Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Cara Ikut PPG Guru Tertentu 2026, Simak 3 Langkah Mudah sebelum 10 Juli
Kandang Ayam di Banyumas Terbakar, 5.000 Ayam Mati dan Kerugian Capai Rp300 Juta

Kandang Ayam di Banyumas Terbakar, 5.000 Ayam Mati dan Kerugian Capai Rp300 Juta

5.000 Ayam Mati Terbakar5.000 Ayam Mati Terbakar
TERBAKAR: Petugas Damkar bersama warga memadamkan api yang membakar kandang ayam di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Sabtu (27/6)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Sebuah kebakaran yang mengakibatkan kerugian besar terjadi di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, pada Sabtu sore, 27 Juni.

Kebakaran ini melanda kandang ayam pedaging yang menampung sekitar 5.000 ekor ayam berusia empat hari.

Dalam peristiwa yang sangat disayangkan ini, seluruh ayam tersebut tidak dapat diselamatkan, dan total kerugian diperkirakan mencapai Rp300 juta.

Kepala UPT Damkar Satpol PP Banyumas, Andaru Budilaksono, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai kebakaran tersebut sekitar pukul 18.45 WIB.

Menanggapi laporan tersebut, Regu 1 Pos Damkar Induk segera berangkat menuju lokasi kejadian dan tiba di sana sekitar pukul 19.14 WIB.

Tim pemadam kebakaran bekerja sama dengan masyarakat setempat serta unsur-unsur terkait lainnya untuk melakukan pemadaman api.

“Begitu menerima laporan, petugas langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendataan. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WIB,” ungkap Andaru dengan nada serius.

Berdasarkan hasil investigasi awal di lapangan, kebakaran diduga disebabkan oleh kebocoran selang kompor solar yang digunakan sebagai sumber pemanas kandang atau oven.

Saksi mata mengatakan bahwa saat kejadian, mereka melihat kobaran api yang sudah membesar di kandang milik Kusworo (50).

Dalam situasi genting tersebut, mereka segera melakukan pengecekan dan melaporkan kepada petugas pemadam kebakaran untuk menangani api yang berkobar.

Menyusul laporan tersebut, proses pemadaman melibatkan berbagai pihak.

Selain Regu 1 Pos Damkar Induk, tim dari Pos Damkar Kembaran juga turut serta dalam upaya memadamkan api.

Tidak hanya itu, Polsek Kedungbanteng dan Koramil Kedungbanteng juga ikut berkontribusi dalam penanganan situasi darurat ini.

Satpol PP Kabupaten Banyumas bersama Palang Merah Indonesia (PMI), relawan lokal, serta warga setempat bersatu padu untuk mempercepat proses pengendalian api.

“Kolaborasi ini sangat membantu dalam mempercepat proses pemadaman dan mencegah api agar tidak menjalar lebih luas,” tambah Andaru dengan rasa syukur karena tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Di tengah peristiwa tragis ini, meski tidak ada jiwa manusia yang melayang, kehilangan ribuan ekor ayam tentu menjadi pukulan berat bagi Kusworo selaku pemilik kandang.

Ayam-ayam tersebut merupakan bagian penting dari usaha peternakan yang dikelola dengan penuh perhatian dan dedikasi selama ini.

Kerugian sebesar Rp300 juta bukan hanya angka semata tetapi mencerminkan harapan dan usaha yang telah ditanamkan dalam waktu lama.

Kebakaran seperti ini seringkali menjadi pengingat bagi para pelaku usaha peternakan akan pentingnya keselamatan kerja dan pencegahan risiko kebakaran di area kandang.

Mengingat banyaknya faktor penyebab yang dapat memicu terjadinya kebakaran, para peternak perlu lebih waspada terhadap sistem pemanas yang digunakan serta memastikan secara rutin untuk melakukan pemeriksaan terhadap alat-alat yang berpotensi membahayakan.

Selain itu, penting juga bagi masyarakat umum untuk memahami langkah-langkah dasar saat menghadapi situasi kebakaran.

Pengetahuan tentang penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dan cara cepat melaporkan kejadian kepada pihak berwenang bisa sangat membantu dalam memitigasi dampak dari bencana semacam ini.

Kejadian di Desa Melung menggarisbawahi betapa pentingnya kolaborasi antara berbagai unsur masyarakat dalam menangani situasi darurat seperti kebakaran.

Tindakan cepat dari tim Damkar dan kesigapan warga setempat telah berhasil menanggulangi situasi sebelum menyebar lebih luas.

Peristiwa ini juga membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan fasilitas pemadam kebakaran serta memberikan edukasi lebih lanjut kepada masyarakat tentang pencegahan kebakaran dan prosedur evakuasi yang tepat saat menghadapi bencana serupa. (zet/stch/dda)

Berita Sebelumnya
ppg guru

Cara Ikut PPG Guru Tertentu 2026, Simak 3 Langkah Mudah sebelum 10 Juli