BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Sebanyak 48 tim akan bersaing dalam Liga Askab PSSI Purbalingga 2025 yang dijadwalkan dimulai di bulan Agustus ini.
Ini adalah kompetisi bergengsi yang diharapkan dapat berfungsi sebagai perekat persatuan sekaligus menjadi sumber pencarian bakat baru untuk memperkuat Tim Persibangga di ajang Liga 4 nasional.
Ketua Askab PSSI Purbalingga, Uut Trias Yanuar, mengungkapkan bahwa liga tahun ini akan diikuti oleh 14 tim dari Liga 1, 15 tim dari Liga 2, dan 19 tim dari Liga 3.
Pertandingan akan digelar selama kurun waktu 40 hari di empat lokasi strategis, yakni Desa Selaganggeng, Lambur, Kemangkon, dan Kedungjati. Partai puncak atau final direncanakan berlangsung di GOR Goentoer Darjono.
Uut menerangkan bahwa “Liga Askab tahun ini diharapkan menjadi kompetisi yang meriah, tertib, dan berkualitas.”
Dengan adanya turnamen ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan hiburan tetapi juga menjadi saksi lahirnya pemain-pemain muda berbakat yang mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, turut memberikan pandangannya dalam Technical Meeting Liga Askab yang berlangsung di Ruang Ardi Lawet Setda Purbalingga.
Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dan menghindari segala bentuk keributan selama ajang berlangsung.
“Jangan sampai ajang yang sangat positif dan luar biasa ini malah menjadi ajang perpecahan di antara kita,” ujarnya penuh harap.
Dimas juga menegaskan kepada para manajer dan ketua klub untuk mendorong suporter agar memberikan dukungan secara positif.
Menurutnya, “Liga Askab tidak hanya soal kemenangan, tetapi juga kesempatan membangun sepak bola Purbalingga ke arah yang lebih baik.”
Pesannya jelas bahwa dalam setiap pertandingan harus ada semangat kebersamaan untuk membangun sinergi demi kemajuan sepak bola daerah.
Lebih lanjut, Dimas menyampaikan bahwa liga ini merupakan kesempatan emas untuk menemukan talenta-talenta terbaik bagi Persibangga.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, ia menyerukan semua pihak terkait untuk ikut bertanggung jawab dalam memajukan Tim Persibangga.
“Perlunya semangat juang bersama bahwa kemajuan Tim Persibangga adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Dimas dengan penuh semangat.
Di sisi lain, Wakil Ketua I Askab PSSI Purbalingga sekaligus Manajer Persibangga, Hamzah Asadullah menyebutkan bahwa kompetisi ini merupakan sebuah kebanggaan bagi daerah.
“Bukan sekadar pertandingan tapi juga momentum untuk melahirkan bibit-bibit unggul yang kelak akan mengharumkan nama daerah kita,” ungkapnya dengan optimisme tinggi.
Hamzah menambahkan informasi penting bahwa pelatih baru Persibangga akan ditetapkan pada tanggal 15 Agustus mendatang. Pelatih tersebut akan langsung terlibat dalam memantau jalannya kompetisi guna mencari pemain-pemain potensial yang bisa dipromosikan ke tim utama Persibangga.
Ia pun mengajak para ketua klub di wilayah Purbalingga untuk mendorong anak-anak didik mereka agar memberikan performa terbaik selama pertandingan berlangsung.
“Minta tolong bagi ketua-ketua klub di Purbalingga ini untuk bisa mendorong anak-anak didiknya memberikan performa yang terbaik,” katanya dengan harapan besar terhadap masa depan sepak bola lokal.
Sebagai penutup dari agenda Technical Meeting tersebut terlihat Wakil Bupati Dimas Prasetyahani berfoto bersama jajaran pengurus Askab PSSI Purbalingga setelah pertemuan berlangsung lancar dan sukses mempersiapkan langkah awal menuju penyelenggaraan liga yang dinanti-nantikan oleh masyarakat setempat.
Akhirnya semua pihak berharap dengan adanya Liga Askab ini dapat menciptakan suasana kompetitif yang sehat sekaligus mempererat hubungan antar komunitas sepak bola di wilayah tersebut.
Harapan besar ditumpukan pada kesuksesan acara ini dalam menggali potensi lokal serta meningkatkan kualitas permainan sepak bola hingga ke tingkat nasional. (*/stch)
















