BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Bencana cuaca ekstrem, berupa angin kencang dan hujan deras, melanda beberapa wilayah di Kabupaten Purbalingga pada akhir pekan ini, mengakibatkan kerusakan parah.
Wilayah yang terdampak antara lain Kecamatan Karangreja, Kertanegara, Rembang, dan Mrebet. Kejadian ini mengakibatkan rumah roboh, longsor, serta kerugian material yang cukup besar bagi para korban.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, Prayitno, menjelaskan bahwa salah satu rumah yang terdampak adalah milik Suyanto (48) yang berada di RT 1 RW 1 Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja.
Rumah yang baru dibangun dengan ukuran 9 meter x 4 meter tersebut rusak berat akibat angin kencang. Atap galvalum rumah tersebut terbang, sementara bangunan temboknya rusak hingga 50 persen, membuat rumah tersebut tidak lagi layak huni.
“Akibat kejadian ini, rumah Suyanto tidak dapat dihuni kembali, dan ia serta keluarganya harus mengungsi ke rumah saudara,” kata Prayitno, Minggu (11/5/2025). Ia memperkirakan kerugian material yang dialami mencapai Rp 20 juta.
Di wilayah lain, tepatnya di RT 4 RW 1 Desa Darma, Kecamatan Kertanegara, rumah milik Sarinah (70) juga mengalami kerusakan.
Rumah yang dihuni oleh 4 orang tersebut terkena dampak angin kencang yang menyebabkan atap rumah berukuran 6 meter x 10 meter terhempas dan sebagian terlepas dari rangka atap.
Sarinah dan keluarganya harus mengungsi ke rumah saudara setelah rumahnya mengalami kerusakan sedang dan tidak dapat dihuni. Kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 5 juta.
Di Kecamatan Rembang, rumah milik Miarto (54) yang dihuni oleh tiga jiwa juga tak luput dari dampak bencana. Bagian dapur rumahnya yang berukuran 4 meter x 5 meter terkena tanah longsor.
Longsoran ini terjadi akibat talud yang ada di belakang rumah Miarto ambruk. Talud tersebut memiliki tinggi sekitar 5 meter dan panjang lantai dapur yang longsor sekitar 2,5 meter.
Sementara itu, longsoran tanah sempat menutup jalan setapak, namun sudah dibersihkan melalui kerja bakti. Miarto mengalami kerugian sekitar Rp 4 juta.
Bencana tanah longsor juga terjadi di Dusun Pagergunung, RT 2 RW 8 Desa Tangkisan, Kecamatan Mrebet. Rumah milik Mukmin, warga setempat, rusak akibat diterjang longsoran. Tembok dapur dan kamar mandi rumah tersebut jebol karena terhantam tanah yang longsor.
BPBD Kabupaten Purbalingga segera melakukan asesmen di lokasi-lokasi terdampak bencana untuk memberikan bantuan kepada korban.
Menurut Prayitno, bencana-bencana tersebut disebabkan oleh hujan deras yang disertai angin kencang. BPBD Kabupaten Purbalingga mengungkapkan telah melakukan langkah-langkah untuk memberikan bantuan kepada para korban bencana yang terdampak.
Pemerintah setempat juga berupaya agar masyarakat tetap aman dan dapat pulih dari dampak bencana ini. (tya/*stch)
















