Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

97 Persen Angkatan Kerja Tak Lagi Nganggur Menurut Menko Airlangga Hartarto

97 persen angkatan kerja tak lagi nganggur97 persen angkatan kerja tak lagi nganggur
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto (tengah) memberikan keterangan 97 persen penduduk angkatan kerja sudah bekerja.

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,12 persen telah memberikan dampak positif bagi penyerapan tenaga kerja secara signifikan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa hingga Februari 2025, sebanyak 97,73 persen dari populasi angkatan kerja telah terserap di berbagai sektor pekerjaan.

Ini setara dengan 3,59 juta orang yang berhasil mendapatkan pekerjaan dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Airlangga menjelaskan bahwa capaian ini menunjukkan peningkatan dalam penyerapan tenaga kerja.

Ia menyatakan, “Terjadi peningkatan dari penyerapan ketenagakerjaan. Jumlah penduduk yang terserap di angkatan kerja itu 97,73 persen atau 3,59 juta orang di tahun tersebut.” Pernyataan ini menegaskan pencapaian penting dalam konteks ekonomi nasional.

Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,12 persen ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di antara negara-negara anggota G-20 dan ASEAN.

Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan nasional tetapi juga menempatkan Indonesia dalam posisi strategis di ranah internasional.

Dalam upaya mempertahankan momentum pertumbuhan ini, pemerintah terus berupaya melalui berbagai strategi yang komprehensif.

Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan para menteri untuk memastikan agar momentum pertumbuhan ekonomi dapat terus terjaga pada semester kedua tahun berjalan.

Menanggapi arahan tersebut, Airlangga menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi dengan menerapkan berbagai strategi. Strategi tersebut meliputi percepatan realisasi investasi, penyederhanaan proses perizinan usaha serta mendorong konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat.

Airlangga lebih lanjut menjelaskan program-program unggulan yang sedang digalakkan oleh pemerintah.

“Beberapa program unggulan yang sedang didorong antara lain adalah investasi dan ekspor melalui kawasan,” tuturnya kepada media.

Menurutnya langkah ini akan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional sekaligus memperkuat basis ekonomi domestik.

Selain itu, implementasi skema kredit juga menjadi salah satu fokus utama pemerintah.

Untuk sektor perumahan misalnya, pemerintah telah meluncurkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan yang ditujukan bagi kontraktor UMKM.

Program ini bertujuan untuk mempermudah akses pembiayaan bagi usaha kecil dan menengah dalam bidang konstruksi perumahan.

Dalam rangka mendukung pertumbuhan sektor properti, pemerintah memutuskan untuk melanjutkan kebijakan fasilitas pajak pertambahan nilai yang ditanggung pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian rumah dengan harga hingga Rp 2 miliar hingga akhir tahun 2025.

Kebijakan ini diharapkan dapat merangsang permintaan di pasar properti dan memberikan dampak positif terhadap sektor-sektor terkait lainnya.

Pemerintah juga berfokus pada pengembangan sektor padat karya guna mengakselerasi produksi hingga akhir tahun 2025. Langkah ini penting dilakukan mengingat sektor padat karya memiliki peran krusial dalam menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar serta meningkatkan produktivitas nasional.

Di samping itu, untuk menyambut periode Natal dan Tahun Baru yang kerap kali menjadi puncak kegiatan ekonomi masyarakat, pemerintah tengah menyusun serangkaian program strategis.

Program-program tersebut dirancang untuk menjaga stabilitas harga barang dan jasa serta memastikan ketersediaan pasokan yang memadai selama periode tersebut berlangsung.

Melalui berbagai langkah strategis ini pemerintah berharap dapat menjaga sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tingkat yang lebih tinggi dalam jangka panjang. Dengan demikian stabilitas ekonomi nasional dapat terus terjaga sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Sebagai catatan dari perkembangan ini Airlangga Hartarto menegaskan komitmen pemerintah untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan dinamika global agar Indonesia tetap berada pada jalur pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan. (*/stch)

Berita Sebelumnya
Ada tujuh jenis bansos yang resmi cair bulan ini, dan setiap penerima wajib memahami cara mendapatkannya serta prosedur pencairan agar tidak terlewat.

7 Bansos yang Cair Agustus 2025: Syarat, Cara Cek, dan Proses Pencairan Uang

Berita Selanjutnya
Pengrajin kuningan pin garuda sepi pesanan

Pengrajin Kuningan Pin Garuda Banyumas Sepi Pesanan Meski 17 Agustusan Kian Dekat