Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Visa Multiple Saudi Kini Berlaku untuk Muslim Seluruh Dunia, Ini Cara Membuatnya
Sering Dikonsumsi Sehari-hari, 5 Makanan Ini Ternyata Bisa Memicu Batu Ginjal

Sering Dikonsumsi Sehari-hari, 5 Makanan Ini Ternyata Bisa Memicu Batu Ginjal

Batu GinjalBatu Ginjal
seseorang mengalami nyeri akibat batu ginjal. Pola makan tinggi oksalat, garam, dan protein hewani berlebihan

BANYUMASEKSPRES.ID, Batu ginjal merupakan gangguan kesehatan yang masih sering dialami banyak orang, termasuk di Indonesia. Penyakit ini muncul ketika mineral dan garam dalam urine mengendap lalu membentuk kristal di dalam ginjal.

Banyak orang menganggap kurang minum air putih menjadi satu-satunya penyebab batu ginjal. Padahal, kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu juga dapat meningkatkan risikonya.

Berdasarkan penjelasan National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), batu kalsium oksalat merupakan jenis batu ginjal yang paling sering ditemukan. Kondisi ini berkaitan dengan kadar oksalat, natrium, dan konsumsi protein hewani yang berlebihan pada orang yang rentan.

Karena itu, tidak semua makanan harus dihindari sepenuhnya. Namun, beberapa jenis makanan sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah wajar agar risiko batu ginjal tidak meningkat.

Bayam dikenal sebagai sayuran bergizi karena kaya vitamin, mineral, dan antioksidan. Meski begitu, bayam juga memiliki kandungan oksalat yang cukup tinggi.

Oksalat dapat berikatan dengan kalsium di dalam urine dan membentuk kristal. Jika terus menumpuk, kristal tersebut dapat berkembang menjadi batu ginjal.

Orang yang memiliki riwayat batu ginjal kalsium oksalat sebaiknya membatasi konsumsi bayam sesuai anjuran dokter. Langkah ini bertujuan mengurangi kemungkinan terbentuknya endapan baru di ginjal.

Kacang almond, kacang tanah, dan berbagai produk olahannya menjadi camilan favorit banyak orang. Beberapa jenis kacang tersebut ternyata juga mengandung oksalat dalam jumlah cukup tinggi.

Bukan berarti kacang harus dihindari sama sekali. Konsumsinya tetap diperbolehkan selama sesuai kebutuhan dan mempertimbangkan kondisi kesehatan masing-masing.

Makanan instan, makanan cepat saji, camilan kemasan, hingga produk olahan umumnya mengandung natrium yang tinggi. Asupan garam berlebihan dapat meningkatkan jumlah kalsium yang keluar melalui urine.

Semakin tinggi kadar kalsium dalam urine, semakin besar peluang terbentuknya batu ginjal. Karena itu, membatasi konsumsi garam menjadi salah satu langkah pencegahan yang disarankan.

Daging merah, jeroan, dan beberapa jenis makanan laut merupakan sumber protein yang baik bagi tubuh. Namun, mengonsumsinya secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.

Protein hewani yang terlalu banyak dapat meningkatkan kadar asam urat dan menurunkan kadar sitrat dalam urine. Padahal, sitrat berfungsi membantu menghambat pembentukan kristal di ginjal.

Menjaga keseimbangan asupan protein menjadi cara yang lebih aman dibandingkan menghindarinya sepenuhnya. Pola makan yang seimbang tetap dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian.

Dedak gandum atau wheat bran sering dipilih sebagai makanan tinggi serat untuk menjaga kesehatan pencernaan. Di sisi lain, bahan pangan ini juga memiliki kandungan oksalat yang cukup tinggi.

Orang dengan riwayat batu ginjal kalsium oksalat sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya dalam jumlah besar. Dengan begitu, pola makan tetap dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan.

Para ahli menyarankan untuk memperbanyak minum air putih setiap hari. Cairan yang cukup membantu mengencerkan urine sehingga mineral tidak mudah membentuk kristal.

Selain itu, pola makan sehat juga berperan penting dalam menjaga kesehatan ginjal. Mengurangi garam, membatasi protein hewani berlebihan, menjaga berat badan ideal, dan memenuhi kebutuhan kalsium sesuai anjuran merupakan langkah yang dianjurkan.

Perlu diketahui bahwa tidak semua batu ginjal memiliki penyebab yang sama. Oleh sebab itu, pengaturan pola makan sebaiknya mengikuti hasil pemeriksaan dan rekomendasi dokter.

Segera periksakan diri apabila muncul gejala seperti nyeri hebat di pinggang, nyeri saat buang air kecil, urine bercampur darah, atau mual dan muntah. Penanganan sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius. (mdr)

Berita Sebelumnya
Visa Umrah (2)

Visa Multiple Saudi Kini Berlaku untuk Muslim Seluruh Dunia, Ini Cara Membuatnya