BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap tengah mempercepat proses lelang untuk proyek infrastruktur, termasuk pengembangan kawasan heritage Titik Nol Cilacap.
Langkah strategis ini diambil agar pembangunan dapat dimulai sedini mungkin pada tahun 2026, memanfaatkan alokasi anggaran yang telah disiapkan oleh Pemkab Cilacap.
Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, mengungkapkan bahwa Pemkab telah mengalokasikan dana sebesar Rp 4 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 untuk proyek pengembangan ini.
“Anggaran untuk pengembangan kawasan heritage Titik Nol Cilacap tahun ini sebesar Rp 4 miliar. Jika sudah siap dilelang, segera laksanakan untuk percepatan pembangunan,” ujar Bupati Syamsul dalam keterangannya pada Jumat (2/1).
Selain fokus pada pembangunan kawasan utama, pemerintah daerah juga akan melakukan penataan terhadap lapangan yang terletak di sebelah Tugu Titik Nol.
Lapangan ini direncanakan menjadi ruang terbuka yang dapat digunakan untuk berbagai pertunjukan seni dan budaya.
“Lapangan di sebelah Tugu Titik Nol akan kita bangun dan tata. Saat ini memang digunakan untuk UMKM, namun nantinya akan disiapkan sebagai tempat pertunjukan kesenian secara terbuka,” lanjut Bupati.
Untuk memastikan kelancaran dan keberlanjutan proyek ini, Bupati Syamsul juga telah berkomunikasi dengan Anggota DPR RI, Novita Wijayanti.
Upaya ini dilakukan untuk mendapatkan dukungan anggaran tambahan dari pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Kemarin kami sudah berkomunikasi dengan Mbak Novita. Mudah-mudahan ada anggaran APBN yang bisa masuk dan diperuntukkan bagi pengembangan kawasan Titik Nol Cilacap,” tambahnya.
Pengembangan kawasan heritage Titik Nol Cilacap ini bukan hanya bertujuan mempercantik kota tetapi juga diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di daerah tersebut.
Dengan adanya ruang seni budaya yang baru, Kota Cilacap dapat menarik lebih banyak wisatawan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada dunia luar.
Kawasan heritage Titik Nol Cilacap memang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata populer di kota ini.
Keindahan serta nilai historisnya menarik minat banyak wisatawan baik dari dalam maupun luar daerah.
Kehadiran fasilitas baru seperti ruang terbuka untuk kesenian diyakini akan semakin meningkatkan daya tarik kawasan ini.
Dengan demikian, diharapkan perekonomian lokal pun mendapatkan dampak positif dari kunjungan wisatawan yang meningkat.
Banyak pihak optimis bahwa percepatan pembangunan ini dapat berjalan sesuai rencana dengan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat serta dukungan masyarakat setempat.
Inisiatif ini menunjukkan komitmen Pemkab dalam memajukan sektor pariwisata dan budaya sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Antusiasme masyarakat sekitar terhadap rencana pengembangan kawasan heritage Titik Nol cukup tinggi.
Mereka berharap proyek ini tidak hanya mempercantik kawasan tetapi juga menyediakan lebih banyak peluang usaha terutama bagi pelaku industri kreatif dan UMKM setempat.
Sebagai salah satu ikon penting Kota Cilacap, Tugu Titik Nol memiliki arti sejarah tersendiri bagi warga sekitar.
Pengembangannya menjadi simbol kebangkitan baru bagi kota tersebut dengan harapan menjadi magnet kuat bagi para pelancong yang ingin mengenal lebih dekat sejarah serta kebudayaan lokal.
Dengan percepatan pelaksanaan lelang dan dimulainya proyek pembangunan tepat waktu, harapan besar disematkan pada upaya pengembangan ini untuk membawa perubahan positif bagi wajah pariwisata dan ekonomi Kota Cilacap. (jul/dda)
















