BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Kabupaten Purbalingga berhasil mencapai 53 persen dari target luas tambah tanam padi yang telah ditetapkan, dengan pencapaian ini terjadi antara bulan Januari hingga akhir Juni 2025.
Upaya peningkatan luas tanam ini merupakan salah satu strategi utama dalam mewujudkan swasembada pangan di daerah tersebut.
Kepala Bidang Sarana Prasarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, Hafidah Kusniati, menjelaskan bahwa sejak awal tahun hingga pertengahan tahun 2025, luas tambah tanam padi di wilayah ini mencapai 20.767 hektare.
“Target yang diminta oleh Kementerian Pertanian adalah 38.987 hektare, sehingga capaian luas tambah tanam di Kabupaten Purbalingga sudah tercapai 53 persen,” ujarnya pada Sabtu, 9 Agustus 2025.
Pencapaian ini tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga dalam mendorong peningkatan luas tanam.
Salah satu strategi utama yang diterapkan adalah meminta para petani untuk mempercepat pengolahan tanah. Hal ini didukung dengan menjamin ketersediaan air irigasi serta mekanisasi pertanian yang lebih modern dan efisien.
Hafidah menambahkan bahwa penjaminan ketersediaan air irigasi memiliki dampak yang signifikan terhadap peningkatan indeks pertanaman petani.
Dengan adanya pasokan air yang memadai, petani dapat melakukan penanaman padi hingga tiga kali dalam setahun, terutama di wilayah-wilayah dengan sumber mata air seperti Kecamatan Karangjambu, Kecamatan Bojongsari, dan Kecamatan Padamara.
Langkah-langkah strategis ini juga sejalan dengan tujuan jangka panjang Dinas Pertanian untuk meningkatkan produksi komoditas pertanian, khususnya padi. Tujuan akhirnya adalah mencapai swasembada pangan serta meningkatkan efisiensi penggunaan lahan pertanian di Kabupaten Purbalingga.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Dinas Pertanian terus mendorong percepatan pengolahan tanah dan penanaman padi di kalangan petani. Percepatan ini dinilai penting tidak hanya untuk mendukung peningkatan produksi tetapi juga untuk memastikan ketahanan pangan di masa depan.
Panen raya yang dilaksanakan beberapa waktu lalu mencerminkan hasil dari berbagai upaya intensif tersebut. Panen raya tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan program-program pertanian yang dijalankan oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga.
Dalam konteks nasional, peningkatan luas tanam dan produksi padi di Purbalingga turut berkontribusi terhadap target swasembada pangan Indonesia secara keseluruhan.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian telah menetapkan target ambisius untuk meningkatkan produksi pangan demi mengurangi ketergantungan pada impor dan memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Program percepatan tanam padi dan pengolahan tanah di Kabupaten Purbalingga juga memanfaatkan berbagai teknologi pertanian modern dan praktik terbaik dalam pengelolaan lahan.
Dengan demikian, para petani dapat mengoptimalkan hasil panen mereka sambil tetap menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan sekitar.
Dukungan infrastruktur pertanian seperti irigasi yang andal serta akses terhadap teknologi mekanisasi menjadi faktor pendukung utama dalam pencapaian target ini. Selain itu, pelatihan dan penyuluhan kepada petani mengenai teknik budidaya modern turut berperan penting dalam meningkatkan produktivitas lahan.
Keberhasilan ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat petani tetapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus membuka peluang ekspor produk-produk pertanian unggulan dari Kabupaten Purbalingga ke pasar internasional.
Secara keseluruhan, langkah-langkah strategis yang telah diterapkan oleh pemerintah daerah bersama para petani menunjukkan hasil positif dalam upaya meningkatkan kapasitas produksi dan mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan di masa depan. (tya/stch)
















