BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Kunjungan wisata edukasi ke Museum Wayang Banyumas terus meningkat, meskipun tahun pelajaran 2025/2026 sudah memasuki masa akhir.
Berbagai sekolah dari beragam jenjang pendidikan memanfaatkan museum ini sebagai lokasi pembelajaran luar kelas yang memadukan elemen rekreasi dan edukasi.
Hal ini menunjukkan bahwa Museum Wayang Banyumas tetap menjadi pilihan utama bagi lembaga pendidikan yang ingin memberikan pengalaman belajar menarik bagi siswa.
Staf Pengelola Museum Wayang Banyumas, Gilang Eka, menjelaskan bahwa sejumlah sekolah masih aktif berkonsultasi mengenai rencana kunjungan edukasi.
Proses konsultasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pertanyaan mengenai harga tiket hingga rekomendasi waktu yang efektif untuk kunjungan rombongan siswa, khususnya bagi kelas bawah sekolah dasar.
“Dari sekolah masih ada yang datang untuk konsultasi rencana kunjungan edukasi ke Museum Wayang Banyumas,” ungkap Gilang pada Kamis, 4 Juni.
Pemilihan waktu kunjungan merupakan hal penting yang harus diperhatikan agar kegiatan tidak hanya sekadar piknik semata.
Anak-anak diharapkan dapat menyerap ilmu pengetahuan sesuai dengan tingkat usia mereka.
Dengan demikian, kunjungan ini tidak hanya menjadi pengalaman rekreasi tetapi juga pengalaman belajar yang berkesan dalam tahap perkembangan mereka.
Gilang menambahkan bahwa pada Kamis tersebut, museum kembali menerima rombongan wisata edukasi dari luar daerah.
Selain siswa-siswa dari sekolah dasar asal Purbalingga, beberapa siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) juga turut serta dalam kunjungan tersebut untuk mengenal lebih dekat budaya serta sejarah yang ada di Banyumasan.
“Tadi juga ada rombongan dari sekolah dasar asal Purbalingga yang melakukan wisata edukasi dan beberapa siswa SMK,” sambung Gilang.
Dalam hal ini, kehadiran para siswa dari luar daerah menunjukkan bahwa Museum Wayang Banyumas tidak hanya dikenal di kalangan masyarakat lokal, tetapi juga menarik perhatian siswa dari daerah lain yang ingin belajar tentang kekayaan budaya Jawa Tengah.
Museum Wayang Banyumas hingga saat ini masih menjadi salah satu tujuan wisata edukasi favorit bagi lembaga pendidikan di Banyumas dan sekitarnya.
Keberadaan museum ini menawarkan aksesibilitas yang lebih terjangkau bagi anak-anak, serta dianggap sangat efektif dalam memperkenalkan muatan lokal kepada siswa secara langsung.
Dalam konteks pembelajaran budaya, berbagai koleksi wayang dan non-wayang yang tersedia di museum menjadi sarana belajar yang mudah dipahami oleh siswa.
Informasi sejarah yang disajikan di museum juga berfungsi untuk menambah wawasan generasi muda tentang budaya Banyumasan agar tetap dikenal sejak dini.
Dengan mengajak anak-anak berkunjung ke museum, diharapkan dapat membangun rasa cinta dan kebanggaan mereka terhadap warisan budaya daerahnya sendiri. (fij/stch/dda)
















