BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Rangkaian acara Karangbolong Culture Festival yang berlangsung pada 27 hingga 28 Juni 2026 menciptakan suasana meriah dan berkesan, dengan kehadiran tamu-tamu istimewa.
Dalam festival budaya tahunan ini, sebanyak 36 mahasiswa internasional yang tengah menempuh studi di Indonesia turut ambil bagian secara aktif.
Mahasiswa-mahasiswa tersebut berasal dari 15 negara yang berbeda, yang mencakup Afghanistan, Colombia, Mesir, Ghana, Kenya, Madagaskar, Malawi, Malaysia, Pakistan, Peru, Rwanda, Tanzania, Timor Leste, Yaman, dan Zimbabwe.
Selama dua hari penuh kegiatan, para mahasiswa internasional ini diberikan kesempatan untuk menyelami keunikan ekosistem serta warisan budaya yang ada di Geopark Kebumen.
Kegiatan mereka dimulai dengan mengunjungi Galeri Geopark untuk memahami nilai ilmiah dan historis dari kawasan tersebut.
Selain itu, mereka juga mengeksplorasi keindahan alam di geosite Pantai Karangbolong – Sagara View.
Di sini, mereka dapat menikmati panorama menakjubkan yang memikat hati banyak orang.
Tidak hanya itu, para mahasiswa juga melihat langsung upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan di biosite Konservasi Penyu Jogosimo.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan mengenai pentingnya konservasi lingkungan tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian terhadap pelestarian habitat penyu yang terancam punah.
Kesempatan untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar menjadi salah satu pengalaman berharga bagi mereka.
Selain menikmati keindahan alam yang ditawarkan oleh Geopark Kebumen, para peserta juga diberi kesempatan untuk membangun jejaring internasional melalui acara makan malam penyambutan (welcoming dinner).
Momen hangat ini menjadi ajang pertukaran gagasan dan ide antara mahasiswa asing dengan generasi muda lokal yang tergabung dalam Youth Forum Geopark Kebumen.
Interaksi ini sangat penting dalam memperkuat kolaborasi lintas budaya dan menciptakan hubungan baik di antara generasi muda dari berbagai negara.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Drs Frans Haidar MPA menyatakan bahwa kunjungan para mahasiswa internasional ini bertujuan untuk menikmati wisata budaya dan bukan sekadar mengikuti lomba atau acara olahraga.
Ia menekankan pentingnya mengenalkan Geopark Kebumen kepada dunia luar.
“Dengan ini kita mengenalkan Geopark ke dunia,” tuturnya.
Puncak keseruan acara terjadi saat mahasiswa internasional melebur dalam kemeriahan Karangbolong Culture Festival.
Mereka tidak hanya menjadi penonton yang terpukau oleh kemegahan pagelaran Sendratari “The Tales of Karangbolong”, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam Kebumen Geopark Trail Run Ultra 2026.
Keterlibatan mereka dalam berbagai kegiatan menunjukkan bahwa festival ini bukan sekadar perayaan budaya tetapi juga wadah bagi pertukaran pengalaman dan kolaborasi antarbangsa.
Salah satu mahasiswa asal Ghana menyatakan betapa menariknya pengalaman yang didapatkan selama festival berlangsung.
“Saya sangat senang bisa berada di sini dan merasakan budaya Indonesia secara langsung,” ungkapnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh mahasiswa asal Colombia yang merasa terinspirasi untuk belajar lebih banyak tentang keberagaman budaya di Indonesia.
Kegiatan festival tidak hanya diisi dengan pertunjukan seni dan budaya tetapi juga diskusi panel mengenai pentingnya pelestarian budaya lokal dan lingkungan hidup.
Para pembicara mengajak semua peserta untuk lebih peduli terhadap warisan budaya mereka masing-masing serta mempromosikan konservasi lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.
Melalui partisipasi aktif para mahasiswa internasional dalam Karangbolong Culture Festival ini, diharapkan akan tercipta sinergi antara generasi muda lokal dan global.
Hal ini sangat penting untuk memperkuat jembatan komunikasi antarbudaya serta meningkatkan pemahaman tentang keberagaman masyarakat dunia.
Festival ini merupakan salah satu upaya nyata pemerintah daerah dalam mempromosikan potensi pariwisata Kebumen kepada masyarakat luas.
Dengan melibatkan mahasiswa internasional, diharapkan citra positif tentang kebudayaan dan pariwisata Indonesia semakin mendunia. (mam/stch/dda)
















