BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Kejadian tragis mengguncang warga Desa Kebumen, Kecamatan Baturraden pada Kamis pagi, tanggal 4 Juni.
Sesosok pria ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergeletak di area persawahan.
Penemuan tersebut terjadi ketika seorang warga yang hendak memeriksa lahan sawahnya tak sengaja melihat sesuatu yang mencurigakan di sekitar aliran irigasi.
Sekitar pukul 07.40 WIB, laporan mengenai penemuan mayat tersebut diterima oleh petugas setempat.
Mengetahui urgensi situasi ini, segera dibentuk tim gabungan untuk menangani kasus ini.
Tim tersebut terdiri dari berbagai unsur, termasuk Polsek Baturraden, Unit Reskrim, Tim Inafis Polresta Banyumas, petugas medis dari Puskesmas Baturraden 1, serta relawan dan tim rescue.
Imam, salah satu anggota tim rescue yang terlibat dalam proses evakuasi menjelaskan bahwa peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Sudar.
Sekitar pukul 07.30 WIB, Sudar berangkat untuk mengecek sawah miliknya, namun ia merasa curiga setelah melihat bagian kaki seseorang terlihat di aliran irigasi tersebut.
“Saat tiba di lokasi, ia melihat bagian kaki seseorang berada di aliran irigasi dan merasa janggal,” ungkap Imam.
Merasa tidak nyaman dengan temuannya, Sudar memutuskan untuk meminta bantuan dari Wildan, seorang warga lain yang kebetulan berada di warung dekat lokasi kejadian.
Informasi mengenai penemuan mayat ini kemudian diteruskan kepada Babinsa setempat dan akhirnya dilaporkan ke Polsek Baturraden.
“Setelah menerima laporan, tim gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah TKP. Korban kemudian berhasil dievakuasi sekitar pukul 09.00 WIB dalam kondisi sudah meninggal dunia,” tambah Imam.
Dari hasil identifikasi yang dilakukan petugas gabungan tersebut, korban diketahui bernama Daryanto (50), seorang warga Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan Purwokerto Timur.
Menurut keterangan pihak keluarga, Daryanto telah meninggalkan rumahnya selama kurang lebih satu bulan sebelum akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.
Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak keluarga serta hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, Daryanto diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan penyakit epilepsi.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan korban telah meninggal beberapa jam sebelum ditemukan. Tidak ada indikasi kekerasan. Luka yang ditemukan diduga akibat benturan di sekitar lokasi, sementara penyebab kematian kemungkinan besar karena penyakit bawaan,” ungkap Kapolresta.
Pihak kepolisian menekankan bahwa tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban saat dilakukan pemeriksaan oleh tim medis di lokasi kejadian.
Hal ini memberikan sedikit ketenangan bagi masyarakat setempat yang mungkin merasa khawatir akan adanya kejahatan yang terjadi di lingkungan mereka.
Setelah melalui proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan medis selesai dilakukan oleh pihak berwenang, jenazah Daryanto diserahkan kepada keluarganya.
Pihak keluarga kemudian membawa jenazah tersebut untuk dimakamkan dengan cara yang layak sesuai dengan tradisi dan keyakinan mereka.
Tragedi ini tentunya menjadi perhatian bagi banyak pihak terutama dalam hal kesehatan mental dan kepedulian terhadap individu-individu yang memiliki riwayat gangguan jiwa atau kondisi kesehatan lainnya.
Keberadaan dukungan sosial dan perhatian dari komunitas sangat penting untuk mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang.
Sebagai bagian dari upaya preventif, masyarakat dihimbau untuk lebih peka terhadap keadaan sekitar mereka dan tidak ragu untuk melaporkan hal-hal mencurigakan kepada pihak berwenang.
Kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan bisa menjadi langkah awal untuk menciptakan keamanan bersama.
Dalam situasi seperti ini, adalah penting bagi kita semua untuk memahami bahwa setiap individu memiliki cerita dan latar belakangnya masing-masing.
Kita tidak hanya kehilangan seorang sosok ketika peristiwa seperti ini terjadi tetapi juga harus merenungkan bagaimana cara kita dapat saling mendukung dalam menghadapi tantangan hidup yang sering kali tidak terduga.
Kesedihan serta duka cita mendalam dirasakan oleh keluarga Daryanto atas kehilangan sosok tercintanya.
Dengan harapan agar peristiwa tragis ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua tentang pentingnya kesehatan mental serta perhatian terhadap sesama. (zet/stch/dda)
















