BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Pada Kamis sore (4/6), dua remaja dilaporkan hilang setelah terseret ombak di kawasan Pantai Menganti Kisik, Kabupaten Cilacap.
Kejadian tersebut terjadi saat enam remaja sedang menikmati waktu mereka di tepi pantai.
Namun, keadaan mendadak berubah ketika gelombang besar menghantam dan menyeret mereka ke tengah laut.
Hingga malam hari, upaya pencarian oleh tim SAR gabungan masih berlanjut untuk menemukan kedua korban yang belum berhasil ditemukan.
Fajar Wajdi, perwakilan dari Basarnas Cilacap, mengungkapkan bahwa dari enam remaja yang terlibat dalam insiden tersebut, empat di antaranya berhasil menyelamatkan diri dari terjangan ombak.
“Empat di antaranya berhasil menyelamatkan diri, sementara dua lainnya belum ditemukan,” jelas Fajar pada Jumat (5/6).
Tim SAR kini terus berupaya menyisir area sekitar lokasi kejadian demi menemukan kedua korban yang hilang.
Keempat remaja yang berhasil selamat adalah A (14), DAP (14), DT (13), dan EFA (15).
Sementara itu, dua remaja yang masih hilang bernama A (14) dari Desa Kalisabuk, Kecamatan Kesugihan dan W (14) dari Desa Kuripan Lor, Kecamatan Kesugihan.
Laporan mengenai kecelakaan ini diterima oleh Basarnas Cilacap sekitar pukul 15.30 WIB, dan secepatnya satu tim rescue diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
Tim SAR tiba di Pantai Menganti Kisik sekitar pukul 15.55 WIB. Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan assessment situasi dan berkoordinasi dengan berbagai unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian.
Selain koordinasi dengan pihak terkait, tim juga segera melakukan penyisiran area di sekitar lokasi dimana korban diduga terseret ombak.
Proses pencarian dipenuhi tantangan karena kondisi gelombang yang cukup besar membuat pekerjaan tim menjadi lebih sulit dan membutuhkan kehati-hatian ekstra.
Fajar menambahkan bahwa upaya pencarian terhadap dua remaja yang hilang akan dilanjutkan pada hari berikutnya dengan melibatkan semua unsur SAR gabungan serta memperhatikan kondisi cuaca di lapangan.
Hingga malam hari, tim masih terus memantau situasi sekitar pantai. Upaya pencarian dilakukan hingga pukul 20.00 WIB namun sayangnya kedua korban belum berhasil ditemukan sehingga operasi SAR dihentikan sementara dan dijadwalkan untuk dilanjutkan pada hari berikutnya.
Dalam operasi pencarian tersebut, Basarnas Cilacap mengerahkan berbagai peralatan canggih guna memaksimalkan efisiensi pencarian korban.
Peralatan yang digunakan termasuk satu unit Rescue Car Carrier, satu set peralatan air, satu unit LCR, satu set peralatan medis, serta empat set alat komunikasi untuk memastikan kelancaran komunikasi antara tim di lapangan.
Tim SAR gabungan melibatkan sejumlah unsur terkait dalam proses penyisiran di lapangan dengan harapan dapat memperluas area pencarian mengingat arus dan gelombang laut di kawasan pantai selatan cukup kuat.
Pantai selatan Cilacap sendiri terkenal dengan ombak besar serta arus bawah laut yang berbahaya terutama saat kondisi cuaca tidak menentu.
Oleh karena itu, sangat penting bagi wisatawan untuk selalu berhati-hati dan tidak berenang terlalu jauh dari bibir pantai.
Sejarah mencatat beberapa kejadian serupa sebelumnya juga pernah terjadi di kawasan pantai selatan Jawa Tengah akibat tingginya gelombang laut yang datang secara tiba-tiba dan tidak terduga.
Petugas memberikan imbauan kepada masyarakat dan pengunjung pantai untuk mematuhi semua peringatan keselamatan yang dipasang di area pantai guna menghindari risiko kecelakaan laut yang mungkin bisa terjadi jika pengunjung lengah atau tidak mematuhi imbauan keselamatan tersebut. (jul/stch/dda)
















