BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Kaum perempuan di Desa Srati, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, mengikuti pelatihan pemulasaraan jenazah.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa IAINU Kebumen yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah tersebut.
Pelatihan diikuti kader Fatayat NU dan Muslimat NU Desa Srati. Para peserta antusias mengikuti materi yang diberikan mahasiswa, terutama mengenai tahapan pemulasaraan jenazah yang sesuai dengan ketentuan syariat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mulai dari proses menerima jenazah hingga tata cara mengurus jenazah sebelum dimakamkan.
Materi diberikan secara bertahap agar peserta lebih mudah memahami setiap prosesnya.
Beberapa tahapan yang dipelajari meliputi membersihkan dan memandikan jenazah, mengkafankan, hingga pelaksanaan salat jenazah bagi perempuan.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kehormatan dan martabat jenazah selama proses pemulasaraan.
Tidak hanya mendapatkan materi secara teori, peserta juga diberi kesempatan mengikuti praktik secara langsung.
Metode tersebut dilakukan agar peserta tidak sekadar memahami tata cara pemulasaraan jenazah secara teori, tetapi juga memiliki keterampilan ketika harus menerapkannya.
Ketua KKN IAINU Kebumen, Seno Fahri Adam, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan diarahkan untuk memperkuat kemampuan warga dalam bidang sosial dan keagamaan.
“Kami berharap keterampilan ini dapat bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan ketika menghadapi saat-saat duka, sekaligus melestarikan tradisi pemakaman yang sesuai syariat,” ujar Seno, Selasa (11/8).
Menurut Seno, pemahaman mengenai pemulasaraan jenazah penting dimiliki masyarakat karena proses tersebut menjadi bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan.
Karena itu, pelatihan diharapkan dapat membantu warga lebih siap ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan keterampilan tersebut.
Para peserta juga diajak memahami setiap tahapan secara lebih detail. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan bisa diterapkan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana penerapan ilmu di tengah masyarakat, tetapi juga mendorong transfer pengetahuan yang dapat terus dimanfaatkan warga,” tutup Seno.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN IAINU Kebumen tidak hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga ikut mendorong peningkatan keterampilan masyarakat.
Pengetahuan tentang tata cara pemulasaraan jenazah diharapkan dapat terus diteruskan kepada warga lain sehingga manfaat pelatihan tidak berhenti pada peserta yang hadir. (cah/stch/dda)
















