Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Bandara YIA Yogyakarta Terancam Banjir, Pemerintah Fokus Perkuat Infrastruktur Pengendali Air

Bandara yia yogyakarta terancam banjirBandara yia yogyakarta terancam banjir

BANYUMASEKSPRES.ID, YOGYAKARTA – Ancaman banjir kembali menghantui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) yang terletak di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Untuk mengantisipasi dampak buruk yang mungkin terjadi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bergerak cepat dengan mengecek infrastruktur pengendali banjir yang sudah dibangun di kawasan tersebut.

Langkah ini menjadi penting mengingat potensi banjir yang bisa mengganggu operasional bandara, termasuk keselamatan penerbangan dan kenyamanan penumpang.

Beberapa infrastruktur pengendali banjir yang dikaji efektivitasnya meliputi dua Jetty Bogowonto masing-masing sepanjang 306 meter, tanggul beton di Sungai Bogowonto, serta Kolam Retensi Wasiat.

Selain itu, terdapat Long Storage Carik Barat yang dilengkapi dengan sistem pompa air, dan Long Storage Carik Timur yang menjadi bagian integral dari sistem drainase kawasan bandara.

Menteri PUPR Dody Hanggodo mengingatkan pentingnya pemeliharaan infrastruktur secara menyeluruh agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, terutama dalam konteks mencegah bencana.

“Tolong dijaga dan dirawat. Kita ingin pastikan infrastruktur yang dibangun tidak hanya selesai secara fisik, tapi juga berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya saat meninjau langsung lokasi.

Evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap efektivitas infrastruktur pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Bogowonto dan Serang. Fokus utama terletak pada kelayakan fungsi kolam retensi, drainase, stasiun pompa, serta jetty yang diandalkan untuk menahan luapan air.

Masalah utama yang dihadapi adalah terbatasnya kapasitas saluran drainase di kawasan bandara yang belum mampu mengalirkan debit air dari Sungai Bogowonto dan Sungai Serang secara optimal.

Menteri Dody juga menyoroti pentingnya memperhatikan kondisi sedimen sungai agar air dari kolam retensi dapat mengalir secara lancar ke aliran sungai.

“Tolong juga perhatikan sedimen sungai dan kapasitasnya karena air dari kolam retensi dialirkan ke sungai,” ujarnya memberikan arahan teknis kepada jajarannya.

Selain infrastruktur yang telah ada, pemerintah juga memperkuat sistem pengendalian banjir dengan membangun Long Storage Ledeng dan Kolam Retensi Karangwuni.

Kehadiran fasilitas tambahan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan wilayah bandara terhadap banjir, terutama di musim hujan dengan curah tinggi yang kerap melanda kawasan selatan Yogyakarta.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Gatut Bayuadji menyatakan bahwa infrastruktur yang dibangun terbukti mampu memberikan perlindungan efektif terhadap wilayah bandara. Ia mengklaim sistem pengendalian banjir saat ini telah melindungi area Bandara YIA seluas kurang lebih 500 hektare.

“Termasuk juga lahan pertanian dan permukiman seluas 2.000 hektare, khususnya di Kecamatan Temon, Panjatan, dan Wales di Kabupaten Kulon Progo serta Kecamatan Purwodadi, Bagelen, dan Ngombol di Purworejo,” ungkap Gatut menjelaskan cakupan manfaat perlindungan tersebut.

Langkah antisipatif ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga kelangsungan operasional Bandara YIA sebagai salah satu infrastruktur transportasi strategis.

Dengan penguatan sistem drainase dan kolam retensi, harapannya ancaman banjir dapat diredam, dan keamanan kawasan bandara tetap terjaga, terutama menjelang musim penghujan.

Perhatian terhadap pengelolaan aliran sungai dan sedimentasi juga menjadi faktor kunci agar fungsi infrastruktur bisa optimal dalam jangka panjang. (*)

Berita Sebelumnya
Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap bersama Badan Dakwah Islam (BDI) RU IV Cilacap turut berkontribusi dalam pelatihan pembuatan pupuk organik.

Kolaborasi Kilang Cilacap & Warga Muhammadiyah Wujudkan Pertanian Berkemajuan

Berita Selanjutnya
Rumah roboh hingga longsor

Rumah Roboh dan Longsor, Empat Kecamatan Terkena Dampak Angin Kencang di Purbalingga