BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Pada malam yang tidak biasa, Sabtu (25/4/2026), suasana di basement Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Banjarnegara tampak bersemangat dan meriah.
Biasanya, perpustakaan dikenal sebagai tempat yang tenang dengan deretan rak buku yang rapi, namun malam itu berubah total.
Ratusan warga berkumpul, duduk lesehan di atas tikar sambil menikmati teh dan kopi, semua terfokus pada layar tancep yang menampilkan film.
Di sela-sela pemutaran film, acara tersebut juga diselingi dengan bedah buku, pembicaraan dari penulis, serta obrolan santai mengenai literasi.
Inilah yang dikenal sebagai Malam Literasi perdana di Banjarnegara, sebuah format baru yang bertujuan untuk mengubah citra perpustakaan dari yang formal menjadi lebih dekat dengan masyarakat.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Banjarnegara, Arief Rahman, mengungkapkan rasa syukur dan keterkejutannya atas antusiasme warga yang luar biasa.
“Ini pertama kali kami menggelar Malam Literasi dengan konsep semi luar ruang dan suasana santai di malam hari. Harapannya literasi bisa makin hidup dan diminati masyarakat,” ujarnya.
Hal ini menunjukkan bahwa ada keinginan kuat dari pihak pengelola perpustakaan untuk menghadirkan kegiatan-kegiatan yang dapat menarik perhatian publik serta mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dunia literasi.
Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi Banjarnegara ke-455 dan menghadirkan dua agenda utama yang sangat menarik.
Agenda pertama adalah pemutaran film berjudul “Di Hyang, Negeri di Atas Awan,” sedangkan agenda kedua adalah bedah buku “Banjarnegara Surga Cerita” yang diluncurkan pada malam itu juga.
Buku tersebut merupakan hasil karya 49 penulis lokal yang mengikuti bimbingan teknis penulisan berbasis budaya lokal.
Ini bukan hanya sekadar peluncuran buku namun juga merupakan simbol dari upaya pengembangan literasi di daerah.
Indra Hari Purnama, seorang pegiat literasi, memberikan pandangannya tentang momen bersejarah ini. Ia mengatakan bahwa menulis adalah bentuk karya keabadian.
“Apa yang ditulis hari ini bisa menjadi warisan pengetahuan di masa depan,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan pentingnya menulis dalam konteks pelestarian budaya dan pengetahuan lokal agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Sementara itu, Muji Prasetyo, seorang penulis lain, melihat kegiatan ini sebagai langkah awal yang menjanjikan bagi tumbuhnya ekosistem kepenulisan di daerah.
“Ini langkah awal yang sangat baik. Semoga makin banyak karya lahir dari Banjarnegara,” ujarnya penuh harapan.
Harapan tersebut menggambarkan optimisme terhadap potensi kreatif para penulis muda di Banjarnegara untuk terus berkarya dan berkontribusi pada dunia literasi.
Film juga memainkan peranan penting dalam acara malam itu. Heni Purwono, Ketua Yayasan Sahabat Muda Indonesia, memberikan pendapatnya mengenai pentingnya karya film sebagai alat promosi daerah.
“Promosi wisata bisa dikemas lewat cerita yang kuat. Buku dan film bisa jadi inspirasi juga bagi pelaku ekonomi kreatif,” katanya.
Pernyataan Heni menunjukkan bahwa literasi tidak hanya terbatas pada buku tetapi dapat meluas ke dalam bentuk media lain seperti film, sehingga menarik lebih banyak perhatian.
Menarik untuk dicatat bahwa salah satu film yang diputar pada malam tersebut adalah hasil kolaborasi anak-anak muda Banjarnegara, sebagian besar merupakan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Kehadiran mereka dalam acara ini menyampaikan pesan bahwa dunia literasi tidak selalu berkaitan dengan buku saja tetapi juga memberi ruang bagi ide-ide kreatif serta ekspresi visual.
Ini adalah bukti nyata bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk berkarya dan berinovasi.
Malam Literasi ini menjadi salah satu momen penting dalam sejarah pengembangan budaya literasi lokal di Banjarnegara.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar acara hiburan semata tetapi juga sebagai wadah bagi masyarakat untuk berkumpul dan berbagi pengetahuan serta pengalaman dalam bidang literasi.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, harapan untuk meningkatkan minat baca dan menulis di kalangan masyarakat semakin menguat. (jud/stch/dda)
















