BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Dalam upaya mempersiapkan diri menjelang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Banyumas 2026, para atlet sepak takraw di Kecamatan Sumpiuh meningkatkan frekuensi latihan mereka.
Latihan mandiri yang dilakukan secara rutin setiap sore ini bertujuan untuk mematangkan teknik serta meningkatkan kekompakan tim.
Atlet-atlet yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan terlihat serius dan fokus dalam mempersiapkan diri, dengan penekanan pada peningkatan kemampuan teknik, fisik, dan mental guna menghadapi pertandingan yang semakin dekat.
Pelatih sepak takraw Suyatno menjelaskan bahwa latihan intensif telah dilaksanakan selama dua minggu terakhir.
Hal ini merupakan respons terhadap semakin mendekatnya waktu pelaksanaan POPDA.
“Kami memiliki 30 atlet sepak takraw yang siap mengikuti POPDA 2026 tingkat kabupaten,” ungkap Suyatno pada Selasa (5/5).
Menurutnya, peningkatan intensitas latihan adalah kunci kesiapan tim untuk menghadapi kompetisi.
Para atlet yang terlibat dalam persiapan ini berasal dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.
Mereka mewakili sekolah masing-masing untuk berlaga dalam ajang tahunan tersebut.
Setiap jenjang pendidikan mengirimkan tim putra dan putri, di mana satu tim terdiri dari lima atlet, yaitu tiga pemain utama dan dua cadangan.
Partisipasi atlet dari Kecamatan Sumpiuh ini menggambarkan tingginya antusiasme terhadap cabang olahraga sepak takraw.
Ajang POPDA tidak hanya menjadi momen penting untuk mengukur kemampuan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk meraih prestasi.
Lebih dari itu, kompetisi ini membuka peluang bagi para atlet untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi dalam karier olahraga mereka.
Banyak di antara mereka yang menjadikan POPDA sebagai pintu awal menuju kesuksesan di dunia olahraga.
Suyatno menambahkan bahwa semangat latihan anak-anak sangat terlihat menjelang POPDA.
“Anak-anak sedang semangat sekali latihan karena POPDA memang sudah ditunggu-tunggu, yang penting berpartisipasi dan melakukan yang terbaik dulu, kalah menang soal nanti,” tambahnya.
Semangat tersebut terlihat jelas dari meningkatnya intensitas latihan para atlet.
Biasanya, menjelang perlombaan, mereka cenderung lebih giat berlatih dibandingkan waktu-waktu sebelumnya.
Namun, tingginya minat dan partisipasi pelajar dalam olahraga takraw juga membawa tantangan tersendiri.
Kapasitas lapangan di halaman SDN 4 Sumpiuh tidak mampu menampung seluruh atlet yang berlatih.
Untuk mengatasi masalah ini, lokasi latihan dibagi menjadi dua titik agar latihan tetap efektif dan memberikan ruang gerak yang cukup bagi para atlet.
Pembagian lokasi tersebut juga memudahkan pengaturan jadwal latihan sehingga setiap atlet tetap mendapatkan porsi latihan yang optimal.
Dengan persiapan yang semakin matang, para atlet diharapkan dapat tampil maksimal di POPDA Banyumas 2026. (fij/stch/dda)
















