Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Akan Hadirkan Artis Nasional, Festival Gunung Slamet Gandeng BI untuk Perkuat Daya Tarik Wisata

Festival gunung slamet gandeng biFestival gunung slamet gandeng bi

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Festival Gunung Slamet (FGS) #8 dipastikan akan digelar pada 4–6 Juli 2025 mendatang di kawasan wisata D’Las, Desa Serang, Purbalingga.

Menjelang pelaksanaan, sejumlah persiapan dilakukan, termasuk audiensi dengan Bank Indonesia (BI) dan jajaran Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan acara ini.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga, R Budi Setiawan, S.E., M.Si, menyampaikan bahwa FGS merupakan satu-satunya event dari wilayah Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen) yang masuk dalam kalender nasional Karisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Kami ingin FGS menjadi event bersama, bukan hanya milik Desa Serang atau Purbalingga, tetapi juga event regional yang didukung oleh Bank Indonesia dan kabupaten lain di wilayah Barlingmascakeb,” ungkap Budi saat audiensi dengan perwakilan Bank Indonesia, Kamis (8/5).

Audiensi ini bertujuan untuk mendorong dukungan dari berbagai sektor, mulai dari promosi, penyelenggaraan acara, hingga penguatan ekonomi lokal melalui kolaborasi yang lebih intensif.

Festival ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian setempat, terutama bagi pelaku wisata dan UMKM yang terlibat.

Sementara itu, sehari sebelumnya, Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, S.E., M.M, memimpin rapat audiensi dengan panitia FGS di Gedung A Setda Kabupaten Purbalingga.

Dalam rapat tersebut, Wabup Dimas menegaskan komitmen penuh Pemkab terhadap suksesnya acara ini, dengan harapan besar agar event tersebut membawa dampak nyata bagi perekonomian lokal.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini, tetapi saya ingin memastikan bahwa FGS tidak hanya sekadar acara hiburan, tetapi juga membawa dampak yang nyata bagi pelaku wisata dan UMKM lokal,” ujar Dimas.

Untuk meningkatkan daya tarik event dan memperluas jangkauan audiens, Wabup Dimas juga mengusulkan agar FGS #8 menghadirkan artis nasional.

Ia menyarankan, “Saya harap minimal ada artis nasional yang tampil, seperti Bernadya atau Sal Priyadi. Ini akan sangat membantu dalam menarik lebih banyak pengunjung,” tambahnya.

Budi Setiawan mengamini usulan Wabup Dimas dan menambahkan bahwa FGS diharapkan dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat, terutama warga Desa Wisata Serang.

Selain itu, ia berharap para pengunjung yang datang tidak hanya sekadar hadir, tetapi juga menginap dan menikmati wisata lokal, sehingga dapat mendongkrak pendapatan sektor wisata dan ekonomi kreatif.

“Purbalingga memiliki banyak potensi yang bisa dimanfaatkan, dan Festival Gunung Slamet adalah salah satu cara untuk mengoptimalkan potensi ini,” ujar Budi.

Rapat di Setda juga dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Mukodam, S.Pt, serta perwakilan dari Dinkominfo, Satpol PP, Prokompim, Bappelitbangda, Bakeuda, Dinkes, Dinrumkim, Dishub, dan panitia FGS.

Festival Gunung Slamet sendiri dikenal sebagai event unggulan tahunan yang memadukan seni budaya, edukasi konservasi, dan wisata alam pegunungan. Tahun ini, acara tersebut kembali dipusatkan di kawasan wisata D’Las Serang, yang terkenal dengan keindahan lanskap dan udara sejuk khas lereng Gunung Slamet. (*)

Berita Sebelumnya
48.628 jemaah haji indonesia tiba di madinah

48 Ribu Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, 21 Persen Masuk Kategori Lansia

Berita Selanjutnya
Kasus keracunan program makan bergizi gratis

Ini Dugaan Penyebab Keracunan Makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), BGN Tegaskan Evaluasi Total