Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Cristiano Ronaldo Jadi Alasan Sintya Marisca Jagokan Portugal di Piala Dunia 2026
Jembatan Sungai Logawa Segera Beroperasi, Dishub Banyumas Siapkan 10 Rambu Lalu Lintas

Jembatan Sungai Logawa Segera Beroperasi, Dishub Banyumas Siapkan 10 Rambu Lalu Lintas

Jembatan Logawa Butuh 10 RambuJembatan Logawa Butuh 10 Rambu
PROYEK: Pembangunan jembatan permanen di atas Sungai Logawa berikut akses jalan yang menghubungkan Desa Sidabowa dan Desa Karanganyar masih berjalan

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pengoperasian Jalan Jembatan Sungai Logawa menjadi sorotan penting bagi masyarakat sekitar, terutama bagi warga Desa Sidabowa dan Desa Karanganyar, Kecamatan Patikraja.

Sebelum jembatan ini dibuka untuk umum, kelengkapan rambu lalu lintas menjadi hal yang sangat krusial.

Hasil survei yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Banyumas menunjukkan bahwa setidaknya diperlukan sepuluh rambu lalu lintas agar pengoperasian jalan ini dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Banyumas, Oktavia Yulianto, S.E, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan survei untuk menghitung kebutuhan rambu lalu lintas sebagai bagian dari persiapan pengoperasian jalan Jembatan Sungai Logawa.

Survei tersebut tidak hanya mencakup jumlah rambu yang diperlukan, tetapi juga meliputi kebutuhan marka jalan di sepanjang akses menuju jembatan tersebut.

“Sebelum dioperasionalkan, rambu lalu lintas wajib sudah terpasang. Termasuk marka jalan,” tegas Oktavia saat memberikan keterangan kepada awak media pada Selasa (30/6).

Pernyataan ini menyoroti betapa pentingnya keselamatan dalam penggunaan jalan baru ini.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, ada beberapa jenis rambu lalu lintas yang dibutuhkan, di antaranya adalah rambu petunjuk arah, rambu peringatan hati-hati, dan rambu pembatas tonase.

Keberadaan rambu-rambu ini sangat vital untuk memberikan informasi yang jelas kepada pengguna jalan tentang kondisi dan aturan yang berlaku saat melintasi jembatan.

Oktavia menambahkan bahwa semua kebutuhan rambu tersebut telah dimasukkan dalam anggaran proyek pembangunan jembatan ini.

“Dishub hanya bertugas membantu menghitung kebutuhan rambu dan marka,” lanjut dia.

Hal ini menunjukkan bahwa Dinas Perhubungan berperan aktif dalam memastikan keselamatan lalu lintas di kawasan tersebut dengan melakukan perhitungan yang cermat terkait kebutuhan infrastruktur.

Namun, tidak hanya pemasangan rambu lalu lintas yang perlu diperhatikan. Pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) juga merupakan aspek penting yang belum menjadi bagian dari rencana dalam waktu dekat.

Hingga saat ini, Dishub belum memiliki informasi pasti mengenai jadwal pengoperasian jalan Jembatan Sungai Logawa atau implementasi LPJU di area tersebut.

“Survei belum sampai ke kebutuhan LPJU,” pungkas Oktavia menutup pembicaraan tentang langkah-langkah selanjutnya terkait infrastruktur jalan ini.

Ketidakpastian mengenai kapan jembatan ini akan dibuka memang menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat.

Dalam konteks yang lebih luas, keberadaan jembatan baru ini tidak hanya akan mempermudah akses antara dua desa tetapi juga berpotensi meningkatkan perekonomian lokal dengan memperlancar arus transportasi barang dan orang.

Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur seperti pemasangan rambu lalu lintas dan penerangan jalan harus dipastikan agar manfaat dari pembangunan jembatan dapat dirasakan dengan maksimal oleh masyarakat.

Pembangunan jembatan permanen di atas Sungai Logawa berikut akses jalan yang menghubungkan Desa Sidabowa dan Desa Karanganyar masih terus berjalan sesuai dengan target yang telah ditentukan.

Dengan adanya perhatian dari pihak Dinas Perhubungan dalam hal keamanan dan kelengkapan sarana prasarana jalan, diharapkan jembatan ini bisa segera dioperasikan tanpa ada kendala berarti. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Sintya Marisca Dukung Portugal Juara Piala Dunia

Cristiano Ronaldo Jadi Alasan Sintya Marisca Jagokan Portugal di Piala Dunia 2026