BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Banjarnegara mengalami perbaikan yang signifikan.
Meskipun demikian, hingga akhir tahun 2025, masih terdapat hampir 200 kilometer ruas jalan kabupaten yang terklasifikasi dalam kategori rusak ringan hingga berat.
Data yang dirilis oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banjarnegara menunjukkan bahwa dari total panjang jaringan jalan kabupaten yang mencapai 885,8 kilometer, hanya sekitar 58 persen yang berada dalam kondisi baik.
Plt Kepala DPUPR Banjarnegara, Izak Danial Aloys menjelaskan bahwa saat ini panjang jalan yang berkondisi baik mencapai 513,828 kilometer atau setara dengan 58,007 persen dari total panjang jalan kabupaten.
“Sementara itu, untuk jalan dengan kondisi sedang mencapai 173,599 kilometer atau sekitar 19,598 persen. Adapun jalan yang teridentifikasi dalam kategori rusak ringan memiliki panjang sekitar 124,058 kilometer dan rusak berat sepanjang 74,315 kilometer,” ungkap Izak pada Kamis (4/6/2026).
Jika kita menggabungkan data ruas jalan yang mengalami kerusakan ringan dan berat, totalnya mencapai 198 kilometer.
Angka ini menunjukkan bahwa lebih dari 22 persen dari keseluruhan panjang jalan kabupaten masih membutuhkan penanganan serius agar bisa kembali berfungsi dengan optimal.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara optimis bahwa kondisi jalan akan terus membaik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Pada tahun 2025, diperkirakan panjang jalan dalam kondisi baik akan bertambah sekitar 24 kilometer dibandingkan capaian pada tahun 2024.
Peningkatan kualitas infrastruktur ini didorong oleh sejumlah proyek pembangunan dan pemeliharaan yang dilaksanakan sepanjang tahun lalu.
DPUPR mencatat bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian kegiatan pemeliharaan berkala pada jalan sepanjang 11,45 kilometer.
Selain itu, rekonstruksi jalan sepanjang 32,58 kilometer juga telah dilaksanakan serta rehabilitasi jalan sejauh 10,9 kilometer.
“Dari target kemantapan jalan sebesar 60 persen, realisasi yang dicapai hingga akhir tahun adalah sebesar 58,01 persen,” kata Izak.
Penting untuk dicatat bahwa mayoritas ruas jalan kabupaten kini telah menggunakan perkerasan hotmix.
Panjang total perkerasan hotmix mencapai sekitar 825,8 kilometer dan mendominasi jaringan jalan yang ada di Kabupaten Banjarnegara.
Sisa ruas lainnya terdiri dari jalan beton sepanjang 53,05 kilometer, jalan kerikil seluas 5,58 kilometer, dan jalan tanah yang tersisa tidak lebih dari 1,37 kilometer.
Sekretaris DPUPR Banjarnegara, M Arqom Al Fahmi menambahkan bahwa selain jaringan jalan kabupaten, terdapat pula jaringan jalan nasional dan provinsi yang melintasi wilayah Banjarnegara.
Jalan nasional memiliki panjang total sekitar 57,52 kilometer dan berfungsi sebagai jalur utama penghubung antardaerah sekaligus menjadi jalur distribusi logistik penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Adapun untuk jalan provinsi di wilayah Banjarnegara mencakup total panjang mencapai 87,94 kilometer.
Ruas-ruas utama tersebut termasuk jalur-jalur strategis seperti Banjarnegara-Wanayasa, Wanayasa-Batur, Batur-Dieng serta Mandiraja-Ketileng yang berbatasan dengan Kebumen.
Jalan-jalan ini tidak hanya berperan penting dalam menunjang mobilitas penduduk lokal tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
Keberadaan infrastruktur transportasi yang memadai sangatlah penting bagi pengembangan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Banjarnegara,
Pemkab berkomitmen untuk terus memperbaiki infrastruktur jalan guna memenuhi kebutuhan mobilitas warga serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk memperbaiki kondisi infrastruktur di wilayah ini, tantangan tetap ada.
Beberapa ruas masih mengalami kerusakan akibat faktor cuaca ekstrem serta kurangnya pemeliharaan rutin.
Oleh karena itu diperlukan perhatian lebih dari pemerintah daerah serta dukungan masyarakat untuk menjaga keutuhan infrastruktur ini agar bisa bertahan lama dan bermanfaat bagi generasi mendatang.
Dalam konteks ini juga penting untuk melibatkan masyarakat dalam proses perawatan dan pelestarian infrastruktur.
Edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan serta infrastruktur sepatutnya menjadi bagian dari program-program pembangunan ke depan.
Melihat ke depan menuju akhir tahun 2025 dan seterusnya, Pemkab Banjarnegara harus tetap fokus pada pencapaian target-target pembangunan infrastruktur.
Dengan komitmen dan kerja keras semua pihak terkait diharapkan kualitas infrastruktur dapat terus meningkat secara berkesinambungan demi tercapainya tujuan bersama yakni kesejahteraan masyarakat. (jul/stch/dda)
















