BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Insiden ambruknya sebuah bengkel tambal ban di Desa Kutosari, Kecamatan/Kabupaten Kebumen, memicu perhatian masyarakat pada Senin (4/8/2025) sekitar pukul 16.30 WIB.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, peristiwa tersebut menyebabkan satu orang mengalami luka-luka.
Korban bernama Ngadiyo, berusia 54 tahun, merupakan warga Desa Dorowati, Kecamatan Klirong. Sebagai salah satu karyawan bengkel, Ngadiyo tengah beristirahat di dalam bangunan ketika atap yang sudah lapuk tiba-tiba runtuh menimpa tubuhnya.
Kecelakaan ini mengundang respons cepat dari warga sekitar yang segera bertindak untuk menyelamatkan korban.
“Korban berhasil diselamatkan oleh warga sekitar yang sigap melakukan evakuasi. Selanjutnya korban dilarikan ke RS Permata Medika Kebumen untuk mendapatkan perawatan medis,” ungkap Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman saat dikonfirmasi pada Kamis (7/8/2025).
Peran serta masyarakat dalam penanganan cepat kali ini sangat penting dan patut diapresiasi.
Lebih lanjut, Kompol Faris menjelaskan bahwa istri dan anak Ngadiyo berada di bagian depan bengkel saat kejadian berlangsung dan berhasil menyelamatkan diri tanpa mengalami cedera.
Berdasarkan investigasi awal oleh Polsek Kebumen bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Kebumen, ditemukan bahwa bangunan bengkel tersebut terbuat dari material kayu yang telah rapuh karena usia.
“Bangunan diduga roboh karena kondisi material yang sudah lapuk. Tidak ditemukan tanda-tanda unsur kesengajaan,” tambah Kompol Faris.
Pemilik bengkel bernama Zaini diperkirakan mengalami kerugian material sebesar Rp30 juta akibat keruntuhan bangunan ini. Sementara itu, kondisi kesehatan Ngadiyo dilaporkan mulai membaik meskipun ia masih menderita sejumlah luka lecet dan lebam akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pemilik usaha dan masyarakat luas mengenai pentingnya memeriksa kelayakan bangunan secara berkala. Usia bangunan yang sudah tua dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan serupa jika tidak ditangani dengan baik.
Oleh karena itu, Polres Kebumen mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan proaktif dalam mengevaluasi kondisi struktur bangunan terutama bagi tempat usaha yang telah berusia puluhan tahun.
Dalam konteks sosial dan ekonomi, peristiwa ambruknya bengkel ini juga membawa dampak lebih luas bagi komunitas setempat. Kerugian material yang dialami Zaini sebagai pemilik usaha tentu mempengaruhi stabilitas keuangan bisnis mereka serta kehidupan sehari-hari keluarga karyawan seperti Ngadiyo.
Selain itu, kejadian seperti ini bisa menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan terhadap kondisi bangunan umum guna mencegah kecelakaan serupa di masa depan.
Pentingnya edukasi mengenai perawatan dan pemeliharaan bangunan juga harus lebih digalakkan oleh pihak terkait agar masyarakat memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap keamanan lingkungan mereka sendiri.
Hal ini mencakup pengecekan rutin terhadap material bangunan terutama jika terbuat dari bahan yang rentan terhadap pelapukan seperti kayu.
Dari sudut pandang kebijakan publik, insiden semacam ini bisa menjadi titik tolak untuk peninjauan ulang terhadap regulasi bangunan di wilayah Kabupaten Kebumen dan sekitarnya.
Pemerintah setempat dapat mempertimbangkan penerapan standar keselamatan baru yang lebih ketat serta memberikan bantuan teknis atau finansial bagi pemilik usaha kecil untuk memperbaiki atau memperkuat struktur bangunan mereka.
Dengan demikian, upaya pencegahan dini dapat dilakukan secara efektif untuk melindungi keselamatan jiwa dan harta benda warga Kebumen serta memastikan keberlangsungan ekonomi lokal tetap terjaga dengan baik. (fur/stch)
















