BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dua siswa berbakat dari MTsN 1 Kebumen, Muhammad Nadhir Khoirul Azmii dan Abdul Jabbar Al Harits, telah mengukir prestasi yang membanggakan di tingkat internasional.
Keduanya berhasil meraih juara dalam ajang Final Lomba Robotik 16th World Robotic For Peace (WRP) 2026 yang diadakan di Johor Bahru, Malaysia, pada 26 hingga 30 Juni 2026.
Prestasi ini bukan hanya menggambarkan kemampuan teknis mereka, tetapi juga kerja keras dan dedikasi yang tinggi dalam bidang robotika.
Guru pendamping mereka, Endarwati SPd, menyatakan kebanggaan yang mendalam atas pencapaian kedua siswa tersebut.
Dalam suasana emosional, ia mengungkapkan rasa syukurnya saat menyaksikan Azmii dan Harits dinyatakan sebagai juara.
“Alhamdulillah, prestasi anak-anak keren ini benar-benar luar biasa! Usaha memang tidak pernah mengkhianati hasil. Selain kerja keras anak-anak di laboratorium robotik, motivasi dan dukungan moril maupun materiil yang penuh dari orang tua mereka sangat luar biasa hebatnya. Semoga prestasi ini membawa berkah,” ujar Endarwati dengan penuh haru.
Kompetisi yang diikuti oleh lebih dari 150 negara ini diselenggarakan oleh International Robotic Training and Competition (IRTC), menunjukkan betapa ketatnya persaingan yang dihadapi oleh para peserta.
Dalam ajang bergengsi ini, Azmii dan Harits menunjukkan performa terbaik mereka dengan meraih juara pertama dan medali emas dalam dua cabang lomba yang berbeda yakni Robotik Mini Soccer dan Robotik Line Follower tingkat internasional.
Keberhasilan mereka tidak hanya sekadar sebuah kemenangan, melainkan juga merupakan hasil dari proses panjang yang dilalui.
Latihan intensif di laboratorium robotik sekolah menjadi bagian integral dari persiapan mereka.
Kombinasi antara pengetahuan teori yang solid dan praktik langsung dalam membangun serta memprogram robot menjadi kunci utama dalam mencapai pencapaian ini.
Azmii dan Harits tidak hanya berkompetisi untuk diri mereka sendiri tetapi juga mewakili Indonesia di pentas dunia.
Keduanya menjadi duta bagi generasi muda Indonesia untuk menunjukkan bahwa dengan tekad dan kerja keras, impian dapat diwujudkan.
Dukungan kuat dari keluarga juga berperan penting dalam perjalanan mereka hingga ke arena internasional ini.
Menjadi juara pada ajang WRP bukanlah hal yang mudah. Para peserta harus melalui serangkaian seleksi yang ketat sebelum bisa melaju ke babak final.
Dalam setiap langkah kompetisi, baik Azmii maupun Harits menunjukkan kematangan berpikir serta keterampilan teknis yang mumpuni.
Momen ketika nama mereka diumumkan sebagai pemenang adalah puncak dari segala usaha yang telah dilakukan selama ini.
Prestasi ini tentunya memberikan dampak positif tidak hanya bagi keduanya secara individu tetapi juga bagi sekolah tempat mereka menuntut ilmu.
Sekolah-sekolah di Indonesia kini semakin sadar akan pentingnya pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), termasuk di dalamnya adalah pengembangan keterampilan robotika sejak dini.
Melalui pendidikan yang tepat, generasi muda dapat dibekali dengan keterampilan yang relevan untuk menghadapi tantangan masa depan.
Kegiatan seperti lomba robotik memiliki peranan penting dalam membangun karakter siswa.
Selain meningkatkan kemampuan teknis, kompetisi semacam ini juga mengajarkan nilai-nilai sportivitas dan kerjasama tim.
Dalam upaya mencapai tujuan bersama menciptakan inovasi teknologi, siswa dituntut untuk saling mendukung satu sama lain serta belajar dari pengalaman masing-masing.
Keberhasilan Muhammad Nadhir Khoirul Azmii dan Abdul Jabbar Al Harits layak menjadi inspirasi bagi banyak siswa lainnya.
Mereka membuktikan bahwa dengan dedikasi dan dukungan yang tepat, semua siswa bisa berprestasi di level internasional meski berasal dari daerah yang mungkin kurang dikenal dalam bidang teknologi. (*/stch/dda)
















