BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Sebanyak 1.054 jemaah calon haji asal Kabupaten Banjarnegara telah dipastikan siap untuk diberangkatkan menuju Embarkasi Donohudan, sebuah lokasi penting dalam proses keberangkatan haji yang berfungsi sebagai tempat akomodasi bagi para jemaah.
Pemberangkatan ini direncanakan berlangsung pada pertengahan Mei 2026, menandai momen yang sangat dinantikan oleh banyak orang.
Pemerintah Kabupaten Banjarnegara saat ini tengah memfinalkan berbagai persiapan teknis yang berkaitan dengan keberangkatan.
Hal ini termasuk penjadwalan kloter serta pengaturan armada transportasi yang akan digunakan selama proses perjalanan.
Dalam hal ini, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Banjarnegara, Tursiman, memberikan penjelasan mengenai perubahan jumlah jemaah yang terdaftar dari data awal.
Menurut Tursiman, jumlah jemaah calon haji awalnya tercatat sebanyak 1.075 orang, termasuk petugas yang akan mendampingi mereka.
Namun, terdapat perubahan pada Kloter 71 di mana dua jemaah tidak dapat melanjutkan rencana keberangkatan mereka.
“Dua calon jemaah yang batal berangkat masing-masing karena meninggal dunia dan alasan kesehatan,” ungkap Tursiman pada Minggu (26/4/2026). Dengan demikian, total jemaah yang akan berangkat menjadi 1.054 orang.
Sesuai dengan jadwal revisi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, para jemaah asal Banjarnegara akan diberangkatkan dalam empat kelompok terbang atau kloter.
Rincian kloter tersebut adalah sebagai berikut: Kloter 69 merupakan rombongan pertama dengan jumlah 59 jemaah, disusul oleh Kloter 70 yang terdiri dari 354 jemaah, kemudian Kloter 71 yang berisi 352 jemaah, dan terakhir Kloter 72 dengan jumlah 287 jemaah.
Seluruh proses pelepasan para jemaah ini akan dipusatkan di Pendopo Dipayuda Adigraha, sebuah lokasi strategis yang dipilih untuk memastikan kelancaran acara.
Pemerintah daerah juga mempersiapkan berbagai langkah pengamanan serta sterilisasi lokasi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan selama acara pelepasan.
Selain itu, pihaknya juga bertanggung jawab untuk mengatur arus keberangkatan agar proses dapat berjalan dengan tertib dan lancar.
Untuk mendukung mobilisasi seluruh jemaah ke Embarkasi Donohudan, sebanyak 28 unit bus telah disiapkan.
Rincian penggunaan bus adalah sebagai berikut: dua bus untuk kloter pertama, sembilan bus untuk masing-masing Kloter 70 dan Kloter 71, serta delapan bus untuk Kloter terakhir.
Perjalanan darat menuju Donohudan diperkirakan akan memakan waktu sekitar enam jam.
Waktu tersebut sudah termasuk jeda istirahat dan ibadah serta pemeriksaan kendaraan yang diperlukan sebelum tiba di lokasi embarkasi.
Tursiman menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jemaah.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar seluruh jemaah berangkat dengan aman dan nyaman menuju tanah suci,” ujar Tursiman.
Proses pemberangkatan haji adalah salah satu momen paling penting bagi umat Islam di seluruh dunia.
Bagi banyak orang, perjalanan ke tanah suci Makkah merupakan impian seumur hidup yang sangat dihargai dan dinantikan.
Oleh karena itu, setiap detail dalam persiapan keberangkatan menjadi sangat krusial agar semua aspek berjalan dengan baik.
Masyarakat Banjarnegara sendiri menunjukkan antusiasme tinggi menjelang pemberangkatan ini.
Hal ini terlihat dari banyaknya dukungan dan perhatian dari keluarga serta kerabat para calon jemaah haji menjelang hari keberangkatan mereka. (jud/stch/dda)
















