BANYUMASEKSPRES.ID, Informasi tentang daftar sekolah kedinasan tanpa syarat tinggi badan 2026 kini mulai banyak diburu oleh para lulusan SMA/SMK. Pasalnya, dikabarkan tidak lama lagi pendaftaran sekolah kedinasan 2026 akan segera dibuka secara online melalui portal SSCASN.
Sekolah kedinasan kini menjadi salah satu instansi pendidikan yang banyak diburu oleh para generasi muda lulusan SMA/SMK sederajat. Pasalnya, satuan pendidikan ini hadir menawarkan jenjang karier yang menarik untuk para mahasiswanya setelah dinyatakan lulus.
Para mahasiwa di sekolah kedinasan nantinya akan berpeluang untuk langsung diangkat menjadi CPNS di berbagai instansi pemerintahan atau bahkan Kementerian RI.
Mengingat sekolah kedinasan sendiri merupakan instansi pendidikan yang dinaungi oleh berbagai kementerian langsung.
Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di sekolah kedinasan juga dihadirkan dengan bentuk keilmuan yang menyesuaikan dengan bidang kementerian yang menaunginya.
Oleh karena itu, para mahasiswanya bisa dengan mudah diangkat menjadi CPNS kementerian setelah lulus.
Kejelasan jenjang karier pasca lulus studi yang ditawarkan oleh sekolah kedinasan yang membuat banyak generasi muda tertarik. Mengingat pekerjaan ASN kini menjadi impian banyak generasi muda.
Setiap tahunnya, deretan sekolah kedinasan akan membuka proses pendaftaran SPMB untuk para lulusan SMA/SMK baru yang ingin bergabung. Namun, proses seleksi sekolah kedinasan ini memang akan berlangsung dengan ketat.
Beberapa sekolah kedinasan bahkan hanya menetapkan kuota mahasiswa yang diterima tiap tahunnya hanya dalam kisaran ratusan orang.
Hal ini tentunya selaras dengan tujuan sekolah kedinasan yang ingin menciptakan SDM berkualitas untuk diterjunkan menjadi ASN.
Persyaratan tinggi badan seringkali diterapkan oleh sekolah kedinasan untuk para calon mahasiswa yang ingin mendaftar. Hanya mahasiswa yang telah memenuhi kriteria minimal tinggi badan yang bisa masuk di sebuah sekolah kedinasan.
Adanya aturan atau syarat tersebut tentunya membuat beberapa calon mahasiswa merasa ketakutan dan berujung harus mengubur mimpinan untuk menjadi ASN via sekolah kedinasan.
Tinggi badan yang tidak sesuai seringkali membuat calon mahasiswa langsung gugur dalam proses SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru). Tetapi, di tengah ketatnya persaingan, sejumlah sekolah kedinasan menerapkan persyaratan yang lebih fleksibel.

Beberapa diantaranya bahkan tidak mencantumkan syarat tinggi badan minimal bagi calon pendaftarnya. Pendaftar dengan tinggi badan berapa pun berkesempatan untuk masuk dalam proses pendaftaran sekolah kedinasan 2026 ini.
Terdapat kurang lebih 2 sekolah kedinasan tanpa syarat tinggi badan 2026 yang bisa dijadikan opsi pilihan satuan pendidikan oleh lulusan SMA/SMK.
Sekolah kedinasan tanpa tinggi badan 2026 yang pertama adalah PKN STAN. Instansi pendidikan ini akan menerapkan ketentuan atau syarat fisik yang paling longgar dibandingkan dengan lainnya.
Beberapa ketentuan yang berlaku adalah tidak menetapkan batas tinggi badan minimal, boleh berkacamata, menerima kondisi minus/plus/silinder/buta warna, dan mengizinkan penggunaan behel selama tidak mengganggu fungsi mulut.
Meskipun demikian, syarat daftar PKN STAN secara umum tetap sehat jasmani rohani, bebas narkoba, tidak bertato, dan tidak bertindik selain di telingan (kecuali urusan adat/agama).
Kedua, Politeknik Statistika STIS. Sekolah kedinasan STIS juga akan memberlakukan ketentuan fisik yang fleksibel. Mulai dari tanpa syarat tinggi badan, mata minus/plus max 6, wajib sehat jasmani rohani, tidak buta warna, dan bebas narkoba.
Dua sekolah kedinasan tanpa tinggi badan 2026 di atas bisa dijadikan rekomendasi pendaftaran oleh para lulusan SMA/SMK. Terdapat beberapa rekomendasi sekolah kedinasan lain dengan syarat fisik yang relatif longgar.
Seperti misalnya STIN (minum/plus max 1 dioptri), STMKG (minus 4, silinder 2, dan wajib lasik pasca lulus), serta Poltek SSN (minus/plus max 1, tidak silinder, dan tidak buta warna).
Secara keseluruhan, terdapat 8 sekolah kedinasan yang akan rutin membuka pendaftaran SMPB setiap tahunnya melalui pihak BKN.
Mulai dari PKN STAN (Kemenkeu), STIS (BPS), STMKG (BMKG), STIN (BIN), IPDN (Kemendagri), Poltek SSN (Badan Siber & Sandi Negara), Sipencatar (Kemenhub), dan Poltekpin (KemenhumHAM).
Deretan sekolah kedinasan yang tersedia di Indonesia inilah yang bisa dijadikan referensi awal bagi siswa SMA/SMK yang ingin menyiapkan diri menghadapi seleksi sekolah kedinasan 2026. (dpp)
















