Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

7 Uang Kuno Indonesia yang Bernilai Jutaan Rupiah, Cek di Rumah!

Sederet uang kuno indonesia yang bernilai jutaan rupiah jika dijual kepada kolektorSederet uang kuno indonesia yang bernilai jutaan rupiah jika dijual kepada kolektor
Sederet uang kuno Indonesia yang bernilai jutaan rupiah jika dijual kepada kolektor.

BANYUMASEKSPRES.ID, Mengoleksi uang kuno bukan lagi sekadar hobi biasa. Kini, banyak orang melirik koleksi ini sebagai bentuk investasi jangka panjang yang bernilai tinggi.

Beberapa jenis uang kuno Indonesia yang dulunya dianggap tidak punya nilai, kini justru diburu kolektor dengan harga yang mencapai jutaan rupiah per lembar atau keping.

1. ORI 1 (Oeang Republik Indonesia) Tahun 1945

Salah satu uang paling legendaris adalah ORI 1 atau Oeang Republik Indonesia tahun 1945. Uang ini merupakan edisi pertama yang dicetak setelah proklamasi kemerdekaan.

Ori 1 tahun 1945
ORI 1 tahun 1945.

Desainnya sederhana tapi penuh nilai sejarah. Tak heran jika versi yang masih utuh atau belum beredar (uncirculated) kini dibanderol dengan harga Rp3 juta hingga Rp5 juta per lembar, bahkan ada yang ditaksir dengan harga lebih tinggi, tergantung kondisi fisiknya.

2. Uang Kertas 100 Rupiah Tahun 1978

Uang kertas 100 rupiah keluaran tahun 1978 juga punya nilai tinggi. Uang berwarna merah muda ini dulu sering dipakai untuk belanja jajanan.

Uang kertas 100 rupiah tahun 1978 
Uang kertas 100 rupiah tahun 1978.

Kini, dengan tampilannya yang mencerminkan budaya Minangkabau, kolektor menilai uang ini bisa dihargai antara Rp1 juta sampai Rp2 juta, tergantung keasliannya.

3. Uang 500 Rupiah Tahun 1992 (Bergambar Orangutan)

Bagi yang lahir di era 90-an, mungkin masih ingat uang 500 rupiah tahun 1992 yang bergambar orangutan. Dulu kerap jadi uang kembalian, sekarang jadi buruan para kolektor.

Uang 500 rupiah tahun 1992 bergambar orangutan
Uang 500 rupiah tahun 1992 bergambar orangutan.

Uang ini dibanderol mulai Rp300 ribu hingga Rp1 juta jika kondisinya masih baik. Bila masih tersegel dalam bungkus asli dari Bank Indonesia, harganya bisa jauh lebih mahal.

4. Uang Jepang Zaman Pendudukan (1942–1945)

Tak hanya uang dari masa kemerdekaan, uang dari zaman pendudukan Jepang antara 1942 hingga 1945 pun kini bernilai tinggi. Uang tersebut memiliki tulisan Jepang seperti “Dai Nippon Teikoku Seihu”.

Uang jepang zaman pendudukan bertuliskan 'dai nippon teikoku seihu'
Uang Jepang zaman pendudukan bertuliskan ‘Dai Nippon Teikoku Seihu’.

Karena menjadi saksi sejarah masa penjajahan, nilainya bisa berkisar antara Rp500 ribu sampai Rp2 juta per lembar, tergantung jenis dan kondisinya.

5. Uang 25 Rupiah Tahun 1959

Jenis lainnya yang kini banyak dicari adalah uang 25 rupiah tahun 1959 yang menampilkan gambar penari tradisional.

Uang 25 rupiah tahun 1959
Uang 25 rupiah tahun 1959.

Uang ini dianggap sebagai salah satu desain uang kuno Indonesia yang paling artistik. Tak heran jika kolektor bersedia membayar lebih dari Rp1 juta untuk selembar uang ini dalam kondisi baik.

6. Uang Kertas Gulden Zaman Hindia Belanda

Bergeser ke masa kolonial, uang kertas Gulden dari zaman Hindia Belanda juga punya nilai koleksi yang tinggi. Salah satu yang paling populer adalah uang 10 Gulden terbitan 1939.

Uang kertas gulden zaman hindia belanda
Uang kertas Gulden zaman Hindia Belanda.

Karena usianya yang tua dan desainnya yang klasik, uang ini dihargai antara Rp2 juta sampai Rp4 juta. Kelangkaan dan unsur sejarah menjadi alasan utama tingginya nilai jualnya.

7. Uang Koin 1 Rupiah Tahun 1970 (Bergambar Burung Garuda)

Tidak lupa pula uang koin 1 rupiah tahun 1970 yang bergambar burung Garuda. Meskipun terlihat biasa, koin ini sangat langka karena jumlah cetaknya terbatas dan bahan logamnya mudah berkarat.

Uang koin 1 rupiah tahun 1970 bergambar burung garuda
Uang koin 1 rupiah tahun 1970 bergambar burung Garuda.

Jika memiliki koin ini dalam kondisi mengkilap dan tidak aus, nilainya bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per keping.

Mengapa uang kuno bisa bernilai sedemikian tinggi? Faktor utamanya adalah kelangkaan. Uang yang sudah tidak dicetak dan sulit ditemukan tentu jadi incaran.

Selain itu, nilai sejarah menjadi daya tarik tersendiri, terlebih jika uang tersebut berasal dari periode penting seperti masa kemerdekaan atau kolonialisme.

Adapun kondisi fisik juga sangat menentukan harga. Uang yang masih utuh, tidak robek, tidak luntur, dan warna cetakannya masih tajam pasti memiliki harga lebih tinggi.

Desain dan simbol yang terkandung dalam uang kuno pun memainkan peran penting. Gambar tokoh nasional, lambang negara, atau unsur budaya lokal membuat uang tersebut lebih bernilai di mata kolektor.

Ada beberapa uang yang dicetak menggunakan bahan logam mulia seperti perak atau emas, yang tentu saja menambah nilai intrinsik uang tersebut.

Bagi para kolektor, memiliki satu saja dari ketujuh jenis uang kuno ini adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Lebih dari sekadar benda koleksi, uang ini adalah sepotong sejarah bangsa yang bisa diwariskan kepada generasi berikutnya.

Oleh sebab itu, sebelum membuang atau menjual murah uang-uang lama yang ada di rumah, cobalah untuk mengecek kembali koleksi untuk mendapatkan uang hingga jutaan rupiah.

Pastikan untuk selalu memperhatikan keaslian dan kondisi fisik uang kuno Indonesia yang dikoleksi. Pasalnya, di dunia kolektor uang kuno, detail kecil bisa jadi penentu besar bagi nilai investasi ke depannya. (fam)

Berita Sebelumnya
Pengangguran indonesia peringkat kedua di negara berkembangasia

IMF: Angka Pengangguran Indonesia 2025 Tembus 7,28 Juta, Terbesar Kedua di Asia Pasifik

Berita Selanjutnya
Jemaah haji dipulangkan 14 juni

Jemaah Haji Banyumas Mulai Dipulangkan 14 Juni, Satu Jemaah yang Sempat Tertinggal Sudah Berangkat