BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Suasana ceria dan penuh semangat kembali hadir di pusat kota Purbalingga. Setelah sekian lama terhenti, Car Free Day (CFD) di Alun-alun Purbalingga akhirnya kembali digelar pada Minggu (22/6/2025).
Kehadiran kembali acara ini disambut hangat oleh masyarakat yang telah lama menantikannya.
Sejak pagi, warga dari berbagai penjuru Purbalingga mulai membanjiri jalan utama menuju alun-alun yang kini bebas dari kendaraan bermotor.
Jalan yang biasanya ramai dengan lalu lintas kini menjadi tempat yang nyaman bagi berbagai aktivitas.
Anak-anak berlarian dengan gembira, komunitas senam berkumpul untuk berolahraga, sementara deretan bazar makanan turut memeriahkan suasana.
Bagi Antika (20), warga Karangsentul, CFD adalah momen yang tepat untuk dihabiskan bersama keluarga tercinta.
Ia bersama anaknya menikmati pagi dengan berjalan santai di tengah alun-alun yang lengang dari kendaraan.
“Suasananya enak banget buat bawa anak jalan-jalan. Apalagi nggak ada kendaraan, jadi lebih tenang,” ungkapnya.
Selain sebagai ajang olahraga dan rekreasi, CFD juga memberikan peluang ekonomi bagi para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Salah satu penjual cireng, Pinka Andra (25), merasakan manfaat langsung dari acara ini meskipun baru pertama kali menjajal peruntungannya di CFD.
“Baru pertama ikut, tapi alhamdulillah lumayan rame. Pengaruh ke penjualan ada banget,” ujarnya dengan senyum.
Dari kalangan komunitas lokal, Yeni Maryani (47) dari Forum Ecoprint Purbalingga mengapresiasi tingginya antusiasme warga meski CFD baru saja dimulai kembali setelah vakum cukup lama.
“Mungkin orang-orangnya juga masih adaptasi, tapi udah banyak yang datang. Antusiasmenya bagus kok,” kata Yeni.
Wahyuni (43), rekan Yeni, menambahkan bahwa suasana kali ini terasa lebih ramai dibandingkan penyelenggaraan CFD sebelumnya.
Baik warga maupun pelaku usaha berharap agar acara ini dapat rutin digelar setiap minggunya.
Car Free Day bukan sekadar mengosongkan jalan dari kendaraan bermotor. Lebih dari itu, acara ini menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk bergerak bebas, tertawa bersama, dan mempererat kebersamaan yang mungkin sempat terputus selama pandemi.
Ini adalah sebuah upaya untuk menghidupkan kembali interaksi sosial dan mendukung penguatan ekonomi lokal.
Melalui kegiatan seperti CFD, kita dapat melihat bagaimana ruang kota bisa menjadi lebih hidup dan berarti bagi masyarakatnya. Keberlangsungan acara ini sangat didukung oleh harapan agar interaksi sosial semakin terjalin erat dan perekonomian lokal terus berkembang. (mnz/stch)
















