BANYUMASEKSPRES.ID, Diogo Dalot, bek kanan asal Portugal yang kini memperkuat Manchester United, memiliki kebiasaan yang cukup unik menjelang pertandingan.
Selain berperan sebagai seorang atlet, Dalot juga mengambil tanggung jawab sebagai DJ ruang ganti tim.
Ia dikenal sering memutar musik favoritnya untuk menghibur rekan-rekannya sebelum mereka berlaga di lapangan.
Namun, pilihan musiknya ternyata tidak selalu mendapat sambutan hangat dari para pemain lainnya.
Dalam sebuah wawancara bersama media penggemar Manchester United bernama United We Stand, gelandang senior Casemiro mengungkapkan bahwa ia sering kali kurang menikmati daftar putar yang dipilih oleh Dalot.
Casemiro menggarisbawahi bahwa Diogo sangat menyukai musik Brasil, terutama genre pagode dan funk, yang merupakan dua aliran musik yang cukup terkenal di Brasil dengan irama yang enerjik dan menggugah semangat.
“Orang yang paling sering mengatur musik itu selalu Diogo. Dia banyak memutar musik Brasil seperti pagode dan funk. Kadang saya juga kurang suka,” ungkap Casemiro sambil tertawa.
Dalam pernyataannya, mantan gelandang Real Madrid ini menunjukkan bahwa meskipun Dalot memiliki niatan baik untuk menghidupkan suasana di ruang ganti, pilihan musiknya mungkin tidak sesuai dengan selera semua pemain.
Berdasarkan pengamatan Casemiro, mayoritas pemain Manchester United tampaknya juga tidak terlalu menikmati pilihan musik tersebut.
Terlebih lagi bagi para pemain asal Inggris yang cenderung kurang akrab dengan genre-genre khas Brasil ini.
Ketika ditanya apakah rekan-rekannya yang berasal dari Inggris menyukai musik yang diputar oleh Dalot, Casemiro memberikan jawaban tegas dan jelas.
“Tidak, tidak, tidak! Mustahil,” jawabnya sambil tertawa lebar.
Dari penjelasannya dapat dilihat bahwa selera musik memang bisa berbeda-beda antar individu dan budaya.
Bagi Casemiro sendiri, ia lebih menyukai aliran reggaeton yang dianggapnya lebih universal dan mudah diterima oleh semua orang.
“Semua orang biasanya suka reggaeton, jadi suasananya lebih nyaman. Tapi kalau musik Brasil di ruang ganti, sepertinya tidak banyak yang suka,” lanjut gelandang berusia 34 tahun ini.
Pernyataan tersebut menyoroti pentingnya menciptakan suasana positif dan akrab di ruang ganti menjelang pertandingan.
Sementara itu, Diogo Dalot sebelumnya pernah berbicara mengenai perannya sebagai DJ dadakan di ruang ganti Manchester United.
Dalam sebuah kesempatan, ia mengungkapkan betapa pentingnya musik dalam hidupnya sejak kecil dan bagaimana ia menyukai berbagai jenis musik dengan beragam gaya.
“Saya sangat suka berbagai jenis musik dan banyak gaya berbeda. Saya merasa bisa memutar lagu yang cocok untuk semua orang di ruang ganti,” jelas Dalot tentang pandangannya terhadap peran musik dalam membangun atmosfer tim.
Meskipun demikian, ia juga menyadari bahwa tidak semua rekan setimnya benar-benar menikmati playlist pilihannya.
Beberapa pemain bahkan memilih untuk menggunakan headphone mereka sendiri saat menuju pertandingan agar bisa mendengarkan lagu-lagu favorit mereka masing-masing tanpa terganggu oleh pilihan musik Dalot.
Hal ini mencerminkan keragaman selera di antara para pemain tim besar seperti Manchester United.
Kisah mengenai perbedaan selera musik di ruang ganti Manchester United ini muncul menjelang laga tandang tim berjuluk Setan Merah melawan Sunderland pada akhir pekan mendatang.
Meski tekanan pertandingan semakin mendekat, cerita ringan mengenai kebiasaan unik Diogo Dalot sebagai DJ tetap memberikan hiburan tersendiri bagi para pemain dan staf tim.
Musik memang memiliki kekuatan untuk membangun ikatan antar anggota tim serta menciptakan suasana yang lebih santai sebelum momen-momen krusial dalam pertandingan.
Namun, penting juga bagi seorang pemimpin atau pengatur suasana seperti Diogo Dalot untuk memahami dinamika kelompok dan mencoba menyesuaikan pilihan musik agar dapat dinikmati oleh semua orang.
Sebagai seorang atlet profesional di klub sebesar Manchester United, menjaga kohesi tim adalah hal yang sangat vital dalam peningkatan performa di lapangan.
Oleh sebab itu, meskipun niat baik Diogo sangat terpuji dalam menciptakan suasana positif melalui musik, ada kalanya perlu dilakukan komunikasi lebih lanjut agar semua pemain merasa nyaman dan terlibat dalam pengalaman tersebut.
Dalam situasi ini jelas terlihat bahwa meskipun tujuan awal dari pemutaran musik adalah untuk meningkatkan semangat sebelum bertanding, hasil akhirnya bisa beragam tergantung pada respon masing-masing individu terhadap jenis musik tertentu.
Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua tentang pentingnya saling menghargai perbedaan dan menemukan titik temu dalam kebersamaan.
Saat Manchester United bersiap menghadapi Sunderland nanti, semoga saja baik Diogo Dalot maupun rekan-rekannya dapat menemukan kesepakatan mengenai jenis musik apa yang akan diputar di ruang ganti agar seluruh anggota tim merasa terlibat dan termotivasi sebelum langkah mereka di lapangan dimulai.
Dengan demikian, semangat kolektif tim dapat tercipta secara maksimal demi meraih hasil terbaik dalam setiap pertandingan. (*/stch/dda)
















