Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

BPBD Purbalingga Ingatkan Potensi Bencana yang Dapat Terjadi Selama Kemarau Basah

Bpbd ingatkan ancaman kemarau basahBpbd ingatkan ancaman kemarau basah
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Purbalingga Yulianto.

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam yang dapat terjadi selama musim kemarau basah tahun ini.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Purbalingga, Yulianto, menyampaikan bahwa meskipun sebelumnya Kabupaten Purbalingga telah dinyatakan dalam status darurat bencana kekeringan, kondisi cuaca beberapa hari terakhir menunjukkan perubahan yang signifikan.

Menurut Yulianto, Purbalingga baru saja mengalami curah hujan deras di sejumlah wilayah, situasi ini menandakan adanya potensi bencana yang bisa muncul pada musim kemarau kali ini.

“Beberapa waktu lalu, BPBD Purbalingga sudah menyatakan Purbalingga darurat bencana kekeringan. Namun, beberapa hari terakhir justru Purbalingga diguyur hujan deras. Hal itu menunjukkan adanya potensi bencana di musim kemarau kering kali ini,” ujar Yulianto ketika diwawancarai oleh awak media pada Sabtu (9/8).

Fenomena cuaca yang tidak biasa ini telah menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang yang sempat terjadi di Sungai Klawing beberapa waktu lalu.

Banjir tersebut membawa dampak tragis dengan menewaskan tiga pekerja proyek penguatan tebing sungai yang terseret arus deras. Insiden ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk selalu waspada dan siap menghadapi kemungkinan bencana serupa.

Dalam konteks musim kemarau basah saat ini, BPBD Purbalingga mengajak seluruh warga untuk senantiasa waspada dan mempersiapkan diri terhadap segala kemungkinan yang ada.

“Oleh karena itu, BPBD Purbalingga mendorong warga agar tetap waspada di musim kemarau basah kali ini,” tambah Yulianto.

Lebih lanjut, Yulianto menjelaskan pentingnya bagi masyarakat untuk menjadi warga yang tangguh dan tanggap bencana. Pemahaman mengenai cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana serta kemampuan untuk membantu orang lain sangat diperlukan agar dampak dari bencana dapat diminimalisir.

Musim kemarau tahun ini digolongkan sebagai kemarau basah karena meskipun intensitas hujan tidak tinggi, hujan masih akan terus turun secara periodik. Kondisi ini tentunya memerlukan perhatian ekstra dari masyarakat dan pihak terkait dalam mengantisipasi risiko yang mungkin timbul.

BPBD juga telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi lainnya.

Masyarakat dihimbau untuk menghindari area terbuka ketika terjadi petir serta menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit yang bisa muncul akibat perubahan cuaca.

Yulianto berharap dengan adanya kesadaran dan kesiapsiagaan dari seluruh lapisan masyarakat, dampak buruk dari cuaca ekstrem seperti banjir atau tanah longsor dapat dicegah atau paling tidak diminimalisir.

Edukasi mengenai mitigasi bencana terus dilakukan oleh BPBD guna meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

Selain itu, sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan setiap langkah antisipasi berjalan efektif.

Kerjasama ini penting dalam penyediaan informasi terkini mengenai kondisi cuaca serta penanganan jika terjadi bencana sehingga respon cepat dapat dilakukan dan kerugian baik materiil maupun non-materiil bisa ditekan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, BPBD Kabupaten Purbalingga akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan cuaca serta menyebarluaskan informasi secara real-time kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat terhadap ancaman bencana di wilayah mereka masing-masing.

Manajemen risiko bencana menjadi prioritas utama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim saat ini. Dengan tindakan pencegahan yang tepat serta koordinasi antarlembaga yang baik, Kabupaten Purbalingga berharap dapat memastikan keamanan warganya selama musim kemarau basah berlangsung.

Dengan demikian, partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat dalam mendukung program-program mitigasi dan penanggulangan risiko bencana adalah kunci keberhasilan dalam melindungi kehidupan serta aset berharga lainnya dari ancaman bencana alam. (tya/stch)

Berita Sebelumnya
Sulap limbah kulit salak jadi teh herbal penurun gula darah

Mahasiswa KKN UNI Saizu Purwokerto di Randegan Banjarnegara Sulap Limbah Kulit Salak Jadi Teh Herbal Penurun Gula Darah

Berita Selanjutnya
Sekolah dan industri didorong bermitra

Dindik Banyumas Perluas Program Magang, Sekolah dan Industri Didorong Bermitra