Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Lintasi Kebumen, Tiga Pelari Ultra Marathon Galang Donasi Untuk Palestina

Lintasi kebumen tiga pelari ultra galang donasi untuk palestinaLintasi kebumen tiga pelari ultra galang donasi untuk palestina
Tiga pelari ultra marathon “Miles for Meals” saat berfoto bersama di Alun-alun Kebumen.

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dalam sebuah misi kemanusiaan yang penuh semangat, tiga pelari ultra marathon memulai perjalanan mereka dalam acara bertajuk “Miles for Meals”.

Keberanian dan dedikasi mereka terbukti saat mereka berlari sejauh 1.600 kilometer, dimulai dari Monas Jakarta dan berakhir di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali.

Tujuan utama dari misi ini adalah untuk menggalang dana guna membantu korban kelaparan di Gaza, Palestina.

Para peserta ultra marathon ini bukanlah orang asing bagi dunia lari. Dua dari mereka sebelumnya telah meraih podium dalam ajang Kebumen Beach Half Marathon (KBHM) 2022.

Mereka memasuki wilayah Kabupaten Kebumen pada Rabu, 6 Agustus 2025, sekitar pukul 17.00 WIB dan melanjutkan perjalanan menuju Purworejo pada Kamis, 7 Agustus 2025, sekitar pukul 11.30 WIB.

Di antara ketiga pelari tersebut adalah Hendra Siswanto, yang meraih podium keempat dalam kategori 21K Putra Master di KBHM 2022, bersama istrinya Patricia yang meraih podium kedua dalam kategori 10K Putri Master pada ajang yang sama.

Mereka bergabung dengan Ankit Kumar, seorang pelari asal India yang juga berpartisipasi dalam misi ini.

Ketiganya menempuh rute lintas pulau tidak untuk bersaing tetapi sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama yang tengah mengalami krisis kemanusiaan akibat genosida dan kelaparan yang melanda Gaza.

Saat memasuki wilayah Kebumen dari arah barat tepatnya di Kecamatan Rowokele yang berbatasan dengan Banyumas, ketiga pelari disambut hangat oleh para pelari lokal pada Rabu malam.

Mereka dikawal secara estafet hingga tiba di Grand Kolopaking Hotel yang menjadi titik Check Point ke-5 pada kilometer ke-468 dari total jarak tempuh mereka.

Perjalanan kemudian dilanjutkan pada Kamis pagi menuju Yogyakarta melalui Jalur Daendels. Setelah itu, rute akan membawa mereka ke Semarang dan Surabaya sebelum akhirnya mencapai tujuan akhir di Bali.

Koordinator acara sekaligus perwakilan donasi, Ko Hensis menegaskan bahwa seluruh donasi yang terkumpul sepenuhnya akan disumbangkan kepada korban kelaparan di Palestina.

“Jadi semua donasi yang terkumpul kita sumbangkan,” ujarnya dengan tegas.

Ia menambahkan bahwa seluruh biaya perjalanan ditanggung sendiri oleh masing-masing pelari sehingga donasi tidak dipergunakan untuk kebutuhan pribadi selama misi berlangsung.

Hingga hari kelima perjalanan, yaitu tanggal 7 Agustus 2025, total donasi yang telah terkumpul mencapai Rp93.935.943 dari target awal sebesar Rp100 juta rupiah.

Meski demikian harapan tetap tinggi agar jumlah tersebut dapat melebihi target sehingga lebih banyak lagi bantuan bisa disalurkan kepada anak-anak dan warga di Gaza.

Dukungan terhadap misi ini juga datang dari berbagai pihak termasuk Santoso Budiawan mantan Ketua Panitia KBHM 2022.

Ia menyatakan dukungannya secara penuh terhadap inisiatif ini dan turut serta memberikan fasilitas serta logistik selama para pelari melintasi Kebumen.

“Mereka berlari lima kali lebih jauh dari lomba ultra marathon terpanjang di Indonesia yang biasanya hanya sejauh 320 kilometer,” ungkap Santoso mengapresiasi semangat luar biasa para pelari dalam misi kemanusiaan ini.

Di Alun-alun Kebumen ketiga pelari sempat berhenti sejenak untuk berfoto bersama sebagai bagian dari dokumentasi perjalanan panjang mereka.

Momen tersebut tidak hanya mengabadikan langkah-langkah fisik tetapi juga tekad kuat mereka untuk membantu sesama manusia.

Perjalanan panjang dan melelahkan ini menuntut stamina tinggi serta komitmen besar dari para peserta namun semua itu terasa sepadan dengan dampak positif yang ingin dicapai melalui aksi solidaritas ini.

Dengan setiap langkah larinya para pelari tidak hanya menempuh jarak secara fisik tetapi juga menyatukan hati banyak orang dalam satu tujuan mulia yakni membantu meringankan penderitaan sesama manusia yang tengah dilanda krisis di belahan dunia lain.

Perjuangan mereka mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan universal dimana batas geografis tidak menghalangi niat baik untuk saling peduli antar bangsa dan komunitas global. (fur/stch)

Berita Sebelumnya
Jadwal festival kuliner banyumas 2025

Festival Kuliner Banyumas 2025 Kembali Digelar, Ini Tanggal dan Lokasinya

Berita Selanjutnya
Promo dari aplikasi dana yang memberikan saldo hingga rp199.000 hanya dengan menyelesaikan misi ringan dan mengakses tautan resmi

Cara Dapat Saldo DANA Agustus 2025 Hingga 199.000 Ribu, Cukup Selesaikan Misi