BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Suasana yang penuh semangat dan kreativitas terlihat jelas di lingkungan SMK N 1 Kebumen baru-baru ini.
Para siswa unjuk gigi dalam ajang Gelar Karya Pembelajaran dan Pagelaran Seni yang bertajuk ‘Reply The Moment, Relive The Hype’.
Kegiatan ini berlangsung meriah selama tiga hari, dari Selasa hingga Kamis, tepatnya pada tanggal 2 hingga 4 Juni 2026.
Kepala SMKN 1 Kebumen, Umi Rokhayatun, menyatakan bahwa acara ini merupakan wadah bagi siswa kelas X dan XI untuk menampilkan berbagai atraksi seni.
Para siswa tidak hanya menunjukkan bakat mereka dalam seni musik dan tari tradisional, tetapi juga dalam bentuk koreografi yang memukau.
Gelar karya ini menjadi lebih dari sekadar pertunjukan panggung, karena para siswa juga menggelar pameran prakarya serta kewirausahaan yang menampilkan inovasi mereka.
Pameran yang diadakan mencakup beragam aspek, mulai dari fotografi, bazar, hingga stand teknologi robotik.
Dalam kesempatan tersebut, siswa juga membuka berbagai stand menarik, termasuk rumah hantu yang penuh kejutan dan stand inovasi sains yang menarik perhatian pengunjung.
Keberadaan bintang tamu grup band lokal Kebumen semakin menambah suasana meriah dari gelaran ini.
Umi menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai media apresiasi terhadap kreativitas murid serta guru dalam proses pembelajaran.
Ia menjelaskan bahwa acara tersebut juga merupakan bagian dari penilaian sumatif untuk sejumlah mata pelajaran yang tidak dilaksanakan dalam bentuk penilaian tertulis.
Dalam konteks ini, peran guru atau wali kelas hanya bersifat mendampingi dan memberikan arahan agar kegiatan dapat berjalan optimal.
“Ini adalah bentuk kolaborasi semua pihak dari siswa, bapak dan ibu guru semua mata pelajaran, komite sekolah hingga wali murid,” imbuh Umi.
Pendekatan kolaboratif ini mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang terjalin di antara seluruh elemen sekolah.
Kegiatan seperti Gelar Karya Pembelajaran dan Pagelaran Seni ini memiliki dampak positif yang signifikan bagi pengembangan karakter dan keterampilan sosial para siswa.
Dengan berpartisipasi aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan acara, siswa belajar tentang tanggung jawab, kepemimpinan, serta kerja sama tim.
Hal ini menjadi bekal berharga bagi mereka ketika terjun ke masyarakat di masa depan.
Seni selalu menjadi bagian integral dari pendidikan yang holistik. Melalui kegiatan seni, siswa tidak hanya mengembangkan kemampuan artistik mereka tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan berkomunikasi.
Ketika mereka tampil di depan umum, baik dalam pertunjukan musik maupun tari, mereka belajar bagaimana menghadapi tekanan dan mengambil risiko dengan menghadapi audiens.
Lebih jauh lagi, pameran karya prakarya memberikan kesempatan bagi para siswa untuk menunjukkan hasil kerja keras mereka.
Ini bukan hanya sekadar pameran biasa; ini adalah kesempatan bagi mereka untuk berinovasi dan berkreasi sesuai minat masing-masing.
Melalui bazar dan stand teknologi robotik misalnya, mereka bisa menunjukkan kepada pengunjung bagaimana teknologi dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. (cah/stch/dda)














