BANYUMASEKSPRES.ID, Perkembangan pesat di bidang digital dan pemrograman dalam beberapa tahun terakhir semakin menarik perhatian generasi muda, terutama mereka yang termasuk dalam kategori Gen Z.
Anak muda yang kini sedang menempuh pendidikan tinggi mulai melihat teknologi sebagai jalur karier masa depan yang menjanjikan.
Merespons hal tersebut, Dicoding kembali menghadirkan program beasiswa bertajuk Dicoding Bangun Negeri 2025.
Program ini secara khusus ditujukan bagi generasi muda Indonesia yang ingin mengasah kemampuan teknis di dunia teknologi, terutama dalam pemrograman dan pengembangan perangkat lunak.
Inisiatif Beasiswa Dicoding Bangun Negeri lahir dari kebutuhan industri teknologi yang terus berubah dan berkembang.
Saat ini, perusahaan digital tidak hanya mencari tenaga kerja yang terampil, tetapi juga mereka yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi dan tren baru di dunia pemrograman.
Melalui program beasiswa, Dicoding berharap dapat berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan siap bersaing di era digital yang semakin kompetitif.
Visi tersebut selaras dengan upaya memperkuat ekosistem teknologi di Indonesia, sekaligus mendukung transformasi digital di berbagai sektor industri.
Pendaftaran untuk Batch ke-10 telah resmi dibuka sejak tanggal 12 September 2025 dan akan ditutup pada 10 Oktober 2025 mendatang. Peserta yang tertarik disarankan segera mendaftar sebelum kuota terpenuhi.
Beasiswa Dicoding Bangun Negeri menawarkan berbagai manfaat nyata bagi para peserta. Salah satunya adalah kurikulum yang selalu diperbarui secara berkala, sebab menyesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan dunia industri teknologi terkini.
Selain itu, peserta akan mendapatkan akses ke forum diskusi interaktif di setiap kelas, sehingga proses belajar tidak berjalan satu arah dan lebih kolaboratif.
Setiap peserta yang berhasil menyelesaikan kelas juga akan menerima sertifikat kompetensi resmi dari Dicoding, yang bisa menjadi nilai tambah saat melamar kerja di industri teknologi atau melanjutkan pengembangan karier di bidang digital.

Adapun kelas-kelas yang tersedia dalam program ini memiliki durasi bervariasi, mulai dari 11 jam hingga 33 jam, dan dapat diselesaikan dalam waktu maksimal 60 hari.
Peserta bisa memilih kelas sesuai minat dan kebutuhan, seperti Visualisasi Data, Structured Query Language (SQL), Data Science, Pemrograman Prosedural dengan Python, Prompt Engineering untuk Software Developer, hingga Penggunaan Generative AI.
Untuk dapat mengikuti program Beasiswa Dicoding Bangun Negeri 2025, terdapat beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi.
Peserta harus merupakan mahasiswa aktif di perguruan tinggi, yang dapat dibuktikan melalui kepemilikan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), Kartu Rencana Studi (KRS), atau tangkapan layar dari sistem akademik kampus.
Peserta juga harus memiliki perangkat seperti komputer atau laptop serta koneksi internet yang stabil.
Dicoding hanya mengizinkan pendaftaran sebanyak satu kali untuk setiap peserta dalam program ini. Oleh karena itu, setiap pendaftar diharapkan bisa mengikuti dan menyelesaikan seluruh rangkaian kelas dalam durasi yang sudah ditentukan agar dapat meraih manfaat maksimal dari beasiswa.
Proses pendaftarannya pun sangat mudah. Pertama, kunjungi situs resmi Dicoding. Setelah itu, klik tombol “Daftar Sekarang”.
Peserta diminta untuk login menggunakan akun Dicoding. Jika belum memiliki akun, maka perlu melakukan registrasi terlebih dahulu.
Setelah berhasil login, isi data pribadi sesuai dengan ketentuan yang diminta.
Dengan mengikuti program ini, mahasiswa tidak hanya mendapat pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga peluang untuk terjun langsung ke dunia industri digital yang terus tumbuh dan membutuhkan tenaga profesional.
Di tengah maraknya transformasi digital di berbagai sektor, skill seperti data science, artificial intelligence, dan programming kini menjadi aset berharga bagi generasi muda yang ingin memiliki daya saing tinggi di pasar kerja. (fam)
















