BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Aula Kelurahan Bantarsoka yang terletak di Purwokerto Barat kini resmi memasuki proses perbaikan setelah berbulan-bulan tidak digunakan.
Penutupan aula ini disebabkan oleh kondisi plafon dan atap yang dinilai rawan ambrol, sehingga dapat membahayakan keselamatan warga dan pegawai kelurahan.
Dengan anggaran mencapai Rp 199,9 juta, perbaikan ini dimulai sejak Selasa, 2 Juni dan ditargetkan rampung dalam waktu dua bulan ke depan.
Sekretaris Kelurahan Bantarsoka, Moh Ari Yulianto, mengungkapkan bahwa saat ini proses perbaikan telah memasuki hari ketiga pengerjaan.
Selain fokus pada perbaikan atap dan plafon, proyek ini juga mencakup pengecatan aula agar bangunan tersebut dapat kembali digunakan dengan layak untuk aktivitas masyarakat serta berbagai kegiatan kelurahan.
“Hari ini (kemarin Kamis, red) masuk hari ketiga,” ujarnya.
Ari menjelaskan bahwa aula sudah ditutup total sejak awal tahun karena dianggap membahayakan keselamatan.
Pihak kelurahan bahkan telah memasang peringatan mengenai risiko ambrol di area aula untuk memastikan tidak ada aktivitas di dalam bangunan tersebut.
“Sejak awal tahun aula total tidak digunakan dan dipasang peringatan karena rawan ambrol,” terang dia.
Selama proses renovasi berlangsung, sejumlah berkas dan dokumen milik Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) yang sebelumnya disimpan di Aula Bantarsoka pun harus dipindahkan sementara ke Aula Kelurahan Pasirmuncang.
Pemindahan ini dilakukan untuk menjaga keamanan dokumen-dokumen tersebut agar tidak terdampak oleh pekerjaan konstruksi yang sedang berlangsung.
Ari juga menekankan pentingnya aula bagi masyarakat kelurahan. Ia berharap setelah selesai direnovasi, Aula Kelurahan Bantarsoka dapat kembali dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan warga dan tempat pertemuan masyarakat.
“Keberadaan aula sangat penting untuk mendukung berbagai aktivitas pelayanan dan kegiatan sosial di lingkungan kelurahan,” ungkapnya.
Ketika ditanya mengenai kondisi bangunan sebelum perbaikan dimulai, Ari menyebutkan bahwa kerusakan yang cukup parah terjadi pada bagian kuda-kuda depan bangunan yang sudah kropos.
Penggantian fokus akan dilakukan pada bagian tersebut agar struktur atap kembali aman digunakan demi kenyamanan warga yang akan memanfaatkan aula di masa mendatang.
“Kuda-kuda bagian depan kropos,” pungkas Ari.
Proses renovasi ini tentunya menjadi harapan bagi masyarakat sekitar, terutama bagi mereka yang bergantung pada keberadaan aula untuk berbagai kegiatan sosial dan pelayanan publik.
Aula yang sebelumnya menjadi tempat berkumpulnya warga untuk rapat atau acara-acara tertentu kini sedang dalam tahap pemulihan agar bisa kembali berfungsi dengan baik.
Tentu saja, perhatian terhadap infrastruktur publik seperti Aula Kelurahan Bantarsoka sangat penting.
Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menyediakan fasilitas yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
Tidak hanya sekadar tempat bertemu, tetapi aula juga bisa menjadi simbol keterhubungan antar warga serta dukungan terhadap berbagai inisiatif sosial yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Masyarakat pun berharap agar proses renovasi dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Mereka optimis bahwa setelah renovasi selesai, aula akan dapat memenuhi harapan sebagai tempat berkumpul yang aman dan nyaman.
Dengan demikian, aktivitas-aktivitas sosial maupun pelayanan publik yang selama ini terhambat bisa kembali dilaksanakan dengan baik. (yda/stch/dda)














