Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

240 Arsip Bersejarah Patal Cilacap Diserahkan ke Dinas Arpus, Selamatkan Jejak Industri Masa Lalu

240 Arsip Eks Patal "Kembali" ke Cilacap240 Arsip Eks Patal "Kembali" ke Cilacap
ARSIP : Buku-buku kuno serta foto-foto eks Patal pada masa lalu diserahkan ke Dinas Arpus Cilacap sebagai saksi sejarah kondisi Cilacap pada masa lalu

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Dalam momen bersejarah yang menjadi tonggak penting bagi pelestarian warisan budaya, arsip statis dan koleksi buku kuno dari PT Industri Sandang Nusantara (Persero), yang lebih dikenal oleh masyarakat sebagai Patal, resmi diserahkan kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Cilacap.

Penyerahan ini dilakukan melalui penandatanganan Berita Acara Serah Terima di Gedung PT Industri Sandang Nusantara, yang terletak di Jalan Kyai Kendilwesi, Cilacap.

Kepala Dinas Arpus Kabupaten Cilacap, Achmad Fauzi, menegaskan bahwa penyerahan arsip tersebut merupakan langkah krusial untuk menyelamatkan jejak sejarah Cilacap yang terekam dalam dokumen perusahaan.

Fauzi menyatakan, “Karena sebagian arsip PT Industri Sandang Nusantara sudah diakuisisi oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), kami berupaya meminta arsip-arsip lama yang menggambarkan kondisi Cilacap pada masa itu agar tetap bisa menjadi sumber informasi bagi masyarakat daerah.”

Pernyataan Fauzi mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan warisan sejarah yang ada di wilayahnya.

Dengan adanya arsip ini, masyarakat dapat memiliki akses ke informasi yang relevan mengenai perkembangan daerah mereka.

Dalam proses penyerahan tersebut, terdapat sekitar 240 jenis arsip yang telah disetujui untuk diserahkan kepada Dinas Arpus Cilacap.

Koleksi arsip tersebut terdiri dari dokumentasi foto kegiatan perusahaan selama periode 1976 hingga 2004, yang merekam berbagai aktivitas perusahaan serta kontribusinya terhadap kehidupan sosial dan pembangunan di Kabupaten Cilacap.

Fauzi menambahkan bahwa “Patal ini menjadi salah satu cikal bakal Kabupaten Cilacap disebut sebagai kota industri, jadi dipandang perlu untuk menyelamatkan arsip-arsip lama yang berkaitan dengan Patal.”

Pernyataan ini menunjukkan pentingnya PT Industri Sandang Nusantara dalam sejarah industri di Cilacap.

Selain arsip foto, Dinas Arpus juga menerima sejumlah buku kuno yang sebelumnya menjadi koleksi perpustakaan perusahaan.

Buku-buku ini dianggap memiliki nilai sejarah dan pengetahuan yang signifikan untuk dilestarikan.

Fauzi menjelaskan bahwa keberadaan arsip dan buku kuno ini diharapkan dapat memperkaya khazanah sejarah daerah sekaligus menjadi sumber referensi bagi peneliti, pelajar, akademisi, serta masyarakat umum yang ingin mendalami perkembangan Cilacap di masa lalu.

“Arsip-arsip ini tidak hanya menceritakan perjalanan sebuah perusahaan, tetapi juga menggambarkan kondisi sosial, ekonomi, dan kehidupan masyarakat Cilacap pada zamannya,” ujar Fauzi.

Dalam konteks ini, Arsip Statis dan koleksi buku kuno tersebut bukan hanya sekadar tumpukan dokumen atau buku tua.

Mereka adalah saksi hidup dari perjalanan panjang sebuah daerah yang terus berkembang.

Dinas Arpus Cilacap berkomitmen untuk melakukan pengelolaan dan pelestarian secara optimal agar informasi yang terkandung dalam arsip tersebut dapat dimanfaatkan oleh generasi sekarang maupun mendatang.

Upaya ini dilakukan dengan harapan agar masyarakat lebih memahami sejarah lokal mereka serta mendorong minat baca dan penelitian tentang sejarah daerah.

Pelestarian arsip dan buku kuno bukanlah hal baru dalam konteks pengelolaan kearsipan di Indonesia.

Namun, setiap langkah konkrit seperti penyerahan arsip dari Patal ke Dinas Arpus Cilacap menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya dan sejarah bangsa.

Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan literasi masyarakat melalui akses terhadap informasi yang berkualitas.

Dalam era digital saat ini, tantangan untuk melestarikan dokumen fisik semakin besar.

Namun dengan adanya komitmen dari Dinas Arpus Kabupaten Cilacap untuk mengelola koleksi berharga ini dengan baik, diharapkan dapat meminimalisir risiko kehilangan informasi penting yang ada di dalamnya.

Proses digitalisasi juga dapat dipertimbangkan sebagai langkah lanjutan agar dokumen-dokumen bersejarah tersebut dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat luas tanpa mengurangi nilai asli dari dokumen tersebut.

Pentingnya dokumentasi sejarah lokal juga berfungsi sebagai identitas bagi masyarakat setempat.

Masyarakat perlu merasakan keterhubungan dengan sejarah mereka agar rasa cinta tanah air semakin tumbuh.

Ketika generasi muda memahami latar belakang sejarah daerah mereka melalui arsip dan buku kuno ini, mereka akan lebih menghargai perjuangan pendahulu mereka serta berusaha untuk menjaga kelangsungan warisan budaya tersebut. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Korban Investasi Bodong Bertambah Lagi

Korban Investasi Bodong di Banyumas Bertambah Jadi 61 Orang, Kerugian Tembus 13,2 Miliar

Berita Selanjutnya
Sampah Liar Menumpuk di Sirau

DLH Banyumas Ambil Langkah Tepat Atasi Tumpukan Sampah Liar di Ruas Jalan Buntu-Sirau