Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Warga Binaan Lapas Cilacap Produksi 925 Baju, Bukti Sukses Pelatihan Kerja dan Rehabilitasi

WBP Lapas Nirbaya Terima Pesanan dari Luar DaerahWBP Lapas Nirbaya Terima Pesanan dari Luar Daerah
PRODUKSI BAJU : Warga binaan Lapas Nirbaya saat memproduksi pesanan dari Lapas di wilayah Jawa Tengah

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Balai Latihan Kerja (BLK) Konveksi Lapas Kelas IIB Nirbaya Cilacap kini semakin mendapatkan kepercayaan dari berbagai lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di wilayah Jawa Tengah.

Dalam waktu dua pekan terakhir, program pembinaan kemandirian yang diusung melalui BLK Konveksi telah berhasil memproduksi sebanyak 925 potong baju.

Produk yang dihasilkan bukan hanya berfungsi sebagai sarana pelatihan keterampilan, tetapi juga telah memenuhi sejumlah pesanan dari beberapa unit pemasyarakatan.

BLK Konveksi Lapas Nirbaya telah mengirimkan 100 potong baju ke Rutan Boyolali, 100 potong baju ke Lapas Klaten, serta 20 potong baju ke Rutan Temanggung.

Keberhasilan ini menjadi penanda positif bagi program pembinaan kemandirian yang dijalankan oleh lembaga tersebut.

Kepala Lapas Kelas IIB Nirbaya, Helmi Najih, menyampaikan bahwa capaian ini menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan.

“Melalui BLK Konveksi ini, warga binaan tidak hanya belajar menjahit, tetapi juga belajar disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab. Keterampilan ini diharapkan menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Helmi pada Kamis (4/6).

Saat ini, proses produksi di BLK Konveksi dilakukan melalui dua jalur produksi. Jalur pertama mampu menghasilkan sekitar 133 potong baju setiap harinya.

Sementara itu, jalur kedua yang masih dalam tahap pembentukan anggota telah berhasil memproduksi sekitar 50 potong baju per hari.

Menurut Helmi Najih, peningkatan jumlah produksi dan adanya pesanan dari sejumlah lapas dan rutan menunjukkan bahwa hasil karya warga binaan memiliki kualitas baik dan dapat bersaing di pasaran.

Program ini bukan hanya sekadar inisiatif pelatihan keterampilan, tetapi juga merupakan bagian integral dari upaya rehabilitasi yang lebih luas untuk warga binaan.

Helmi menekankan pentingnya memberikan keterampilan yang relevan kepada para narapidana agar mereka dapat memiliki kemampuan produktif saat kembali ke masyarakat.

“Kami berharap program pembinaan kemandirian ini terus berkembang sehingga semakin banyak warga binaan yang memperoleh keterampilan kerja dan pengalaman berharga untuk kehidupan setelah menjalani masa pidana,” pungkasnya.

Dengan adanya BLK Konveksi di Lapas Kelas IIB Nirbaya Cilacap, tidak hanya menawarkan pelatihan menjahit bagi warga binaan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi mereka setelah keluar dari masa hukuman. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Polres Luncurkan Tracer TB

Polres Kebumen Luncurkan 90 Bhabinkamtibmas Jadi Tracer TB Paru

Berita Selanjutnya
Terdakwa Laka Sokaraja Minta Bebas

Kuasa Hukum Terdakwa Laka Maut Sokaraja Minta Pembebasan dan Pemulihan Nama Baik Kliennya