BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, mengingatkan kepada seluruh kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital serta perubahan sosial yang terjadi di masyarakat.
Organisasi yang memiliki jaringan hingga ke tingkat dasawisma ini didorong untuk memperluas perannya dalam penanganan isu-isu penting seperti stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, peningkatan literasi, dan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Pernyataan tersebut disampaikan Fahmi dalam acara Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 yang berlangsung di Sasana Krida Perwira pada Selasa, 30 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Fahmi menjelaskan bahwa masyarakat saat ini berada di era VUCA, yang merupakan singkatan dari Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity.
Era ini ditandai oleh perubahan yang cepat, ketidakpastian, serta disrupsi akibat teknologi digital.
Dengan kondisi tersebut, peran PKK menjadi semakin krusial dalam membangun ketahanan keluarga.
Ia menegaskan pentingnya program-program PKK untuk mengikuti perkembangan zaman yang terus berubah.
“Peran PKK harus lebih dinamis dan responsif terhadap tantangan-tantangan baru,” kata Fahmi.
Ia menambahkan bahwa kader PKK tidak hanya diharapkan untuk memanfaatkan teknologi digital secara sehat, tetapi juga aktif dalam berbagai forum kebijakan publik dan berkontribusi pada ketahanan pangan serta pelestarian lingkungan hidup.
Fahmi juga mengapresiasi adanya regenerasi di dalam PKK yang menunjukkan banyaknya kader muda yang bergabung.
“Saya melihat regenerasi PKK sudah banyak peningkatan; ternyata banyak yang muda juga. Variasi program untuk anak muda juga dapat menarik perhatian agar bergabung dengan PKK,” ujarnya.
Menurutnya, keluarga yang kuat akan melahirkan sumber daya manusia berkualitas yang menjadi modal pembangunan Kabupaten Purbalingga.
Keberadaan PKK sangat strategis dalam mendukung berbagai program pemerintah daerah.
Fahmi menekankan bahwa seluruh gerakan PKK harus sejalan dengan fokus pembangunan daerah, yaitu menekan angka stunting, mengurangi kemiskinan ekstrem, meningkatkan literasi masyarakat serta mempercepat perputaran ekonomi melalui pemberdayaan UMKM.
Ia berharap bahwa penyerahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk pencegahan stunting dalam rangka peringatan HKG PKK kali ini dapat menjadi pemicu bagi gerakan yang lebih masif hingga ke tingkat dasawisma.
Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam upaya penanganan stunting dan masalah sosial lainnya, diharapkan tercipta sinergi yang kuat guna mencapai tujuan bersama dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat Purbalingga. (alw/stch/dda)
















