BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Duka mendalam menyelimuti warga Desa Senon, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, setelah dua anak laki-laki dilaporkan hilang dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Insiden tragis ini bermula saat keduanya bermain di sekitar Saluran Irigasi BTW Banjar Cahyana pada Kamis siang, 19 Juni 2025.
Setelah dilakukan pencarian intensif, keduanya ditemukan tewas di sebuah sumur tak jauh dari lokasi sepeda mereka ditemukan, pada Jumat dini hari, 20 Juni 2025.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, Prayitno, membenarkan informasi tersebut. Kedua anak yang menjadi korban diketahui bernama Fazal, berusia 7 tahun, dan Fahmi, berusia 6 tahun. Keduanya merupakan warga Desa Senon yang dilaporkan hilang oleh keluarga dan warga sekitar.
“Pada pukul 12.00 WIB, kedua anak tersebut masih terlihat bermain di pinggir sungai,” jelas Prayitno, Jumat, 20 Juni 2025.
Namun, selang dua jam kemudian, keduanya tidak lagi terlihat oleh warga. Hanya sepeda milik mereka yang ditemukan berada di tepi saluran irigasi. Temuan itu memicu kekhawatiran warga, terlebih karena area sekitar sungai dan irigasi dikenal memiliki risiko bahaya tersembunyi.
Upaya pencarian langsung dilakukan oleh keluarga serta warga sekitar. Mereka sempat mencari ke sejumlah lokasi, termasuk ke rumah kerabat dan teman anak-anak tersebut, namun hasilnya nihil. Saat kekhawatiran memuncak, laporan resmi dilayangkan ke BPBD Kabupaten Purbalingga.
Menerima laporan tersebut, BPBD bersama Tim SAR gabungan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pencarian. Dugaan awal menyebutkan bahwa kedua anak tersebut kemungkinan tercebur ke sungai, yang kedalamannya diperkirakan antara 1,5 hingga 2 meter.
Pencarian dimulai sejak Kamis sore dan berlangsung hingga tengah malam. Akhirnya, pada Jumat sekitar pukul 01.00 WIB, tubuh Fazal dan Fahmi ditemukan di sebuah sumur yang berada tidak jauh dari titik ditemukan sepedanya. Keduanya sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
“Pada hari Jumat pukul 01.00 WIB, keduanya ditemukan. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Prayitno.
Jenazah kedua bocah tersebut kemudian langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Suasana duka menyelimuti rumah duka dan lingkungan sekitar karena insiden ini meninggalkan luka yang mendalam, terutama bagi keluarga korban dan masyarakat Desa Senon yang mengenal kedua anak tersebut.
Kejadian ini kembali menjadi peringatan serius mengenai pentingnya pengawasan anak saat bermain, terutama di area berisiko seperti saluran irigasi, sungai, atau sumur terbuka.
Meski terlihat aman dari permukaan, lokasi-lokasi tersebut bisa menjadi sangat berbahaya bagi anak-anak yang belum memahami risiko keselamatan.
Tragedi ini juga menggarisbawahi pentingnya kehadiran pengamanan fisik seperti pagar pembatas atau papan peringatan di sekitar saluran irigasi dan sumur terbuka, khususnya di wilayah permukiman padat atau area bermain anak-anak.
Upaya tanggap darurat yang cepat dari BPBD dan Tim SAR patut diapresiasi, namun kejadian memilukan seperti ini seharusnya dapat dicegah dengan sistem pengawasan dan perlindungan lingkungan yang lebih ketat. (tya/stch)
















