Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Meriah, Mancing Bareng Antar OPD dan Perumda Purbalingga

Meriah, mancing bareng antar opd dan perumdaMeriah, mancing bareng antar opd dan perumda
Para pimpinan dan pegawai di lingkungan Pemkab Purbalingga nampak asyik mengikuti lomba mancing antar OPD dan Perusda di Kolam BBIAT Kutasari, Sabtu (9/8).

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Pada Sabtu (9/8), suasana di Balai Benih Ikan Air Tawar (BBIAT) Kutasari dipenuhi semangat dan keceriaan saat berlangsungnya lomba memancing antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Purbalingga.

Acara ini diikuti oleh sekitar 40 peserta yang terdiri dari pimpinan dan staf OPD serta Perumda, semuanya tampak antusias dalam kegiatan yang menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Lomba memancing ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, M Najib, yang mewakili Asisten 3 Setda Purbalingga.

Dalam sambutannya, M Najib menekankan bahwa tujuan dari lomba ini bukan hanya untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, namun juga untuk mempererat silaturahmi dan solidaritas antara OPD dan Perumda.

Lebih jauh lagi, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengapresiasi sektor perikanan, yang merupakan salah satu pilar penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Purbalingga, Arif Choerudin, yang didampingi oleh Kepala UPTD BBIAT Kutasari, Sudarto, menjelaskan bahwa dalam perlombaan ini telah ditebar sekitar 2 kuintal ikan nila dan bawal.

“Ada 10 ikan nominasi yang diperebutkan. Peserta yang berhasil memancing ikan nominasi terberat akan ditetapkan sebagai juara. Selain ikan nominasi, ada juga ditebar ikan berpita sebanyak 20 ekor. Peserta yang mendapat ikan berpita berhak mendapatkan doorprize,” ungkap Arif Choerudin.

Sudarto menambahkan harapannya agar lomba memancing ini bisa menjadi ajang promosi bagi gerakan gemar makan ikan sekaligus mengenalkan BBI Kutasari sebagai penyedia benih ikan air tawar berkualitas di wilayah tersebut.

“Kami menyediakan benih-benih ikan air tawar mulai dari Gurame, Nila dan Ikan Nilam,” tambahnya.

Suasana kompetisi pada hari itu menggambarkan sebuah kolaborasi antara hiburan dan edukasi bagi para peserta serta penonton.

Dengan adanya berbagai hadiah menarik seperti doorprize untuk peserta yang berhasil menangkap ikan berpita, acara ini tak hanya memberikan kesenangan tetapi juga mendorong partisipasi aktif dari seluruh peserta.

Antusiasme para peserta terlihat sejak awal acara dimulai. Mereka tidak hanya bersaing untuk mendapatkan gelar juara tetapi juga menikmati suasana kebersamaan yang jarang ditemukan di keseharian kerja mereka masing-masing.

Ini menunjukkan bahwa acara seperti ini dapat menjadi sarana efektif dalam menjalin komunikasi lintas instansi serta meningkatkan rasa kebersamaan di antara rekan-rekan kerja.

Selain itu, melalui penyelenggaraan lomba mancing ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi ikan sebagai sumber protein utama yang baik untuk kesehatan.

Sebagaimana diketahui bersama bahwa konsumsi ikan memiliki banyak manfaat kesehatan termasuk mendukung perkembangan otak dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Balai Benih Ikan Air Tawar Kutasari sendiri berperan penting dalam menyediakan benih berkualitas tinggi bagi pengembangan budidaya perikanan di daerah tersebut.

Dengan berbagai jenis benih unggulan seperti Gurame, Nila dan Ikan Nilam yang ditawarkan oleh BBI Kutasari tentu memberikan peluang besar bagi para petani atau pembudidaya lokal maupun regional untuk mengembangkan usaha mereka secara lebih produktif dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini pula dapat terlihat bagaimana sektor perikanan menjadi salah satu perhatian serius pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat melalui usaha budidaya perikanan skala kecil hingga menengah.

Kegiatan lomba mancing antar OPD dan Perumda seperti ini sepertinya akan terus mendapatkan tempat khusus di hati para peserta maupun panitia pelaksana karena selain menyenangkan tentunya juga memberikan pengalaman berharga bagi setiap individu terlibat didalamnya.

Dalam konteks lebih luas lagi tentunya acara-acara serupa perlu terus digalakkan dengan harapan dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat sekaligus mendukung program-program strategis pemerintah daerah terkait dengan ketahanan pangan serta pembangunan ekonomi berbasis sumber daya alam lokal secara lebih optimal kedepannya. (bdg/stch)

Berita Sebelumnya
Bpbd kirimkan delegasi pelatihan nasional

BPBD Kebumen Kirimkan Delegasi Pelatihan Peningkatan Kapasitas Bidang Logistik dan Peralatan Penanggulangan Bencana

Berita Selanjutnya
32 pramuka penegak beraksi di raimuna

32 Pramuka Penegak Terpilih Mewakili Banjarnegara di Raimuna Jateng 2025