BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Hingga saat ini, Terminal Tipe C Sokaraja masih belum bisa beroperasi meskipun pembangunan fisik sudah rampung dilakukan.
Ketidakaktifan terminal ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi mangkraknya fasilitas publik yang seharusnya dapat mendukung mobilitas masyarakat dan perdagangan di kawasan sekitar.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa belum ada bus mikro atau angkutan umum lain yang beroperasi masuk atau keluar dari terminal tersebut.
Sementara itu, tujuh kios yang disediakan juga belum dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan jual beli meskipun beberapa di antaranya sudah mulai ditempati oleh pedagang.
Kasi Terminal Dinas Perhubungan Banyumas, Muharam Wijayanto, mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama yang menghambat aktifnya Terminal Sokaraja adalah ketiadaan fasilitas air bersih.
“Karena itu, tahun ini pemerintah kembali mengalokasikan anggaran untuk pembangunan sumur bor dan pompa air,” ujarnya.
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa untuk pembuatan sumur bor dan pompa air tersebut, pemerintah telah menganggarkan sekitar Rp 6 juta.
“Perhitungannya paling dalam 10 meter sudah ada mata air,” tambahnya.
Sumur bor ini direncanakan akan diletakkan di bagian depan terminal, sebuah posisi strategis agar akses ke fasilitas ini mudah dijangkau.
Selain itu, Muharam juga menjelaskan bahwa sebelumnya pemerintah telah melakukan pembangunan akses masuk dan keluar untuk bus serta sistem drainase menggunakan U-Ditch di depan terminal.
Melihat perkembangan tersebut, tahun ini juga akan dilaksanakan pemavingan di sebagian area terminal sebagai upaya untuk mendukung operasional terminal yang diharapkan segera dapat berjalan.
“Setelah fasilitas air bersih tersedia, kami berharap aktivitas terminal dan kios pedagang mulai berjalan perlahan,” jelas Muharam.
Ini menunjukkan optimisme dari pihak Dinas Perhubungan Banyumas untuk segera memfungsikan Terminal Sokaraja demi kemudahan masyarakat dalam bertransportasi.
Selain masalah ketersediaan air bersih, terdapat perhatian khusus terhadap kondisi panggung yang ada di tengah terminal.
Panggung tersebut tampak kurang terawat dan berpotensi dibongkar saat terminal mulai aktif.
Area tersebut nantinya bisa dimanfaatkan lebih baik untuk mendukung mobilitas kendaraan umum yang masuk dan keluar dari terminal.
Muharam menambahkan bahwa untuk pemeliharaan terminal, anggaran akan tersedia dari kantor Dinas Perhubungan Banyumas.
Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan fasilitas transportasi publik yang layak dan berkualitas bagi masyarakat Banyumas. (yda/stch/dda)
















