangki air dari BPBD didistribusikan ke Desa Karanggintung, sedangkan tiga tangki bantuan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap disalurkan ke Desa Cinangsi.
Selain fokus pada distribusi air bersih, BPBD Cilacap juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak musim kemarau.
Personel Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) disiagakan selama 24 jam untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan serta merespons laporan masyarakat dengan cepat.
Langkah tersebut dilakukan agar penanganan dampak kekeringan dapat berjalan efektif dan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
“Kami berkomitmen hadir di tengah masyarakat dan memastikan kebutuhan air bersih warga terdampak kemarau dapat terpenuhi dengan baik,” tegas Taryo.
BPBD Kabupaten Cilacap juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana dan segera melaporkan apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga bantuan dapat segera disalurkan sesuai tingkat kebutuhan di masing-masing wilayah.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, PMI, organisasi kebencanaan, serta berbagai pihak lainnya, diharapkan distribusi bantuan air bersih dapat terus menjangkau seluruh daerah terdampak dan membantu masyarakat melewati musim kemarau dengan lebih baik. (jul/stch/dda)
















