Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

1.240 Calon Jemaah Haji Cilacap Siap Berangkat ke Tanah Suci Tahun 2026

1.240 Calhaj Bakal Berangkat Tahun Ini1.240 Calhaj Bakal Berangkat Tahun Ini
PELAYANAN : Pelayanan pada Kantor Kementerian Agama Pusat Layanan Haji dan Umroh Kabupaten Cilacap

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Sebanyak 1.240 calon jemaah haji asal Kabupaten Cilacap siap menunaikan ibadah haji ke tanah suci pada tahun ini.

Dari total jumlah tersebut, sebanyak 602 di antaranya adalah jemaah laki-laki dan 638 jemaah perempuan, mencerminkan partisipasi yang seimbang dari kedua gender dalam pelaksanaan ibadah haji kali ini.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Cilacap, Bhanu Tholib, menjelaskan bahwa sebagian besar dari para jemaah ini termasuk dalam kategori jemaah reguler.

“Jemaah reguler berjumlah 1.176 orang, sementara jemaah lansia sebanyak 64 orang,” ungkap Bhanu Tholib kepada awak media pada Sabtu (3/1).

Secara lebih rinci, Bhanu menyebutkan bahwa dari kelompok jemaah lansia tersebut terdiri atas 35 laki-laki dan 29 perempuan. Sedangkan untuk jemaah reguler terdiri dari 567 laki-laki dan 609 perempuan.

Bhanu juga menginformasikan bahwa saat ini penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 telah memasuki tahapan penting yaitu pelunasan biaya perjalanan ibadah haji atau Bipih.

Proses pelunasan dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 2 hingga 9 Januari 2026.

“Kami mengimbau agar para jemaah yang telah dinyatakan berhak melunasi segera menyelesaikan proses pembayaran sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan supaya tidak mengalami kendala pada tahapan selanjutnya,” jelasnya lebih lanjut.

Menariknya, dalam daftar calon jemaah haji asal Cilacap tahun ini tercatat adanya variasi usia yang cukup menarik perhatian.

Jemaah termuda tercatat atas nama Hanum Munawaroh Izzah, seorang warga Kecamatan Kroya yang baru berusia 21 tahun.

Sementara itu, jemaah tertua adalah Mad Sajadi, warga Kecamatan Kedungreja, yang telah mencapai usia 95 tahun.

Fakta ini menunjukkan betapa beragamnya kelompok usia yang ikut serta dalam perjalanan spiritual ini.

“Kami akan terus melakukan pendampingan dan sosialisasi kepada seluruh jemaah agar proses administrasi dapat berjalan lancar hingga waktu keberangkatan tiba,” pungkas Bhanu, menegaskan komitmen pihaknya untuk memastikan semua urusan terkait keberangkatan dapat berjalan sesuai rencana.

Proses persiapan keberangkatan para calon jemaah haji merupakan rangkaian panjang yang memerlukan koordinasi dan perencanaan matang dari berbagai pihak terkait.

Mulai dari pendaftaran awal hingga pelunasan biaya perjalanan haji adalah tahapan-tahapan krusial yang harus dilalui oleh setiap calon haji.

Dalam hal ini, Kementerian Agama melalui Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Cilacap memainkan peran vital sebagai fasilitator sekaligus pendamping bagi para calon jemaah.

Pelaksanaan ibadah haji setiap tahunnya selalu menjadi perhatian khusus bagi pemerintah dan masyarakat karena melibatkan ribuan orang dengan latar belakang beragam.

Persiapan fisik dan mental menjadi fokus utama agar ibadah dapat dilaksanakan dengan khusyuk dan lancar.

Selain itu, aspek kesehatan juga menjadi prioritas terutama bagi para lansia yang memiliki kondisi fisik berbeda dibandingkan dengan mereka yang lebih muda.

Di sisi lain, keberangkatan calon jemaah haji termuda seperti Hanum Munawaroh Izzah mencerminkan antusiasme generasi muda dalam menjalankan kewajiban agama sejak dini.

Hal ini dapat menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi generasi berikutnya untuk lebih mendekatkan diri pada nilai-nilai spiritual Islam sejak usia muda.

Secara keseluruhan, persiapan keberangkatan calon jemaah haji asal Cilacap tahun ini menjadi gambaran nyata akan kerjasama antara pemerintah daerah melalui Kementerian Agama dengan masyarakat setempat. (jul/dda)

Berita Sebelumnya
Libur Panjang Dongkrak Kunjungan Wisata ke Pantai Mliwis

Pantai Mliwis Kebumen Jadi Destinasi Favorit Selama Liburan Sekolah

Berita Selanjutnya
Wajah Baru Sentul Garden Bikin Nyaman

Sentul Garden Purbalingga Kembali Jadi Favorit Wisata Warga Usai Direvitalisasi