BANYUMASEKSPRES.ID, Di tengah atmosfer kompetisi yang kian memanas, pertandingan antara Timnas Belgia dan Senegal di babak 32 besar Piala Dunia 2026 menjadi sorotan utama bagi para penggemar sepak bola.
Pertandingan ini akan berlangsung di Seattle Stadium, pada hari Kamis, 2 Juli 2026, dengan kickoff dijadwalkan pukul 03.00 WIB.
Ini bukan hanya sekadar pertandingan biasa, melainkan laga hidup mati yang menentukan langkah kedua tim menuju babak 16 besar turnamen bergengsi ini.
Belgia, yang dikenal sebagai The Red Devils, berhasil lolos ke fase gugur dengan status juara Grup G meskipun penampilan mereka selama fase grup belum sepenuhnya meyakinkan banyak pihak.
Tim asuhan pelatih Rudi Garcia ini sempat tertahan imbang dalam dua laga sebelumnya, melawan Mesir dan Iran, sebelum akhirnya bangkit dengan meraih kemenangan telak 5-1 atas Selandia Baru di pertandingan terakhir grup.
Kemenangan tersebut menjadi sinyal positif bagi Belgia saat mereka bersiap menghadapi Senegal.
Rudi Garcia, pelatih Belgia, menyampaikan harapannya agar anak asuhnya tidak terlena dengan kemenangan besar di laga terakhir tersebut.
Ia menekankan pentingnya fokus dan kewaspadaan dalam menghadapi fase gugur yang penuh tekanan.
“Kami tahu Senegal adalah tim yang kuat, sangat atletis, dan terorganisasi. Di fase gugur tidak ada ruang untuk melakukan kesalahan, jadi kami harus tampil lebih baik dibandingkan di fase grup,” ujar Garcia dengan nada serius.
Meskipun Belgia memiliki deretan penyerang berkualitas seperti Romelu Lukaku dan Kevin De Bruyne, aliran bola yang kurang cepat sepanjang fase grup membuat lini depan mereka terlihat kurang tajam.
Dalam persiapan menghadapi Senegal, kondisi skuad tampak cukup baik dengan hanya Zeno Debast yang diperkirakan absen akibat cedera.
Hal ini memberikan harapan bagi para pendukung Belgia untuk melihat performa terbaik timnya dalam laga krusial ini.
Di sisi lain, Senegal melaju ke babak 32 besar sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik di fase grup.
Meskipun mereka sempat mengalami kekalahan dari Prancis dan Norwegia, Senegal berhasil menutup fase grup dengan kemenangan impresif 5-0 atas Irak.
Pelatih Senegal Pape Thiaw menunjukkan keyakinan bahwa timnya tidak gentar meskipun dihadapkan pada lawan yang lebih diunggulkan seperti Belgia.
“Kami menghormati Belgia karena mereka memiliki banyak pemain berkualitas. Namun kami datang untuk bersaing dan percaya dengan kemampuan tim ini. Jika tetap disiplin, kami punya peluang untuk lolos,” kata Thiaw memberikan motivasi kepada para pemainnya.
Dalam laga nanti, Senegal diperkirakan akan kembali mengandalkan pertahanan yang solid serta strategi serangan balik cepat guna meredam agresivitas Belgia.
Namun tantangan bagi mereka adalah kemungkinan ketidakikutsertaan kiper utama Edouard Mendy yang masih dalam proses pemulihan dari cedera.
Kehilangan Mendy tentu menjadi kerugian bagi Senegal mengingat pengalaman dan keterampilan penjaga gawang tersebut.
Pertemuan antara kedua tim ini diprediksi akan berlangsung ketat, mengingat keduanya baru menemukan performa terbaiknya pada laga terakhir fase grup.
Dengan masing-masing tim bertekad untuk tampil maksimal demi meraih tiket ke babak selanjutnya, faktor-faktor seperti disiplin taktis dan efektivitas dalam memanfaatkan peluang akan sangat menentukan hasil akhir pertandingan. (*/stch/dda)














