Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Gelombang Tinggi hingga 6 Meter Ancam Pantai Selatan Kebumen, Warga Diminta Waspada

Gelombang 6 Meter Ancam PesisirGelombang 6 Meter Ancam Pesisir
WASPADA: Warga diminta waspada terhadap ancaman gelombang tinggi Pantai Selatan

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Warga Kabupaten Kebumen yang beraktivitas di kawasan pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di Pantai Selatan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi gelombang tinggi berpotensi terjadi pada 11–15 Agustus 2026.

Potensi gelombang tinggi tersebut menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen.

Masyarakat, terutama nelayan dan warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar pantai, diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca sebelum melakukan kegiatan di kawasan pesisir.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kebumen, Udy Cahyono mengatakan, BMKG telah merilis potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan.

Ketinggian gelombang diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter di sejumlah perairan.

“Gelombang 4–6 meter berpotensi terjadi di barat Lampung serta selatan Yogyakarta-Jawa Tengah,” ujar Udy, Rabu (12/8/2026).

Potensi gelombang tinggi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko bagi nelayan yang sedang mencari ikan di laut.

Kondisi laut dengan gelombang besar dapat membuat perahu sulit dikendalikan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Karena itu, BPBD Kebumen mengimbau para nelayan untuk mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum berangkat melaut.

Nelayan juga diminta tidak memaksakan diri mencari ikan ketika kondisi perairan dinilai membahayakan.

Bukan hanya nelayan, masyarakat umum yang berada di kawasan pantai juga diminta meningkatkan kewaspadaan.

Gelombang tinggi dapat mencapai area yang lebih dekat dengan garis pantai dan berpotensi membahayakan warga yang sedang beraktivitas.

Bahkan, bangunan maupun pemukiman yang berada di sekitar pesisir juga berpotensi terdampak apabila gelombang tinggi terjadi dengan intensitas besar.

Bako Humas BPBD Kebumen, Heri Purwoto mengatakan, masyarakat sebaiknya menjauhi kawasan pesisir ketika kondisi gelombang sedang tinggi.

Warga juga diminta tidak mengabaikan informasi peringatan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG.

“Kami juga meminta warga terus memantau informasi cuaca lewat BMKG,” ujar Heri.

Kewaspadaan terhadap gelombang tinggi bukan tanpa alasan. Wilayah pesisir Kabupaten Kebumen sebelumnya beberapa kali mengalami dampak akibat gelombang laut yang tinggi.

Pada 2019, gelombang tinggi dilaporkan menyebabkan ratusan warung yang berada di kawasan pantai selatan Kebumen mengalami kerusakan.

Gelombang besar yang mencapai kawasan pesisir membuat sejumlah bangunan terdampak.

Dampak gelombang tinggi juga kembali dirasakan pada 2025. Puluhan perahu yang sedang bersandar di kawasan pantai mengalami kerusakan setelah diterjang gelombang tinggi.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat pesisir perlu memahami risiko ketika terjadi peningkatan tinggi gelombang.

Terlebih, kawasan pantai tidak hanya menjadi tempat aktivitas nelayan, tetapi juga menjadi tujuan wisata dan lokasi berbagai aktivitas masyarakat.

Potensi gelombang tinggi juga menjadi perhatian bagi masyarakat yang berencana mengunjungi objek wisata pantai di Kebumen.

Wisatawan diimbau tidak mendekati bibir pantai ketika kondisi ombak sedang tinggi. Gelombang yang datang secara tiba-tiba dapat menyeret orang ke tengah laut.

Risiko tersebut semakin besar apabila wisatawan berada di area yang memiliki karakteristik pantai terbuka dan langsung berhadapan dengan laut selatan.

BPBD Kebumen berharap masyarakat tidak hanya mengandalkan kondisi cuaca yang terlihat secara langsung. Langit yang cerah belum tentu menunjukkan kondisi laut aman.

Karena itu, informasi mengenai prakiraan cuaca dan gelombang dari BMKG tetap perlu menjadi pertimbangan sebelum melakukan aktivitas di pesisir.

Masyarakat juga diminta segera mengikuti arahan petugas apabila terdapat peringatan mengenai kondisi laut yang membahayakan.

Selain berpotensi membahayakan keselamatan manusia, gelombang tinggi juga dapat berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Nelayan yang tidak melaut dapat mengalami penurunan aktivitas, sementara usaha yang berada di sekitar pantai juga berpotensi terdampak.

Pada periode sebelumnya, gelombang tinggi bahkan disebut turut memengaruhi tingkat kunjungan wisatawan ke sejumlah kawasan pantai di Kabupaten Kebumen. Kondisi tersebut terjadi karena masyarakat cenderung menghindari objek wisata pantai ketika cuaca dan kondisi laut dinilai tidak aman.

BPBD Kebumen mengingatkan masyarakat untuk tidak mengambil risiko dengan tetap beraktivitas di laut atau mendekati pantai ketika peringatan gelombang tinggi masih berlaku.

Dengan adanya prediksi gelombang tinggi 11–15 Agustus 2026, warga di kawasan pesisir Kebumen diharapkan lebih waspada. Nelayan diminta mempertimbangkan kondisi perairan sebelum melaut, sedangkan masyarakat dan wisatawan sebaiknya menjauhi kawasan pantai ketika ombak mulai membesar.

Pemantauan informasi terbaru dari BMKG juga penting dilakukan karena kondisi cuaca dan tinggi gelombang dapat berubah. Kewaspadaan sejak dini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan maupun kerusakan akibat gelombang tinggi di wilayah pesisir Kebumen.

Berita Sebelumnya
636 Calon Jemaah Haji Mulai Urus Paspor

636 Calon Jemaah Haji Banjarnegara Mulai Buat Paspor untuk Haji 2027

Berita Selanjutnya
Bansos Agustus

PKH dan BPNT Tahap 3 Agustus 2026 Cair, Ini Cara Cek Penerimanya